Klaster Takziah di Sleman Bertambah, 36 Orang Positif Covid-19

Kompas.com - 30/03/2021, 14:58 WIB
Ilustrasi corona virus (Covid-19) shutterstockIlustrasi corona virus (Covid-19)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Takziah di Dusun Plalangan, Desa Pondowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, bertambah empat orang.

Kepala Puskesmas Kecamatan Sleman, Elyza Sinaga mengatakan, pihaknya melakukan tracing dengan melaksanakan tes massal kedua pada Senin 29 Maret 2021. Tes massal sendiri diikuti ratusan orang.

"Pak Dukuh sudah mengundang 300-an, yang hadir 266 orang. Yang hadir kemarin itu memang yang kita minta wajib hadir, yang lain itu sebenarnya riwayat kontaknya tidak terlalu erat," ujar Elyza kepada, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Lagi, Klaster Takziah Muncul di Sleman, 32 Orang Positif Covid-19

Elyza menyampaikan, tes massal dilakukan dengan metode swab antigen dan rapid antibodi.

Dari hasil rapid antibodi ada 45 orang yang hasilnya reaktif.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari 266 itu ada empat yang terkonfirmasi rapid antigen dan 45 rapid antibodi. Jadi yang rapid antibodi akan kita tindaklanjuti lagi test PCR  besok tanggal 31 Maret," ungkapnya.

Menurut dia, tes massal menggunakan metode swab antigen dan rapid antibodi sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan.

"Sesuai pedomanya kalau riwayat kontaknya orang tersebut di bawah tujuh hari maka kita lakukan antigen. Tapi kalau di atas tujuh hari kemarin hanya rapid antibodi," bebernya.

Pihak Puskesmas saat ini sedang berkomunikasi dengan pihak keluarga empat orang yang positif antigen.

Langkah tersebut untuk melihat apakah memungkinkan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Covid-19 Varian India, Pemkab Kudus Bakal Buat Tempat Isolasi Terpusat

Ada Covid-19 Varian India, Pemkab Kudus Bakal Buat Tempat Isolasi Terpusat

Regional
Kasus Covid-19 Mengalami Lonjakan di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Mengalami Lonjakan di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

Regional
Ganjar: Ingat, Varian Baru Sudah Masuk di Kudus, Catat Itu…

Ganjar: Ingat, Varian Baru Sudah Masuk di Kudus, Catat Itu…

Regional
Cerita Andika Ikuti Wisuda Drive Thru dengan Vespa Hasil Modifikasi

Cerita Andika Ikuti Wisuda Drive Thru dengan Vespa Hasil Modifikasi

Regional
28 Warga Kudus Terinfeksi Covid-19 Varian India

28 Warga Kudus Terinfeksi Covid-19 Varian India

Regional
Ahli Sejarah UGM: Suku Kalang Jawa Diduga Satu Ras dengan Dani dan Asmat di Papua

Ahli Sejarah UGM: Suku Kalang Jawa Diduga Satu Ras dengan Dani dan Asmat di Papua

Regional
Mayat Dibakar di Maros Diperkirakan Pria Berusia 16 hingga 25 Tahun

Mayat Dibakar di Maros Diperkirakan Pria Berusia 16 hingga 25 Tahun

Regional
86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

Regional
Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Regional
Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Regional
Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Regional
Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Regional
Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Regional
Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X