Video Viral Satwa Langka Simpai Disiksa hingga Menjerit-jerit, BKSDA Buru Pelaku

Kompas.com - 01/04/2021, 13:56 WIB
Terlihat sejumlah remaja menyiksa Simpai, satwa langka yang dilindungi negara Foto: Screenshoot videoTerlihat sejumlah remaja menyiksa Simpai, satwa langka yang dilindungi negara

PADANG, KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat memburu video pelaku penganiayaan Simpai yang viral di media sosial.

Saat ini, BKSDA Sumbar sedang menelusuri lokasi kejadian dan mencari pelaku.

"Sedang kita telusuri lokasi dan keberadaan pelaku," kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar, Ade Putra, yang dihubungi Kompas.com, Kamis (1/4/2021).

Ade mengatakan, pihaknya sudah menyebarkan pengumuman untuk mencari keberadaan pelaku.

"Pengumuman sudah kita sebar melalui media sosial.Kita berharap segera ditemukan," kata Ade.

Baca juga: Viral Video Sejumlah Remaja Siksa Satwa Langka Simpai, Ditarik Ekornya hingga Menjerit-jerit, Diduga Terjadi di Sumbar

Ade mengatakan, pelaku terancam hukuman pidana 5 tahun dan denda Rp 100 juta karena melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem," jelas Ade.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sesuai Pasal 21 ayat 2 UURI Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAHE, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati ataupun bagian-bagian tubuhnya serta hasil olahannya.

Baca juga: Penyiksa Satwa Langka Simpai Viral di Medsos, Terancam 5 Tahun Penjara

Ade mengatakan, Simpai adalah salah satu satwa endemik Pulau Sumatera.

Primata dari famili Cercopithecidae ini kerap disebut Simpai atau Surili Sumatera. Daerah sebaran satwa ini terbatas di berada Pulau Sumatera.

Penurunan populasi dan ancaman yang terus terjadi membuat IUCN memasukkannya sebagai spesies Endangered dalam daftar merahnya. CITES juga memasukkannya dalam daftar appendix II.

Baca juga: Makam di Sumbar yang Naik 1,5 Meter Dianggap Mistis, Pengunjung Letakkan Uang Walau Sudah Dilarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemda Lembata NTT Tutup Akses Transportasi

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemda Lembata NTT Tutup Akses Transportasi

Regional
Tak Bisa Tampil, Pekerja Seni Jombang Ada yang Banting Setir Jadi Kuli, Berharap Kelonggaran

Tak Bisa Tampil, Pekerja Seni Jombang Ada yang Banting Setir Jadi Kuli, Berharap Kelonggaran

Regional
KKB Tewaskan Pekerja Bangunan di Yahukimo, Polisi: Kelompok Pimpinan Tendius Gwijangge

KKB Tewaskan Pekerja Bangunan di Yahukimo, Polisi: Kelompok Pimpinan Tendius Gwijangge

Regional
6 Tahun Jadi Buron Kasus Pembunuhan, JN Ditangkap Saat Temani Anak Sekolah, Ini Kronologinya

6 Tahun Jadi Buron Kasus Pembunuhan, JN Ditangkap Saat Temani Anak Sekolah, Ini Kronologinya

Regional
Putusan MA Keluar, Ayah Pemerkosa Anak di Aceh Akhirnya Dihukum 200 Bulan

Putusan MA Keluar, Ayah Pemerkosa Anak di Aceh Akhirnya Dihukum 200 Bulan

Regional
Unik, Ikut Vaksinasi Covid-19 Bisa Dapat Hadiah Kambing, Ini Ceritanya

Unik, Ikut Vaksinasi Covid-19 Bisa Dapat Hadiah Kambing, Ini Ceritanya

Regional
Wagub Babel: Waspada Perkawinan Dini, Ada Anak 10 Tahun Menikah, Punya Anak...

Wagub Babel: Waspada Perkawinan Dini, Ada Anak 10 Tahun Menikah, Punya Anak...

Regional
Cerita di Balik Unggahan Viral Saung Angklung Udjo Lelang Alat Musik

Cerita di Balik Unggahan Viral Saung Angklung Udjo Lelang Alat Musik

Regional
Selundupkan 40 Ton Kulit Sapi dari Timor Leste, Sebuah Kapal Diamankan

Selundupkan 40 Ton Kulit Sapi dari Timor Leste, Sebuah Kapal Diamankan

Regional
Karawang Darurat Covid Malah Ada Kafe Bikin Pesta Ultah, Bupati Cellica Geram: Mereka Tidak Menghargai Nakes

Karawang Darurat Covid Malah Ada Kafe Bikin Pesta Ultah, Bupati Cellica Geram: Mereka Tidak Menghargai Nakes

Regional
Tangis Penjaja Minuman Mengetahui Putranya Raih Adhi Makayasa dari Presiden: Semua Anak Papua Pasti Bisa

Tangis Penjaja Minuman Mengetahui Putranya Raih Adhi Makayasa dari Presiden: Semua Anak Papua Pasti Bisa

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Madiun Matikan Lampu Jalan Pukul 8 Malam

Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Madiun Matikan Lampu Jalan Pukul 8 Malam

Regional
'Akal-akalan' Tempat Hiburan Malam, Pintu Digembok tapi di Dalamnya Ada yang Pesta

"Akal-akalan" Tempat Hiburan Malam, Pintu Digembok tapi di Dalamnya Ada yang Pesta

Regional
Nakes Covid-19 Kelelahan hingga Tertekan, RS dan Puskesmas Bisa Kolaps

Nakes Covid-19 Kelelahan hingga Tertekan, RS dan Puskesmas Bisa Kolaps

Regional
WN Australia yang Ditangkap karena Gunakan Narkoba di NTT Akan Dideportasi

WN Australia yang Ditangkap karena Gunakan Narkoba di NTT Akan Dideportasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X