Ganjar Siapkan Tempat Isolasi untuk Warga yang Nekat Mudik Lebaran

Kompas.com - 30/03/2021, 18:50 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan skenario untuk mengantisipasi apabila ada warga yang mudik ke Jateng menjelang hari raya Lebaran.

Warga perantuan yang nekat mudik ke Jawa Tengah itu bakal disiapkan tempat isolasi mandiri terpusat.

"Sudah pasti (tempat isolasi) enggak bisa enggak. Tidak hanya isolasi mandiri terpusat yang disiapkan bupati/wali kota, kades, tapi juga tempat khusus termasuk di rumah sakit. Kalau kemarin tempat isolasi ingin digeser saya bilang tahan dulu. Setidaknya sampai setelah Lebaran," jelas Ganjar usai rapat terkait situasi dan kondisi terkini Jawa Tengah di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, Ganjar Bakal Koordinasi dengan DKI dan Jabar

Kendati demikian, Ganjar mendorong masyarakat Jawa Tengah yang ada di perantauan untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini.

Sebab, meskipun kondisi Covid-19 mulai menurun namun gelombang kedua Covid-19 di Jawa Tengah perlu diantisipasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya mendorong masyarakat tidak usah mudik ya, mumpung ini (Covid-19) lagi turun bagus. Sabar sebentar, ini kalau bisa dijaga kita akan bisa lebih cepat," ucapnya.

Menurut Ganjar, kesabaran dalam menahan diri untuk tidak mudik merupakan kontribusi besar bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan.

"Ingat pengalaman di Perancis dan India yang saat ini lagi naik. Jangan sampai terjadi. Tadi pagi saya juga habis ngobrol dengan KBRI di Kanada, ternyata kondisinya juga lagi naik. Maka kalau warga Jateng bisa menjaga untuk tidak mudik itu bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara," ungkapnya.

Baca juga: Pascabom Makassar, Ganjar Imbau Masyarakat Tak Perlu Takut Beribadah Paskah

Ganjar menyarankan apabila ada warga yang hendak pulang ke kampung halaman bisa dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Kalau pulang sekarang, dua orang tiga orang pulang mau nyekar, nyadran, ketemu orangtuanya menurut saya masih boleh kok enggak dilarang kan. Tapi enggak usah rombongan nanti. Kalau rombongan itu yang berbahaya. Kalau satu, dua mau pulang hari ini masih boleh. Silakan jaga prokes jaga kesehatan biar bisa aman dan nyaman semuanya," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Mengantuk, Pengemudi Avanza Tabrak Pengendara Sepeda Motor, Satu Tewas

Diduga Mengantuk, Pengemudi Avanza Tabrak Pengendara Sepeda Motor, Satu Tewas

Regional
Temuan LIPI, Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk Jabar via Karawang, Warga Diimbau di Rumah Saja

Temuan LIPI, Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk Jabar via Karawang, Warga Diimbau di Rumah Saja

Regional
Awali Haul Bung Karno, 6 Agama Gelar Doa di Makam Sang Pejuang Keragaman Kebudayaan Nusantara

Awali Haul Bung Karno, 6 Agama Gelar Doa di Makam Sang Pejuang Keragaman Kebudayaan Nusantara

Regional
2 Pria Berkejaran dan Saling Bacok di Halaman Gereja, 1 Tewas dan 1 Luka Parah, Umat Lari Berhamburan

2 Pria Berkejaran dan Saling Bacok di Halaman Gereja, 1 Tewas dan 1 Luka Parah, Umat Lari Berhamburan

Regional
Toleransi di Sepiring Sate Kerbau di Kota Kudus

Toleransi di Sepiring Sate Kerbau di Kota Kudus

Regional
Viral Video Pemuda Tantang Pegang Mayat Pasien Covid-19, Bilang 'Kalau Saya 2 Hari Mati Berarti Covid Ada'

Viral Video Pemuda Tantang Pegang Mayat Pasien Covid-19, Bilang "Kalau Saya 2 Hari Mati Berarti Covid Ada"

Regional
Viral, Video Warga Karantina BPWS Bangkalan Berorasi, Desak Petugas Tanda Tangan dan Mengancam Pulang

Viral, Video Warga Karantina BPWS Bangkalan Berorasi, Desak Petugas Tanda Tangan dan Mengancam Pulang

Regional
Susuri Sungai dan Terobos Hutan demi Kembalikan Orangutan 'Gisel' ke Habitatnya

Susuri Sungai dan Terobos Hutan demi Kembalikan Orangutan "Gisel" ke Habitatnya

Regional
Terjebak Banjir Bandang, Pria Ini Berdiri di Atas Batu Selama 1 Jam, Ini Detik-detik Penyelamatannya

Terjebak Banjir Bandang, Pria Ini Berdiri di Atas Batu Selama 1 Jam, Ini Detik-detik Penyelamatannya

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Kulon Progo, Dipicu Klaster Perkantoran hingga Hajatan

Lonjakan Kasus Covid-19 di Kulon Progo, Dipicu Klaster Perkantoran hingga Hajatan

Regional
Pemkab Bangkalan Keluarkan Kebijakan SIKM bagi Pelintas Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Kamal

Pemkab Bangkalan Keluarkan Kebijakan SIKM bagi Pelintas Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Kamal

Regional
Cerita Para Anak Muda Bertemu Teman Beda Agama, dari Bahai hingga Singh

Cerita Para Anak Muda Bertemu Teman Beda Agama, dari Bahai hingga Singh

Regional
Penuhi Pangan Ratusan Orang Isolasi Mandiri di Tegal, Polisi Buat Dapur Umum

Penuhi Pangan Ratusan Orang Isolasi Mandiri di Tegal, Polisi Buat Dapur Umum

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penjaga Pintu Air Hilang Diseret Buaya | Penjual Cilok Sukses Punya 3 Apartemen

[POPULER NUSANTARA] Penjaga Pintu Air Hilang Diseret Buaya | Penjual Cilok Sukses Punya 3 Apartemen

Regional
Polda Sumbar Perpanjang Vaksinasi Gratis hingga 30 Juni, Ini Cara Daftar, Lokasi dan Syaratnya

Polda Sumbar Perpanjang Vaksinasi Gratis hingga 30 Juni, Ini Cara Daftar, Lokasi dan Syaratnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X