BI Jabar: Kilang Minyak Balongan Kebakaran, UMKM dan Warung Sekitar Kena Dampaknya

Kompas.com - 01/04/2021, 09:35 WIB
Asap hitam mengepul dari kebakaran tangki minyak T-130G milik PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan Indramayu, Selasa (30/3/2021). Sebelum terbakar kilang ini meledak pada Senin (29/3/2021) kemarin malam diduga karena tersambar petir. KOMPAS.com/ALWIAsap hitam mengepul dari kebakaran tangki minyak T-130G milik PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan Indramayu, Selasa (30/3/2021). Sebelum terbakar kilang ini meledak pada Senin (29/3/2021) kemarin malam diduga karena tersambar petir.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto mengatakan, terbakarnya kilang minyak Balongan di Kabupaten Indramayu tentunya akan berdampak pada ekonomi.

"Kami menyoroti dampaknya kepada masyarakat sekitar. Kami sudah rapat, Kantor BI Cirebon sekarang tengah assesment dampak ke masyarakat seperti apa," ujar Herawanto di Saung Angklung Udjo (SAU) Bandung, Kamis (1/4/2021).

Sejauh ini, sambung Herawanto, kebakaran tersebut berpengaruh pada UMKM dan warung-warung sekitar. Namun karena letaknya tidak dekat, dampaknya pun tidak signifikan.

"Tapi untuk nasional, pengaruhnya besar," ucap Herawanto.

Baca juga: Sebar Hoaks Rumah Pengungsi Kebakaran Tangki Balongan Dijarah, Dua Pria Ditangkap Polisi

Namun, dalam bencana seperti ini, pemerintah memiliki emergency plan (rencana darurat), begitupun Pertamina.

Dalam emergency plan ini ada prioritas pemenuhan, sektor mana yang harus didahulukan. Misalnya, agar gerak industri tidak boleh terganggu, maka ada langkah yang harus dilakukan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mapping koordinasi sudah. Sekarang, rencana emergency plan harus dilakukan," tutur dia.

Baca juga: Pertamina Balongan Belum Hitung Kerugian Terbakarnya 4 Tangki Kilang Minyak

Tak ganggu pasokan BBM ke warga

Sementara itu, ahli ekonomi energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti mengungkapkan terbakarnya kilang minyak Pertamina Balongan tidak terlalu signifikan mengganggu pasokan BBM ke masyarakat.

“Tiga kilang itu berarti sekitar 10-15 persen, secara makro tidak mengalami disrupsi. Itu masih bisa ditangani Pertamina,” ucap dia.

Kapasitas produksi kilang minyak Pertamina Balongan selama ini mencapai 125.000 barel per hari. Disrupsi produksi akibat peristiwa kebakaran tersebut sekitar 10–15 persen.

Baca juga: Selidiki Penyebab Kilang Minyak Balongan Kebakaran, Polisi: Tunggu Api Padam

 

Artinya sekitar 12 ribuan barel produksi yang mengalami disrupsi.

Yayan meyakini, manajemen Pertamina masih mampu mengelola disrupsi ini dengan baik. Artinya, pasokan BBM pasca-terbakarnya tiga kilang tersebut dipastikan aman setidaknya hingga masa setelah Lebaran.

“Kalau kerusakannya di atas 50 persen saya kira baru bisa terdampak,” ujarnya.

