Ahli Beberkan Ancaman Marabahaya di Balik Fenomena Pencarian Emas di Pantai Maluku Tengah, Apa Itu?

Kompas.com - 02/04/2021, 05:30 WIB

 

Bahaya air raksa

Guru Besar Manajemen dan Perencanaan Hutan Universitas Pattimura itu juga menyoroti bahaya penggunakan zat kimia seperti air raksa yang biasa dipakai untuk mencari emas.

"Barang itu (emas) kalau mau dapat harus ada itu (zat kimia). Mau ada atau tidak ada, tapi kalau orang mau cari jalan pintas itu di bawah. Di mana-mana sudah terjadi di semua wilayah pertambangan," ungkapnya.

Apalagi karena berada di pantai, dikhawatirkan zat kimia dapat masuk ke laut dan berdampak pada kerusakan biota laut.

"Bukan biota laut saja tapi manusia juga makan ikan di laut jadi semua kena. Kadang-kadang kita tidak mau sadari itu atau tidak mau tahu padahal kita hitung-hitung secara ekonomis tidak menguntungkan juga. Kalau dampaknya ke masyarakat juga untuk apa," tambahnya.

Baca juga: Dikira Kerja Jadi Sopir, Suami Ditangkap Densus 88, Tinggalkan Cicilan Utang Rp 1,5 Juta Per Bulan ke Istri yang Tak Bekerja

Dampak lingkungan belum diteliti, berharap ditutup

Ratusan warga Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah tengah mendulang emas di pantai dusun Pohon Batu, desa setempat, Rabu (24/3/2021)warga Tamilow: Kamarudin Ratusan warga Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah tengah mendulang emas di pantai dusun Pohon Batu, desa setempat, Rabu (24/3/2021)
Agustinus mengatakan saat ini warga sudah berbondong-bondong mendulang emas dengan menggali lubang-lubang besar di pesisir pantai di Desa Tamilow.

Padahal sejauh ini belum pernah dilakukan penelitian terkait dampak lingkungan.

"Katakanlah dinas lingkungan hidup dan pertambangan coba melihat hal itu dengan cepat dan menyiapkan langkah-langkah untuk mengatur pengelolaannya," katanya.

Dia pun berharap pemerintah menutup lokasi tersebut untuk sementara. Penutupan dilakukan untuk kepentingan penelitian dan pengaturan terkait aktivitas penambangan di pantai tersebut.

"Ada baiknya ditutup dulu, tapi harus dilakukan secara baik-baik, secara persuasif," kata Agustinus.

Baca juga: Dikira Kerja Jadi Sopir, Suami Ditangkap Densus 88, Tinggalkan Cicilan Utang Rp 1,5 Juta Per Bulan ke Istri yang Tak Bekerja

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin Dapat Remisi Idul Fitri

12 Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin Dapat Remisi Idul Fitri

Regional
Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Ruang Isolasi di Salatiga Penuh

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Ruang Isolasi di Salatiga Penuh

Regional
Petasan yang Menewaskan 1 Orang di Kudus Berukuran Fantastis

Petasan yang Menewaskan 1 Orang di Kudus Berukuran Fantastis

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ledakan Petasan di Kebumen | TNI Baku Tembak dengan KKB

[POPULER NUSANTARA] Ledakan Petasan di Kebumen | TNI Baku Tembak dengan KKB

Regional
Luapan Air Sungai yang Membuat Banjir di Parapat Berangsur Surut

Luapan Air Sungai yang Membuat Banjir di Parapat Berangsur Surut

Regional
Khatib Shalat Id di Agam Meninggal Saat Berikan Khotbah di Mimbar

Khatib Shalat Id di Agam Meninggal Saat Berikan Khotbah di Mimbar

Regional
Bapak yang Marahi Kasir Indomaret Minta Maaf, Ini Isi Pesannya

Bapak yang Marahi Kasir Indomaret Minta Maaf, Ini Isi Pesannya

Regional
Korban Tewas Ledakan di Kebumen Diduga Meracik Petasan Sambil Merokok

Korban Tewas Ledakan di Kebumen Diduga Meracik Petasan Sambil Merokok

Regional
Tragedi dari Ledakan Petasan, Sebuah Teguran yang Berakhir 4 Nyawa Melayang...

Tragedi dari Ledakan Petasan, Sebuah Teguran yang Berakhir 4 Nyawa Melayang...

Regional
Saat Kopassus Terlibat Kontak Senjata di Papua yang Berujung Tewasnya 2 KKB

Saat Kopassus Terlibat Kontak Senjata di Papua yang Berujung Tewasnya 2 KKB

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Mei 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Mei 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Mei 2021

Regional
Fakta 4 Petani Dibunuh Kelompok MIT, Pelaku Pimpinan Qatar dan Jenazah Ditemukan di Dua Lokasi Berbeda

Fakta 4 Petani Dibunuh Kelompok MIT, Pelaku Pimpinan Qatar dan Jenazah Ditemukan di Dua Lokasi Berbeda

Regional
Parapat dan Sibaganding Dilanda Banjir dan Longsor, Lalin dari Arah Siantar Dialihkan

Parapat dan Sibaganding Dilanda Banjir dan Longsor, Lalin dari Arah Siantar Dialihkan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 13 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 13 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X