Mendagri Tito: 10 Juta Vaksin AstraZeneca yang KIta Pesan Terlambat, gara-gara Covid di India Meledak

Kompas.com - 01/04/2021, 07:20 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat menghadiri vaksinasi massal di Dining Hall komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (31/3/2021). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat menghadiri vaksinasi massal di Dining Hall komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (31/3/2021).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Vaksinasi massal yang dijadwalkan pemerintah Indonesia selesai pada Desember 2021 harus molor selama satu tahun.

Kejadian itu disebabkan karena tertundanya pengiriman 10 juta dosis vaksin AstraZeneca dari India.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pemerintah India melakukan embargo karena adanya lonjakan kasus positif Covid-19 yang tinggi.

Sehingga, mereka tak mengizikan untuk mengimpor vaksin keluar wilayah sementara waktu.

"Grafik di India yang semua turun sekarang menjadi meledak, pemerintah di sana melarang impor vaksin karena dikhususkan untuk mereka dulu. 10 juta vaksin AstraZeneca yang kita pesan mengalami keterlambatan karena pending di India,"kata Tito di Palembang, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian: ASN dan Pegawai BUMN Dilarang Mudik, Ini Masih Pandemi...

Tito menjelaskan, pemerintah Indonesia saat ini menggunakan jalur impor untuk pengadaan vaksin Covid-19.

Adapun vaksin yang disiapkan berasal dari tiga negara, yakni Sinovac berasal dari China, Pfizer dari Amerika Serikat serta AstraZeneca yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII).

Pada Juli 2021, vaksin Pfizer akan tiba di Indonesia dan langsung didistribusikan ke seluruh wilayah.

"Vaksin merah putih diperkirakan selesai akhir desember. Sebelum mengandalkan itu (vaksin merah putih) kita harus impor,"ujarnya.

Baca juga: Rekomendasi Komnas PP KIPI Vaksin AstraZeneca Aman, Pemprov Sulut Lanjutkan Penyuntikan

Menteri Kesehatan membuat time line penyelesaian vaksin berlangsung April 2022. Namun, Presiden meminta vaksinasi selesai untuk 332 juta jiwa pada Desember 2022.

"Targetnya sehari harus 1 juta divaksin, sampai hari ini baru 400 sampai 500 ribu yang divaksin. Mungkin sedikit lambat karena AstraZeneca terpending di India," jelasnya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sederet Aksi Pemudik Protes Diminta Putar Balik, Gelar Orasi hingga Kesurupan di Depan Petugas

Sederet Aksi Pemudik Protes Diminta Putar Balik, Gelar Orasi hingga Kesurupan di Depan Petugas

Regional
Warga Sumut Diizinkan Takbiran di Masjid, Kapasitas Jemaah Maksimal 10 Orang

Warga Sumut Diizinkan Takbiran di Masjid, Kapasitas Jemaah Maksimal 10 Orang

Regional
Petani Belajar Racik Mercon dari YouTube, Kini Terancam 20 Tahun Penjara

Petani Belajar Racik Mercon dari YouTube, Kini Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Positif Antigen, Pemudik dari Karawang Terpaksa Berlebaran di Rusunawa Tegalsari untuk Isolasi

Positif Antigen, Pemudik dari Karawang Terpaksa Berlebaran di Rusunawa Tegalsari untuk Isolasi

Regional
4 Pria Habisi Anggota Keluarganya, Mayat Dibungkus Karung dan Dikubur di Belakang Rumah

4 Pria Habisi Anggota Keluarganya, Mayat Dibungkus Karung dan Dikubur di Belakang Rumah

Regional
Destinasi Wisata Sleman di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup Saat Libur Lebaran

Destinasi Wisata Sleman di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup Saat Libur Lebaran

Regional
Detik-detik 2 Pelajar di Gunungkidul Tewas Tertabrak Avanza, Kendaraan Masuk Sawah

Detik-detik 2 Pelajar di Gunungkidul Tewas Tertabrak Avanza, Kendaraan Masuk Sawah

Regional
Ingin Menerobos Pintu Pelabuhan Merak, Pemudik Berorasi hingga Ditangkap Petugas

Ingin Menerobos Pintu Pelabuhan Merak, Pemudik Berorasi hingga Ditangkap Petugas

Regional
Libur Lebaran di Semarang, Obyek Wisata Ditutup, Rumah Makan Boleh Buka

Libur Lebaran di Semarang, Obyek Wisata Ditutup, Rumah Makan Boleh Buka

Regional
Kendaraan Wisatawan Terjaring Penyekatan di Puncak Bogor, Petugas Temukan Surat Antigen Kedaluwarsa

Kendaraan Wisatawan Terjaring Penyekatan di Puncak Bogor, Petugas Temukan Surat Antigen Kedaluwarsa

Regional
Wali Kota Bobby: Covid-19 di India Jadi Pelajaran, Salah Satunya karena Kegiatan Keagamaan

Wali Kota Bobby: Covid-19 di India Jadi Pelajaran, Salah Satunya karena Kegiatan Keagamaan

Regional
Kemenag Gunungkidul Larang Takbir Keliling, Imbau Khatib Shalat Id Tidak dari Luar Daerah

Kemenag Gunungkidul Larang Takbir Keliling, Imbau Khatib Shalat Id Tidak dari Luar Daerah

Regional
Tidak Ada RT Zona Merah, Shalat Id Diperbolehkan di Seluruh Wilayah Kabupaten Blitar

Tidak Ada RT Zona Merah, Shalat Id Diperbolehkan di Seluruh Wilayah Kabupaten Blitar

Regional
Besok, Masjid Agung Solo Gelar Shalat Id dengan Protokol Kesehatan Ketat, Simak Ketentuannya

Besok, Masjid Agung Solo Gelar Shalat Id dengan Protokol Kesehatan Ketat, Simak Ketentuannya

Regional
Resmi Menjabat, Plt Bupati Nganjuk: Otak Saya Bukan Pejabat, Saya Pelayan Rakyat

Resmi Menjabat, Plt Bupati Nganjuk: Otak Saya Bukan Pejabat, Saya Pelayan Rakyat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X