Cerita Dedi Mulyadi, Kalahkan Subscriber YouTube Ganjar Setelah 3 Tahun, Modal Dasar Bikin Konten Hanya Rp 15.000

Kompas.com - 01/04/2021, 11:20 WIB
Dedi Mulyadi saat menghibur salah satu korban rumah hancur akibat tanah bergeser di Purwakarta, Selasa (23/2/2021). IstimewaDedi Mulyadi saat menghibur salah satu korban rumah hancur akibat tanah bergeser di Purwakarta, Selasa (23/2/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Meraih 1 juta subscriber atau pengikut kanal YouTube bagi Dedi Mulyadi tidak mulus-mulus saja. Butuh waktu 3 tahun bagi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI menjadi YouTuber papan atas.

Hingga Rabu (31/3/2021), subscriber akun YouTube Dedi Mulyadi mampu menyalip Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang saat ini diikuti oleh 928.000 subscriber.

Padahal, sebelumnya jumlah pengikut akun YouTube Dedi Mulyadi berada di bawah Ganjar meski Dedi memulai aktivitas konten YouTube-nya pada 17 November 2017 dan Ganjar pada 20 Maret 2018.

Baca juga: Tembus 1 Juta Subscriber YouTube hingga Salip Ganjar, Dedi Mulyadi: Hasilnya Cukup untuk Bangun Rumah Warga Miskin

Dedi bercerita, ia bersyukur pengikut akun YouTube-nya bertambah signifikan meski butuh waktu selama 3 tahun.

Ia mengakui baru mengoptimasi konten-konten videonya secara lebih serius sekitar 10 bulan yang lalu.

Sehingga, ia bersyukur mendapatkan 1 juta subscriber, hanya terpaut 72.000 subscriber dari Ganjar.

Baca juga: Subscriber YouTube Dedi Mulyadi Tembus 1 Juta, Berapa Pendapatannya Per Bulan?

Modal dasar Rp 15.000

Dedi Mulyadi saat memeluk Rh dan YF, dua bocah Karawang yang bernasib memilukan.Istimewa Dedi Mulyadi saat memeluk Rh dan YF, dua bocah Karawang yang bernasib memilukan.
Ia mengatakan, modal dasar untuk membuat konten YouTube hanya Rp 15.000. Namun, ia tidak memerinci peruntukannya.

Saat ini, pendapatan dari YouTube dialokasikan sebagian untuk biaya produksi hingga diberikan ke warga saat berinteraksi.

Sebab, dengan 1 juta subscriber, Dedi mendapatkan penghasilan lumayan dari akun YouTube-nya itu.

Baca juga: Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Menurut dia, nominal pendapatan dari YouTube tidak menentu setiap bulannya serta sangat tergantung kualitas tayangan.

"Ya, cukuplah untuk membangun rumah janda miskin mah, hehe," kata Dedi kepada Kompas.com, tanpa menyebut nominal penghasilannya dari YouTube.

"Ya, sebagian pendapatannya diputar balik ke sana lagi (ke warga kurang mampu)," tandasnya.

(Penulis: Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Pelajar SMK di Magelang Ditangkap Polisi

Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Pelajar SMK di Magelang Ditangkap Polisi

Regional
Saat Kahiyang Borong Sayur dan Bobby Pantau Harga Jelang Lebaran

Saat Kahiyang Borong Sayur dan Bobby Pantau Harga Jelang Lebaran

Regional
6,7 Kilogram Sabu Akan Diselundupkan ke Dalam Lapas Pakai Drone

6,7 Kilogram Sabu Akan Diselundupkan ke Dalam Lapas Pakai Drone

Regional
Dibakar Hidup-hidup oleh Kekasihnya, Perempuan Muda di Cianjur Meninggal Dunia

Dibakar Hidup-hidup oleh Kekasihnya, Perempuan Muda di Cianjur Meninggal Dunia

Regional
Rindu Buah Hati, Pemudik Bermotor Ini Tolak Diputar Balik: Sudah 6 Tahun Enggak Bisa Kumpul

Rindu Buah Hati, Pemudik Bermotor Ini Tolak Diputar Balik: Sudah 6 Tahun Enggak Bisa Kumpul

Regional
Setubuhi Anak di Bawah Umur, 6 Pria di Bali Ditangkap, Ancam Korban dan Iming-imingi Uang Rp 200.000

Setubuhi Anak di Bawah Umur, 6 Pria di Bali Ditangkap, Ancam Korban dan Iming-imingi Uang Rp 200.000

Regional
Tak Terbendung, 5.031 Pemudik Sudah Sampai di Kampung Halaman Purbalingga

Tak Terbendung, 5.031 Pemudik Sudah Sampai di Kampung Halaman Purbalingga

Regional
Ini Sanksi bagi Warga yang Nekat Melakukan Takbir Keliling di Surabaya

Ini Sanksi bagi Warga yang Nekat Melakukan Takbir Keliling di Surabaya

Regional
Virus Corona di Tanjungpinang Disebut Lebih Ganas, Diduga Jenis Baru

Virus Corona di Tanjungpinang Disebut Lebih Ganas, Diduga Jenis Baru

Regional
Bebas dari Penjara, Mantan Petinggi Sunda Empire Ingin Diangkat Jadi Duta Bangsa dan Selesaikan Konflik KKB

Bebas dari Penjara, Mantan Petinggi Sunda Empire Ingin Diangkat Jadi Duta Bangsa dan Selesaikan Konflik KKB

Regional
Satu ABK Asal Filipina yang Positif Covid-19 di Cilacap Meninggal Dunia

Satu ABK Asal Filipina yang Positif Covid-19 di Cilacap Meninggal Dunia

Regional
Pegawai Honorer Pemprov Jabar Tidak Dapat THR, Ini Penjelasan Sekda

Pegawai Honorer Pemprov Jabar Tidak Dapat THR, Ini Penjelasan Sekda

Regional
Mudik Dilarang, Pelaku Pariwisata: Pusing Banget

Mudik Dilarang, Pelaku Pariwisata: Pusing Banget

Regional
12 Pemudik Dikarantina di Solo Technopark, 2 di Antaranya Positif Covid-19

12 Pemudik Dikarantina di Solo Technopark, 2 di Antaranya Positif Covid-19

Regional
Warga Aceh Diizinkan Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman, Simak Syaratnya

Warga Aceh Diizinkan Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman, Simak Syaratnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X