Cerita Warga soal Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar, Tegur Ibu Gelar Ritual Barasanji dan Kaget Tiba-tiba Nikah

Kompas.com - 30/03/2021, 17:13 WIB
Petugas mengangkat kantong jenazah berisi bagian tubuh dari terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Bagian tubuh jenazah tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Indra Abriyanto/AP/wsj. ANTARA FOTO/Indra ArbiyantoPetugas mengangkat kantong jenazah berisi bagian tubuh dari terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Bagian tubuh jenazah tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Indra Abriyanto/AP/wsj.

KOMPAS.com - Pelaku pengeboman bunuh diri berinisial L dikenal sosok pendiam oleh warga di Jalan Tinumbu I Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut para tetangga, sikap L berubah sejak yang bersangkutan berhenti kuliah.

"Berubah, dia sering pulang malam, terus sudah tidak mau bergaul sama warga di sini. Dulu memang pendiam, tapi masih mau kumpul," kata Hamka, Ketua RW 1 Kelurahan Bunga Ejaya, dilansir dari Tribunnews.

Perubahan sikap itu, menurut Hamka, semakin kentara ketika L menikah. Warga saat itu tak tahu kapan L melangsungkan pernikahan.

"Tiba-tiba menikah, tidak tahu orang mana itu (istrinya), kami tidak tahu karena tidak menikah lewat pemerintah atau menikah siri," katanya.

Baca juga: Pascabom Makassar, Ganjar Imbau Masyarakat Tak Perlu Takut Beribadah Paskah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tegur ibu soal ritual

Setelah menikah, kata Hamka, sikap L bertambah keras. Bahkan, L sering menegur ibunya sendiri jika melakukan ritual adat seperti barzanji.

"Dia selalu tegur orang tuanya kalau barzanji, katanya bid'ah, tidak boleh. Bahkan Lukman ini tidak mau makan ayam atau sapi kalau bukan dia sendiri yang potong," tuturnya.

Diduga karena terus berselisih paham, menurut Hamka, L dan istrinya memilih pindah rumah.

"Sudah pindah di lorong sebelah, yang tadi digerebek itu, bahkan didapat ada 5 peluru," terang Hamka.

Baca juga: Beredar Surat Wasiat Pelaku Bom Bunuh Diri di Secarik Kertas, Ini Kata Polisi

Kejutkan warga

Polisi di rumah terduga pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). Polisi di rumah terduga pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021).

Warga tak menyangka L menjadi pelaku pengeboman bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Selama ini, menurut Hamka, L hanya aktif dalam pengajian.

"Tidak ada yang menyangka, kami kira cuma ikut pengajian-pengajian saja. Ternyata pas ada berita bilang kalau dia warga sini, inisial L, di situ kami langsung tahu kalau itu Lukman sama istrinya," katanya.

Baca juga: Kisah Korban Selamat Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Motor Sampai Oleng karena Ledakan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerap Berpergian ke Luar Kota, 7 ASN Cianjur Positif Covid-19

Kerap Berpergian ke Luar Kota, 7 ASN Cianjur Positif Covid-19

Regional
Bikin Video Menghina Polisi dan Banser, Seorang Pemuda Ditangkap

Bikin Video Menghina Polisi dan Banser, Seorang Pemuda Ditangkap

Regional
Work From Bali Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Sandiaga Uno

Work From Bali Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Sandiaga Uno

Regional
Perawat yang Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 Alami Luka Memar, Wabup Garut: Tak Boleh Terulang Lagi

Perawat yang Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 Alami Luka Memar, Wabup Garut: Tak Boleh Terulang Lagi

Regional
Sebuah Yayasan Pendidikan di Bandung Diduga Lakukan Penistaan Agama, Ini Kata Polisi

Sebuah Yayasan Pendidikan di Bandung Diduga Lakukan Penistaan Agama, Ini Kata Polisi

Regional
19 Warga di Satu Perumahan Positif Covid-19 Setelah Arisan, 2 di Antaranya Meninggal

19 Warga di Satu Perumahan Positif Covid-19 Setelah Arisan, 2 di Antaranya Meninggal

Regional
Usai 3 Hajatan Pernikahan dan Dangdutan, 60 Warga di Kulon Progo Positif Covid-19

Usai 3 Hajatan Pernikahan dan Dangdutan, 60 Warga di Kulon Progo Positif Covid-19

Regional
147 Orang Jalani Tes Swab Jelang Yadnya Kasada 2021, Akses Menuju Bromo Ditutup

147 Orang Jalani Tes Swab Jelang Yadnya Kasada 2021, Akses Menuju Bromo Ditutup

Regional
Kronologi Santri Tewas Dikeroyok 4 Rekannya, Berawal Mengaku Curi Uang Rp 100.000

Kronologi Santri Tewas Dikeroyok 4 Rekannya, Berawal Mengaku Curi Uang Rp 100.000

Regional
RSHS Bandung Siapkan 1.000 Vaksin Tiap Hari, Begini Cara Daftarnya

RSHS Bandung Siapkan 1.000 Vaksin Tiap Hari, Begini Cara Daftarnya

Regional
Sopir Bus Tewaskan 6 Orang di Banyumas Jadi Tersangka, Terancam Penjara 6 Tahun

Sopir Bus Tewaskan 6 Orang di Banyumas Jadi Tersangka, Terancam Penjara 6 Tahun

Regional
Kamar untuk Pasien Covid-19 di Semua RS di Kendal Penuh

Kamar untuk Pasien Covid-19 di Semua RS di Kendal Penuh

Regional
Data Terkini Keterisian RS Covid-19 di Bandung, 7 Sudah 100 Persen

Data Terkini Keterisian RS Covid-19 di Bandung, 7 Sudah 100 Persen

Regional
Warga yang Buat SIM di Polresta Mataram Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

Warga yang Buat SIM di Polresta Mataram Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

Regional
Dengar Orkestra Sound of Borobudur, Sandiaga Uno Merinding...

Dengar Orkestra Sound of Borobudur, Sandiaga Uno Merinding...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X