Rakit Ratusan Panah Wayer,11 Pemuda Ditangkap Polisi, Alasannya Dendam

Kompas.com - 30/03/2021, 16:27 WIB
Barang bukti panah wayer disita Polres Bitung Dok. Humas Polda SulutBarang bukti panah wayer disita Polres Bitung

MANADO, KOMPAS.com - Tim Resmob Satreskrim Polres Bitung menangkap 11 pemuda warga Kecamatan Maesa, Bitung, yang diduga kuat merakit ratusan senjata tajam jenis panah wayer, terbuat dari besi.

"Mereka ditangkap pada Senin (29/3/2021) dini hari. Para pelaku masing-masing berinisial JT (23), ME (20), FD (19), SB (17), RB (24), MN (22), AM (17), DB (16), VS (16), LP (22) dan FR (25)," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, lewat pesan singkat, Selasa (30/3/2021).

Jules mengatakan, para pelaku diamankan di dua lokasi berbeda di sekitar Kecamatan Maesa, Kota Bitung.

"Panah wayer tersebut disinyalir digunakan para pelaku dalam aksi-aksi kejahatan maupun melukai orang lain," ujarnya.

Baca juga: Tak Terima Istrinya Diperkosa, Seorang Pria Bunuh Pelaku dengan Senjata Tajam

Dalam perakitan panah wayer, para pelaku memiliki peran berbeda.

Pelaku RB berperan menyiapkan material pembuatan anak panah dari jeruji sepeda motor yang diambil dari pelaku LP.

Kemudian ME, JT, DB, VS, dan MN berperan mengikat tali pada gagang pelontar anak panah. Sedangkan pelaku FD dan SB mencari kayu untuk membuat gagang pelontar di belakang rumah AM, yang sekaligus dijadikan sebagai lokasi perakitan.

"Dan saat mereka merakit panah wayer tersebut, direkam menggunakan handphone kemudian diunggah di media sosial hingga sempat viral," sebut Jules.

Dia menyebutkan, para pelaku berhasil membuat 13 buah pelontar serta ratusan ujung anak panah, lalu disimpan di rumah RB dalam sebuah kardus bekas mie instan.

Dalam waktu sekitar satu bulan sejak 21 Februari lalu hingga saat penangkapan, diduga kuat panah wayer tersebut telah dibagi-bagikan di antara mereka dan telah digunakan.

"Sisanya yang berhasil diamankan sebanyak 6 buah pelontar dan 14 ujung anak panah," katanya.

Baca juga: Geng Motor Berulah, Konvoi Sambil Acungkan Senjata Tajam demi Balas Dendam

Saat diinterogasi, alasan mereka merakit panah wayer karena dendam dengan pihak lain dan hasil rakitan tersebut untuk berjaga-jaga.

"Meski demikian, hal tersebut tidak dapat dibenarkan karena bisa mengancam keselamatan jiwa orang lain," ujarnya.

Para pelaku beserta barang bukti anak panah wayer, pelontar, dan sebilah parang sudah diamankan di Mapolres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pilu Senah, Ibu yang Digugat Anak Kandung karena Jual Tanah Warisan Suaminya Rp 260 Juta: Anak Saya Sudah Dapat Sawah

Kisah Pilu Senah, Ibu yang Digugat Anak Kandung karena Jual Tanah Warisan Suaminya Rp 260 Juta: Anak Saya Sudah Dapat Sawah

Regional
Pria Pembuat Video TikTok Hina Palestina Terancam 6 Tahun Penjara

Pria Pembuat Video TikTok Hina Palestina Terancam 6 Tahun Penjara

Regional
Antusiasme Pemudik Ikuti Tes Swab Antigen di Pos Penyekatan: Mending di Sini, Gratis

Antusiasme Pemudik Ikuti Tes Swab Antigen di Pos Penyekatan: Mending di Sini, Gratis

Regional
Menyelam 20 Menit, Aksi Heroik Aipda Joel Selamatkan Siswa SD yang Tenggelam dan Hilang Sehari di Sungai

Menyelam 20 Menit, Aksi Heroik Aipda Joel Selamatkan Siswa SD yang Tenggelam dan Hilang Sehari di Sungai

Regional
Cerita Ibu Senah Digugat Anak Kandungnya, Tak Dikunjungi Saat Lebaran Padahal Jarak Rumah Hanya 2 Meter

Cerita Ibu Senah Digugat Anak Kandungnya, Tak Dikunjungi Saat Lebaran Padahal Jarak Rumah Hanya 2 Meter

Regional
Gaduh Dugaan Telur Palsu di Kediri, Ini Hasil Pemeriksaan Aparat

Gaduh Dugaan Telur Palsu di Kediri, Ini Hasil Pemeriksaan Aparat

Regional
Penampakan Ambulans Kota Padang di Palestina, Ini Kata Gubernur Sumbar

Penampakan Ambulans Kota Padang di Palestina, Ini Kata Gubernur Sumbar

Regional
Edy Rahmayadi Minta RS di Medan Alokasikan 30 Persen Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Edy Rahmayadi Minta RS di Medan Alokasikan 30 Persen Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Regional
Paman di Asahan Cabuli Keponakan Saat Rumah Sepi, Korban Diancam Akan Bunuh

Paman di Asahan Cabuli Keponakan Saat Rumah Sepi, Korban Diancam Akan Bunuh

Regional
Pelaku Usaha Rekreasi dan Hiburan di Surabaya Wajib Tanda Tangani Pakta Integritas jika Ingin Beroperasi Kembali

Pelaku Usaha Rekreasi dan Hiburan di Surabaya Wajib Tanda Tangani Pakta Integritas jika Ingin Beroperasi Kembali

Regional
Sudah 3 Hari Tak Ada Tambahan Kasus Covid-19 di Sulut, Pasien Sembuh Capai 896 Orang

Sudah 3 Hari Tak Ada Tambahan Kasus Covid-19 di Sulut, Pasien Sembuh Capai 896 Orang

Regional
KRL Kembali Beroperasi di Stasiun Rangkasbitung pada 18 Mei

KRL Kembali Beroperasi di Stasiun Rangkasbitung pada 18 Mei

Regional
Amankan PSU Pilkada Sabu Raijua, Polda NTT Bakal Kerahkan Anjing Pelacak

Amankan PSU Pilkada Sabu Raijua, Polda NTT Bakal Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Ini Alasan Anak Gugat Ibu Kandung Berusia 70 Tahun di Lombok Tengah

Ini Alasan Anak Gugat Ibu Kandung Berusia 70 Tahun di Lombok Tengah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X