Baca juga: Bunyi Ledakan Kembali Terdengar di Kebakaran Kilang Minyak Balongan, Puluhan Orang Kembali Diungsikan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Bocah 10 Tahun Tewas Setelah Digigit Anjing | Wisatawan dari Jakarta Dilarang ke Bandung Raya

[POPULER NUSANTARA] Bocah 10 Tahun Tewas Setelah Digigit Anjing | Wisatawan dari Jakarta Dilarang ke Bandung Raya

Regional
Sosok Neson Murib, Terduga Pemasok Senjata ke KKB, Anak Buah Lekagak Telenggen, Bertransaksi hingga Rp 1,3 Miliar

Sosok Neson Murib, Terduga Pemasok Senjata ke KKB, Anak Buah Lekagak Telenggen, Bertransaksi hingga Rp 1,3 Miliar

Regional
Hasil Tes DNA Keluar, Pasien ODGJ Ternyata Bukan Abrip Asep, Polisi yang Hilang Saat Tsunami Aceh

Hasil Tes DNA Keluar, Pasien ODGJ Ternyata Bukan Abrip Asep, Polisi yang Hilang Saat Tsunami Aceh

Regional
Cerita Ani Kasanah Berjuang Ganti Nama Jadi Anang Sutomo di Pengadilan Negeri Kediri...

Cerita Ani Kasanah Berjuang Ganti Nama Jadi Anang Sutomo di Pengadilan Negeri Kediri...

Regional
Fakta Baru Meninggalnya Wakil Bupati Sangihe, Diduga Komplikasi Penyakit, Ajudan Akan Diperiksa

Fakta Baru Meninggalnya Wakil Bupati Sangihe, Diduga Komplikasi Penyakit, Ajudan Akan Diperiksa

Regional
Fakta Bocah 10 Tahun Tewas Setelah Digigit Anjing, Sempat Demam dan Bertingkah Aneh

Fakta Bocah 10 Tahun Tewas Setelah Digigit Anjing, Sempat Demam dan Bertingkah Aneh

Regional
Perketat PPKM Mikro, Satpol PP akan Masuk ke Desa di Kabupaten Bogor

Perketat PPKM Mikro, Satpol PP akan Masuk ke Desa di Kabupaten Bogor

Regional
'Suaminya Bilang, Jalur Hukum Kami Layani, di Manapun Kami Terima Tantangan Kalian, Bahkan Wali Kota'

"Suaminya Bilang, Jalur Hukum Kami Layani, di Manapun Kami Terima Tantangan Kalian, Bahkan Wali Kota"

Regional
Kabar Lonjakan Kasus Covid-19 di Grobogan hingga 2.000 Persen Dibantah

Kabar Lonjakan Kasus Covid-19 di Grobogan hingga 2.000 Persen Dibantah

Regional
Bayi Perempuan Dibungkus Kain Ihram Dibuang di Teras Warga, Sempat Dikira Kucing

Bayi Perempuan Dibungkus Kain Ihram Dibuang di Teras Warga, Sempat Dikira Kucing

Regional
Undip Terima 3.257 Calon Mahasiswa dari Jalur SBMPTN, Psikologi Jadi Jurusan Favorit

Undip Terima 3.257 Calon Mahasiswa dari Jalur SBMPTN, Psikologi Jadi Jurusan Favorit

Regional
Kasus Covid-19 Kembali Naik, Zona Hijau di Jombang Tinggal 8 Kecamatan

Kasus Covid-19 Kembali Naik, Zona Hijau di Jombang Tinggal 8 Kecamatan

Regional
11 Desa Terpencil di Kepulauan Riau Kini Dialiri Listrik, Rp 38 Miliar Dikucurkan PLN

11 Desa Terpencil di Kepulauan Riau Kini Dialiri Listrik, Rp 38 Miliar Dikucurkan PLN

Regional
Kapolda Babel: 3 Polda dan Mabes Polri Buru Awak 'Kapal Hantu' dan Pemberi Dana

Kapolda Babel: 3 Polda dan Mabes Polri Buru Awak "Kapal Hantu" dan Pemberi Dana

Regional
Kronologi 2 Sepeda Motor Adu Kambing di Turunan Sarangan-Cemoro Sewu yang Mengakibatkan Bayi 7 Bulan Tewas

Kronologi 2 Sepeda Motor Adu Kambing di Turunan Sarangan-Cemoro Sewu yang Mengakibatkan Bayi 7 Bulan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X