Usaha Pembuatan Tungku di Cianjur, Eksis Produksi di Masa Pandemi

Kompas.com - 31/03/2021, 09:36 WIB
Kegiatan pembuatan tungku dari tanah liat di Kampung Ciluncat, Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Industri kerajinan tembikar ini sudah eksis puluhan tahun dan menjadi usaha keluarga secara turun temurun. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANKegiatan pembuatan tungku dari tanah liat di Kampung Ciluncat, Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Industri kerajinan tembikar ini sudah eksis puluhan tahun dan menjadi usaha keluarga secara turun temurun.

Kokom (60), perajin lainnya menyebut, dalam sehari dia bisa mengerjakan 10-15 tungku. 

Untuk proses pengerjaan sampai tungku siap jual bisa memakan waktu selama seminggu.

Namun, jika cuaca tidak mendukung, maka prosesnya bisa berminggu-minggu.

“Kalau cuaca kurang bagus, seperti hujan terus, bisa 2 minggu lebih sebelum bisa dibakar,” ujar Kokom.

Baca juga: Tips Usaha Minuman Kekinian, Harga Mulai Rp 5.000, Omzet Per Bulan Bisa Rp 60 Juta (2)

Di usianya yang sudah tak muda lagi, Kokom tidak merasa kesulitan dalam proses produksi tungku.

Namun, jika ada mesin atau alat pengaduk, Kokom merasa pekerjaannya akan sangat terbantu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ya bagusnya memang ada mesin molen buat mengaduk bahan bakunya, karena selama ini dikerjakan manual. Jadinya tanggel (sukar) dan makan waktu,” ucap dia.

Kualitas tungku sudah diakui

Kendati proses pembuatan tungku ini masih dikerjakan secara manual, dari segi kualitas, produknya telah diakui pasar.

Pesanan tungku Ciluncat tak hanya dari Cianjur, melainkan dari berbagai daerah seperti Bandung, Bogor, Sukabumi, Subang, Purwakarta, hingga ke Provinsi Banten.

“Karena kualitasnya yang sudah diakui pasar itulah, tungku dari kampung ini masih terus berproduksi hingga sekarang,” kata Kepala Desa Cibadak Elan Hermawan kepada Kompas.com, Senin (29/3/2021).

Elan menuturkan, kendati jumlah perajin menurun dari waktu ke waktu, hingga kini mayoritas warga masih menekuni industri rumahan tersebut.

“Bahkan, selama setahun pandemi mereka tetap berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar,” ucap Elan.

Selaku pejabat pemerintahan setempat, pihaknya terus memberikan dukungan, baik melalui kebijakan maupun pengalokasian anggaran.

“Tadi saya bicara dengan perajin, mereka membutuhkan alat seperti molen untuk mempermudah dan meningkatkan produksi. Kita akan coba sediakan,” kata Elan.

“Ini sudah masuk anggaran. kita dorong untuk kerja sama dengan Bumdes,” kata dia.

Elan bertekad, ke depannya tungku Ciluncat bisa menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Cianjur, kendati selama ini belum pernah mendapat sentuhan dari pemerintah daerah.

“Tak hanya bentuk yang sudah ada. Namun, ke depan akan coba dengan bentuk yang lain, seperti kendi, vas dan lainnya. Kaum mudanya juga sedang kita dorong untuk melestarikan usaha turun temurun ini,” ucap Elan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Remaja Yatim Piatu Diperkosa lalu Ditinggal di Kebun Sawit Tanpa Busana

Remaja Yatim Piatu Diperkosa lalu Ditinggal di Kebun Sawit Tanpa Busana

Regional
Ekspor Pinang ke Arab Saudi, Petani Hasilkan Rp 84 Juta Setiap Bulan

Ekspor Pinang ke Arab Saudi, Petani Hasilkan Rp 84 Juta Setiap Bulan

Regional
Donasi Pembaca Kompas Ringankan Beban Buruh Gendong di Yogyakarta

Donasi Pembaca Kompas Ringankan Beban Buruh Gendong di Yogyakarta

Regional
Derita Warga Sikka, Harus Naik Turun Bukit Sejauh 4 Kilometer demi Air Bersih

Derita Warga Sikka, Harus Naik Turun Bukit Sejauh 4 Kilometer demi Air Bersih

Regional
Truk Terguling di Kawasan Tambang, Marjuki Tertimbun Pasir Batu yang Diangkutnya Sendiri, Ini Kronologinya

Truk Terguling di Kawasan Tambang, Marjuki Tertimbun Pasir Batu yang Diangkutnya Sendiri, Ini Kronologinya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 25 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 25 September 2021

Regional
Kesal karena Mahar Kawin Rp 15 Juta, Pria Ini Aniaya Calon Istri, Ancam Ceraikan Usai Pernikahan

Kesal karena Mahar Kawin Rp 15 Juta, Pria Ini Aniaya Calon Istri, Ancam Ceraikan Usai Pernikahan

Regional
Aparat Keamanan Bertambah, KKB Disebut Mulai Bergeser dari Pusat Distrik Kiwirok

Aparat Keamanan Bertambah, KKB Disebut Mulai Bergeser dari Pusat Distrik Kiwirok

Regional
Azis Syamsuddin Jadi Tersangka, Ketua RT: Dua Mobilnya Sudah Enggak Ada Sejak Dipanggil Pertama

Azis Syamsuddin Jadi Tersangka, Ketua RT: Dua Mobilnya Sudah Enggak Ada Sejak Dipanggil Pertama

Regional
Motif Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar, Kesal Sering Diusir Saat Tidur

Motif Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar, Kesal Sering Diusir Saat Tidur

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 September 2021

Regional
Modus Baru Rampok di Medan, Pura-pura jadi Debt Collector

Modus Baru Rampok di Medan, Pura-pura jadi Debt Collector

Regional
Viral Video Siswa SMP Dikeroyok di Jalan hingga Babak Belur, Rekan Lewat Tak Berani Menolong

Viral Video Siswa SMP Dikeroyok di Jalan hingga Babak Belur, Rekan Lewat Tak Berani Menolong

Regional
Pemuda Ini Bakar Mimbar Masjid Raya Makassar karena Kesal Sering Dimarahi Takmir

Pemuda Ini Bakar Mimbar Masjid Raya Makassar karena Kesal Sering Dimarahi Takmir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.