Kisah Sukses Septrina Jual 10.000 Botol "Skincare" Tanpa Modal, Ini Rahasianya

Kompas.com - 01/04/2021, 06:27 WIB
Pemilik Jarkeen, Septrina Rams Chhetri (27 tahun). KOMPAS.com/RENI SUSANTIPemilik Jarkeen, Septrina Rams Chhetri (27 tahun).

BANDUNG, KOMPAS.com – Jarkeen. Pecinta skincare mungkin mengenal nama tersebut. Produk lokal asal Bandung yang viral belum lama ini.

Dalam sebulan, serum produksinya terjual 10.000 botol. Begitupun dengan produk skincare lainnya, laris manis.

Keberhasilan ini, membuat pemilik Jarkeen, Septrina Rams Chhetri (27 tahun) semakin fokus menekuni dunia bisnis.

Kini ia memiliki Rams Company (Ramsco) sebagai holding yang menaungi fesyen unisex Upper Most dan Vlinder untuk busana cewek.

“Saya mulai bisnis skincare tahun 2018, tanpa modal, karena sistemnya PO,” ujar Septrina kepada Kompas.com saat membuka toko barunya di Paskal 23 Bandung, Selasa (30/3/2021).

Ternyata banyak yang cocok dengan serum produksinya. Hingga antrean pun panjang dan viral di media sosial.

Baca juga: Surya Sukses Bawa Cincin Perak Kotagede Tembus Pasar AS, Kolaborasi dengan Seniman dan Merek Lokal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Laris jualan skincare hingga bisa beli mobil mewah, bermula dari ketidaksengajaan

Septrina menceritakan, Jarkeen lahir dengan tidak sengaja. Saat itu, profesinya sebagai beauty vlogger membuat kulitnya rusak.

Selama enam bulan, wajahnya breakout dan jerawatan parah. Ia sudah mencoba berbagai dokter kulit di Indonesia dan Singapura, namun sulit sembuh.

Hingga suatu hari ia bertemu dermatologis yang memberikan serum buatan Indonesia. Setelah memakainya, kulitnya makin membaik dan terjaga dengan baik.

Pengalamannya ini ia bagikan kepada followernya tahun 2018. Niat awalnya untuk berbagi pengalaman dan siapa tahu bisa membantu orang dengan masalah yang sama.

Tak disangka, serum yang dibuat berdasarkan hasil diskusi dirinya dan dermatologis membawa keberuntungan. Banyak yang tertarik dengan serum tersebut.

Dari keuntungannya, ia memiliki properti, mobil mewah, banyak karyawan, dan beberapa brand hasil pengembangan bisnisnya.

Nama Septrina pun diidentikkan dengan perempuan cantik, muda, terkenal, berpendidikan, tajir, dan sukses.

Baca juga: Joko Sukses Usaha Kaktus Hias Saat Pandemi, Permintaan Menggila, Omzet hingga Rp 80 Juta Per Bulan

 

Terbiasa bekerja sejak masih sekolah

Namun tidak banyak yang tahu, pencapaiannya saat ini adalah buah kerja kerasnya sejak kecil. Mental pengusahanya sekarang, terbentuk sejak ia tinggal di Australia.

“Ayah dan ibuku cerai saat usiaku 12 tahun. Lalu aku ikut papah ke Australia,” tutur dia.

Di Australia, Septrina hanya bisa menelpon ibunya seminggu sekali. Sisanya ia habiskan dengan menangis.

Untuk menyibukkan diri, ia memutuskan kerja part time sepulang sekolah. Uang hasil part time akan ditabung untuk pulang ke Indonesia.

Segala jenis pekerjaan ia lakoni. Mulai dari baby sitter, membuat kopi di restoran, hingga bekerja di farmasi.

