Bangun Tidur, Seorang Anak di Cianjur Langsung Bacok Ayah Kandungnya yang Sedang Duduk di Depan Toko hingga Tewas

Kompas.com - 01/04/2021, 21:37 WIB
Ilustrasi garis polisi. THINKSTOCKIlustrasi garis polisi.

KOMPAS.com - Seorang pria di Cianjur, Jawa Barat, berinisial AP (21) tega membacok ayah kandungnya sendiri bernama Yudi (40) hingga tewas.

Korban tewas setelah mengalami luka bacok di bagian leher akibat sabetan senjata tajam yang digunakan pelaku.

Peristiwa itu terjadi di depan toko korban desa Kampung Sayang Kaak, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Pengakuan Pria yang Diduga Dipukul Timses Denny Indrayana: Masker Saya Dilepas dan Dipukul di Wajah

Kapolsek Cugenang Kompol Woro Wuriani mengatakan, kejadian berawal saat korban sedang duduk di depan tokonya. Saat itu, pelaku sedang tertidur di dalam toko.

Kemudian, bangun dari tidur AP langsung membacok ayahnya sebanyak tiga kali dengan senjata tajam hingga membuat korban tewas di lokasi kejadian.

“Saat itu korban sedang duduk di depan tokonya. Tiba-tiba datang anaknya yang baru bangun tidur dan langsung melakukan penganiayaan hingga korban meninggal,” kata Woro kepada wartawan, Kamis.

Baca juga: Seorang Anak di Cianjur Bacok Ayah Kandung hingga Tewas

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berenang di Gili Trawangan Pakai Masker, Gubernur NTB: Susah Ternyata

Berenang di Gili Trawangan Pakai Masker, Gubernur NTB: Susah Ternyata

Regional
Kisah Pemudik, Mulai dari Jalan Kaki, Mengumpet di Bak hingga Berdalih Naik Angkot

Kisah Pemudik, Mulai dari Jalan Kaki, Mengumpet di Bak hingga Berdalih Naik Angkot

Regional
Ganjar Sapa Pasien Covid-19 dari Klaster Tarawih di Banyumas: Jangan Lupa Bahagia

Ganjar Sapa Pasien Covid-19 dari Klaster Tarawih di Banyumas: Jangan Lupa Bahagia

Regional
2 Remaja Perempuan Diduga Disekap dan Diperkosa Selama 4 Hari

2 Remaja Perempuan Diduga Disekap dan Diperkosa Selama 4 Hari

Regional
Terbongkar, Soal Ujian Akhir SMP di Jember Bocor, Bermula Siswa Tak Mau Kumpulkan HP, 48 Murid Ujian Ulang

Terbongkar, Soal Ujian Akhir SMP di Jember Bocor, Bermula Siswa Tak Mau Kumpulkan HP, 48 Murid Ujian Ulang

Regional
'Di Jayapura Maksimal Hanya Bisa Chat WhatsApp, Saya Butuh Video Conference, Terpaksa Saya ke Biak'

"Di Jayapura Maksimal Hanya Bisa Chat WhatsApp, Saya Butuh Video Conference, Terpaksa Saya ke Biak"

Regional
Tak Punya SIM, Mobil Nekat Terobos Pos Penyekatan, Seorang Polisi Nyaris Tertabrak

Tak Punya SIM, Mobil Nekat Terobos Pos Penyekatan, Seorang Polisi Nyaris Tertabrak

Regional
Ridwan Kamil Video Call dengan Ganjar Pranowo, Apa yang Dibahas?

Ridwan Kamil Video Call dengan Ganjar Pranowo, Apa yang Dibahas?

Regional
Pengelola Bandara Ahmad Yani Tegaskan Tak Ada Unsur Kesengajaan Loloskan Penumpang Covid-19

Pengelola Bandara Ahmad Yani Tegaskan Tak Ada Unsur Kesengajaan Loloskan Penumpang Covid-19

Regional
Cerita Prihatin, Penyandang Disabilitas yang Kerap Berdayakan Ekonomi Kaum Ibu di Salatiga

Cerita Prihatin, Penyandang Disabilitas yang Kerap Berdayakan Ekonomi Kaum Ibu di Salatiga

Regional
Gadis 15 Tahun Diperkosa Bergantian 10 Pria, 5 Pelaku Masih di Bawah Umur

Gadis 15 Tahun Diperkosa Bergantian 10 Pria, 5 Pelaku Masih di Bawah Umur

Regional
Cerita Pemuda Asal Klaten Batal Melamar Kekasih gara-gara Razia di Pos Penyekatan Pemudik

Cerita Pemuda Asal Klaten Batal Melamar Kekasih gara-gara Razia di Pos Penyekatan Pemudik

Regional
Renang di Gili Pakai Masker Bersama Menteri Sandiaga, Gubernur NTB: Takut Viral Lagi

Renang di Gili Pakai Masker Bersama Menteri Sandiaga, Gubernur NTB: Takut Viral Lagi

Regional
Oknum Dinkes Sambas Diduga Lakukan Pungli Biaya Rapid Test Antigen Rp 250.000

Oknum Dinkes Sambas Diduga Lakukan Pungli Biaya Rapid Test Antigen Rp 250.000

Regional
Penjelasan Polisi soal Pria Penampar Imam Masjid Saat Shalat Subuh di Pekanbaru

Penjelasan Polisi soal Pria Penampar Imam Masjid Saat Shalat Subuh di Pekanbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X