Pemkot Surabaya Rilis Aplikasi WargaKu, Warga Bisa Laporkan Keluhan Terkait Pelayanan, Ini Fiturnya...

Kompas.com - 31/03/2021, 19:51 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merilis aplikasi WargaKu. Aplikasi berbasis android ini berfungsi sebagai media pengaduan dan layanan untuk warga Kota Surabaya.

Aplikasi itu digunakan sebagai media untuk menyampaikan kritik, saran, permohonan informasi, keluhan, hingga apresiasi kepada Pemkot Surabaya.

"Pemerintah Kota Surabaya tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun kota. Untuk itu, perlu peran serta masyarakat, salah satunya dari mendengarkan masukan-masukan warganya," kata Eri saat dikonfirmasi, Rabu (31/3/2021).

Dengan aplikasi ini, kata Eri, semua keluhan layanan publik bisa dilaporkan. Seperti, pengurusan administrasi kependudukan, jalan berlubang, saluran air, hingga genangan atau banjir. 

"Laporkan keluhan kamu secara daring melalui aplikasi ini. Aplikasi ini akan meneruskannya agar segera ditindaklanjuti instansi terkait," terang Eri.

Melalui aplikasi ini, pelapor beserta instansi terkait juga dapat saling berinteraksi dan memantau status pengaduan.

Baca juga: Ingat Lagi 7 Janji Eri Cahyadi Saat Pilkada Surabaya dan Target 100 Hari Kerja

Apabila dalam 1×24 jam keluhan warga tidak ditanggapi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau instansi tersebut, maka keluhan itu langsung masuk ke gawai milik Eri Cahyadi.

"Melalui aplikasi ini, pemerintah akan selalu hadir. Akan selalu ada," tegas dia.

Digagas Eri Cahyadi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M Fikser menjelaskan, aplikasi WargaKu ini digagas langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Menurut dia, Eri Cahyadi menginginkan respons cepat dari OPD terhadap keluhan yang masuk ke pemkot.

"Jadi latar belakang aplikasi ini adalah Pak Wali Kota ingin adanya respons cepat dari OPD. Beliau (wali kota) inginnya respons cepat atau penanganan itu langsung dari OPD yang berwenang," kata Fikser.

Fikser mencontohkan, saat seorang warga melihat jalan berlubang di Surabaya, bisa langsung dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Pematusan (DPUBMP) lewat aplikasi itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Home Industry Miras Oplosan di Palembang Digerebek, Ratusan Botol Disita

Home Industry Miras Oplosan di Palembang Digerebek, Ratusan Botol Disita

Regional
Pulau Lae-lae: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pulau Lae-lae: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Ganjar Kenang Sosok Buya Syafii Maarif: Bapak Bangsa yang 'Ngayomi dan Ngayemi'

Ganjar Kenang Sosok Buya Syafii Maarif: Bapak Bangsa yang "Ngayomi dan Ngayemi"

Regional
Terekam CCTV, Angggota DPR Benny K Harman Diduga Tampar Karyawan Restoran di Labuan Bajo, Keduanya Saling Lapor Polisi

Terekam CCTV, Angggota DPR Benny K Harman Diduga Tampar Karyawan Restoran di Labuan Bajo, Keduanya Saling Lapor Polisi

Regional
Sambangi SMAN 9 Bandar Lampung, Bobby Nasution Langsung Kunjungi Ruang BK: Kenangan Dikejar Kepsek

Sambangi SMAN 9 Bandar Lampung, Bobby Nasution Langsung Kunjungi Ruang BK: Kenangan Dikejar Kepsek

Regional
Takut Diperkosa untuk Kedua Kalinya, Seorang Gadis Cekik Leher Ayah Tiri dan Lompat dari Motor

Takut Diperkosa untuk Kedua Kalinya, Seorang Gadis Cekik Leher Ayah Tiri dan Lompat dari Motor

Regional
Lion Air Tinggalkan 10 Penumpang dari Bengkulu Gara-gara Ganti Pesawat

Lion Air Tinggalkan 10 Penumpang dari Bengkulu Gara-gara Ganti Pesawat

Regional
Kisah Devi, PMI Asal Sumbawa yang Diduga Dianiaya oleh Majikan di Lybia, Kirim Foto Luka Bakar ke Ayahnya

Kisah Devi, PMI Asal Sumbawa yang Diduga Dianiaya oleh Majikan di Lybia, Kirim Foto Luka Bakar ke Ayahnya

Regional
Rumah Panggung Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Bima Tewas

Rumah Panggung Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Bima Tewas

Regional
Pasar Hewan Ditutup Imbas PMK, Pedagang Kambing di Blora Alami Kerugian

Pasar Hewan Ditutup Imbas PMK, Pedagang Kambing di Blora Alami Kerugian

Regional
PT KAI Bantah Minta Uang Ganti Rugi dari Minibus Tertabrak Kereta: Sudah 'Clear'

PT KAI Bantah Minta Uang Ganti Rugi dari Minibus Tertabrak Kereta: Sudah "Clear"

Regional
Gempa M 6,5 di Maluku Barat Daya Rusak Rumah Warga dan Bangunan Sekolah

Gempa M 6,5 di Maluku Barat Daya Rusak Rumah Warga dan Bangunan Sekolah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 27 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 27 Mei 2022

Regional
Ingin Bunuh Diri Bersama, Ibu di Grobogan Campur Racun Tikus ke Sarapan Anaknya

Ingin Bunuh Diri Bersama, Ibu di Grobogan Campur Racun Tikus ke Sarapan Anaknya

Regional
Guru Mengaji Presiden Jokowi, Gus Karim Kenang Buya Syafii Maarif sebagai 'Gus Dur-nya Muhammadiyah'

Guru Mengaji Presiden Jokowi, Gus Karim Kenang Buya Syafii Maarif sebagai "Gus Dur-nya Muhammadiyah"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.