Baca juga: Jual Pentol Goreng, Omzet Ibu Rumah Tangga Ini Capai Rp 4 Juta Per Hari

Suka menahan lapar agar bisa menabung

Jam bekerjanya dari pukul 15.00-19.00, setelah ia sekolah pukul 08.00-14.00 WIB. Jika waktu gajian tiba, ia akan menyimpan semua uangnya di bawah bantal.

Bukan hanya uang gajian yang ia simpan di bawah bantal. Sisa uang sakunya sebesar 5 dollar Australia ia simpan di bawah bantal.

Ia mengaku, dari uang jajan 5 dollar, hanya membelanjakannya 1 dollar untuk membeli jus. Ia kerap memanfaatkan makanan di rumah dan menahan lapar agar sisa uangnya bisa ditabung.

Suatu hari, uang di bawah bantal yang sudah penuh itu diketahui ibu sambungnya. Lalu Septrina dilaporkan ke ayahnya dan dibilang tidak perlu diberi uang jajan. Mendengar itu, ia sedih.

Menginjak SMA, hubungannya dengan ibu sambung yang kurang baik ditambah kerinduannya akan Indonesia, membuat keinginannya untuk kembali ke Indonesia semakin besar.

Baca juga: Pemuda Ini Sebulan Raup Omzet Belasan Juta dari Jualan Baju Bekas

 

Tabungan Rp 30 juta, nekat pulang ke Indonesia

Ia kemudian pindah ke Indonesia saat kelas 3 SMA.

Uang yang ia kumpulkan di Australia, ia tukarkan ke rupiah menjadi Rp 30 juta.

Uang itu kemudian ia nikmati bersama ibunya.

“Aku beli TV, beli keperluan yang kami (Septrina dan ibunya) ga punya,” imbuhnya.

Baca juga: Buat Program Belajar Gratis dan Dibayar, Omzet D-Tech Capai Rp 1,5 Miliar Per Bulan

 

Ucapkan shalawat saat ada yang diinginkan

Di Indonesia, jiwa enterpreunernya terus menggebu-gebu. Ia pernah berjualan di Cisangkuy atau bekerja sebagai admin, shipper, finance, dan lain-lain.

Sebagai alat transportasi ia menggunakan angkot, kemudian meningkat menjadi motor.

Jika ada mobil Honda Jazz lewat, ia akan membaca shalawat sebagai doa suatu hari nanti bisa membeli mobil seperti itu.

“Pas zamannya BlackBerry, aku pakainya handphone yang mirip BlackBerry karena enggak mampu beli,” imbuh dia.

Jadi "Beauty Vloger"

Saat duduk di bangku kuliah jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan (Unpar), perempuan kelahiran Bandung, 6 September 1992 mulai merambah dunia modeling.

“Ibuku model catwalk. Jadi ada obsesi anaknya mengikuti jejak dia. Akhirnya aku jadi model-model gitu. Pernah jadi bintang iklan, main FTV, dan 10 besar Putri Indonesia Jawa Barat” ucapnya.

Dari berbagai kesibukan ini, rupiah demi rupiah masuk ke rekeningnya. Lagi-lagi, karena ia terbiasa menabung sejak kecil, tak terpikir olehnya untuk hedon.

Semua proses itu ia nikmati. Seolah tak mengenal kata lelah, ia menerima endorse dari berbagai merk produk kecantikan.

 

Rahasia sukses: nikmatilah prosesnya...

Pengalamannya ini pula yang membuatnya sukses membangun brand kecantikan, Jarkeen. Untuk itu ia berpesan kepada pemula, untuk menikmati semua proses.

Sebab link yang didapat dari setiap pekerjaan, akan bermanfaat di masa depan. Selain itu, kunci suksesnya adalah kualitas produk dan teruslah berinovasi.

“Walau produk lokal, kami berikan kualitas terbaik. Kami gunakan teknologi Jepang dengan beberapa ingredient yang impor dari Amerika, Italia, dan Jepang,” ucap dia.

SDM yang solid, kunci bisnis langgeng

Rahasia kesuksesan Septrina lainnya adalah tim yang solid. Buatnya, SDM merupakan asset perusahaan.

Karena tim ini pulalah, Septrina berhasil melalui masa sulit pandemi dengan baik.

Meski penjualan sempat turun 20 persenan, namun ia berhasil melewatinya tanpa PHK karyawan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KAI Daop 4 Kembali Operasikan 2 KA Lokal, Penumpang Wajib Vaksin Dosis Pertama

KAI Daop 4 Kembali Operasikan 2 KA Lokal, Penumpang Wajib Vaksin Dosis Pertama

Regional
Senangnya Warga Cilacap Dapat Kaus dari Jokowi

Senangnya Warga Cilacap Dapat Kaus dari Jokowi

Regional
Kasus Perusakan Batu Nisan di Pemakaman Muslim Sukoharjo Berakhir Damai

Kasus Perusakan Batu Nisan di Pemakaman Muslim Sukoharjo Berakhir Damai

Regional
Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah, Disdik Blora Terapkan Kebijakan Tes Antigen Acak kepada Siswa dan Guru

Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah, Disdik Blora Terapkan Kebijakan Tes Antigen Acak kepada Siswa dan Guru

Regional
Kabel Laut Sumatera - Bangka Akan Terhubung, Ini Beragam Manfaatnya

Kabel Laut Sumatera - Bangka Akan Terhubung, Ini Beragam Manfaatnya

Regional
Pemkab Ciamis Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah Gratis

Pemkab Ciamis Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah Gratis

Regional
Sempat Mengapung Pakai Jeriken dan Tenggelam, Syahrul Ditemukan Tewas Sehari Kemudian

Sempat Mengapung Pakai Jeriken dan Tenggelam, Syahrul Ditemukan Tewas Sehari Kemudian

Regional
Sekda Kalsel Ungkap 5 SKPD Lamban Selesaikan Aduan Masyarakat

Sekda Kalsel Ungkap 5 SKPD Lamban Selesaikan Aduan Masyarakat

Regional
Situasi di Kiwirok Tidak Kondusif, Kapolda Papua: Kalau Warga Ingin Dievakuasi, Kita Evakuasi

Situasi di Kiwirok Tidak Kondusif, Kapolda Papua: Kalau Warga Ingin Dievakuasi, Kita Evakuasi

Regional
Kabupaten Sumba Timur Masuk PPKM Level 3 di Inmendagri, Bupati: Diberi Kesempatan Terapkan Level 2, tapi...

Kabupaten Sumba Timur Masuk PPKM Level 3 di Inmendagri, Bupati: Diberi Kesempatan Terapkan Level 2, tapi...

Regional
Pesan Mesra Berujung Prahara, Selingkuhan Istri Dilabrak Suami, lalu Dianiaya secara Sadis

Pesan Mesra Berujung Prahara, Selingkuhan Istri Dilabrak Suami, lalu Dianiaya secara Sadis

Regional
Muncul Klaster Sekolah di Jateng, Wonogiri Belum Pastikan Gelar PTM Terbatas

Muncul Klaster Sekolah di Jateng, Wonogiri Belum Pastikan Gelar PTM Terbatas

Regional
Penyerang Ustaz Abu Syahid Chaniago di Batam Diduga Depresi

Penyerang Ustaz Abu Syahid Chaniago di Batam Diduga Depresi

Regional
Terlibat Kasus Narkotika, Tiga Peracik Tembakau Sintetis Ditangkap di Bandung

Terlibat Kasus Narkotika, Tiga Peracik Tembakau Sintetis Ditangkap di Bandung

Regional
Ini Penyebab Kura-kura Leher Ular Rote Asal NTT Bisa Sampai ke Luar Negeri

Ini Penyebab Kura-kura Leher Ular Rote Asal NTT Bisa Sampai ke Luar Negeri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.