Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/03/2021, 10:54 WIB

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kabupaten Penukal Abab Lematan Ilir (PALI), Sumatera Selatan, akan menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 21 April 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan Komisioner KPU Sumatera Selatan Divisi Hukum dan Pengawasan, Hepriadi.

Menurut Hepriadi, sesui dengan aturan KPU RI, pembentukan panitia pemilihan (PPK) harus dilakukan 14 hari sebelum pemungutan suara.

Sementara, sejak dikeluarkannya putusan MK pada Senin (22/3/2021) kemarin, KPU diberikan waktu melaksanakan PSU paling lama 30 hari.

"Sehingga kita tarik mundur paling realistis dilaksanakan (PSU) 21 April," kata Hepriadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (29/3/2021).

Herpriadi menjelaskan, anggaran PSU di PALI mencapai Rp 1,4 miliar. Dana tersebut diambil dari sisa pelaksanaan Pilkada PALI yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp 8 miliar.

"Kita tetap menggunakan anggaran tahun kemarin, termasuk pengadaan APD untuk masker serta perlekangkapan pemilu," ujarnya.

Baca juga: Kisruh Pilkada PALI, 4 TPS Gelar PSU, Gubernur Sumsel Tunjuk PJ Bupati

KPU Sumatera Selatan bersama KPU PALI akan melakukan koordinasi bersama jajaran Polda Sumsel serta Bawaslu terkait penyelenggaran PSU. Ia pun optimistis pelaksanaan PSU dapat berlangsung dengan aman tanpa terjadi gangguan.

Selain itu, untuk petugas PPK akan diambil dari kecamatan terdekat, begitu juga dengan anggota PPS serta KPPS. Sehingga KPU tak akan lagi merekrut petugas yang baru.

"Nanti yang dipakai petugas pada pemilu kemarin. Tapi tetap diseleksi mana yang terbaik akan kita gunakan lagi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan keputusan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) nomor 366/PL.02.6-Kpt/1612/KPU-Kab/XII/2020 tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati PALI.

Baca juga: MK Batalkan Pemenang Pilkada di PALI, Ini Pertimbangannya

Sehingga, pasangan petahana Heri Amalindo-Soemarjono dibatalkan sebagai pemenang pilkada serentak yang diselenggarakan pada 9 Desember 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pikap di Lumajang Terjun ke Sungai Usai Pecah Ban, 1 Penumpang Hilang

Pikap di Lumajang Terjun ke Sungai Usai Pecah Ban, 1 Penumpang Hilang

Regional
Dalam 2 Hari, Tiga Kecelakaan Terjadi di Jembatan Beringin Semarang

Dalam 2 Hari, Tiga Kecelakaan Terjadi di Jembatan Beringin Semarang

Regional
Tak Terima Dekan FKOR UNS Solo Disomasi MWA, Mahasiswa, Dosen, dan Alumni Gelar Aksi Solidaritas Moral

Tak Terima Dekan FKOR UNS Solo Disomasi MWA, Mahasiswa, Dosen, dan Alumni Gelar Aksi Solidaritas Moral

Regional
Punya Kualitas Wahid, Gubernur Sultra Ali Mazi Optimalkan Potensi Aspal Buton

Punya Kualitas Wahid, Gubernur Sultra Ali Mazi Optimalkan Potensi Aspal Buton

Regional
Siswi SMP di Kota Serang Digilir 3 Remaja yang Baru Dikenalnya di Lapangan Sepak Bola

Siswi SMP di Kota Serang Digilir 3 Remaja yang Baru Dikenalnya di Lapangan Sepak Bola

Regional
Tinjau Lokasi KTT ASEAN di Tanah Mori, Gubernur NTT: Tidak Boleh Ada Sampah Lagi di Kawasan Ini

Tinjau Lokasi KTT ASEAN di Tanah Mori, Gubernur NTT: Tidak Boleh Ada Sampah Lagi di Kawasan Ini

Regional
Pekerja PT GNI Tewas Kecelakaan, Polisi Gelar Penyelidikan

Pekerja PT GNI Tewas Kecelakaan, Polisi Gelar Penyelidikan

Regional
Pemilihan Panwascam Diduga Cacat Hukum, DKPP Periksa Bawaslu Bangka

Pemilihan Panwascam Diduga Cacat Hukum, DKPP Periksa Bawaslu Bangka

Regional
Keluarga Suwardi, Tukang Parkir yang Dianiaya Anak Anggota DPRD Wajo Tolak Ajakan Damai

Keluarga Suwardi, Tukang Parkir yang Dianiaya Anak Anggota DPRD Wajo Tolak Ajakan Damai

Regional
Kasasi Ditolak, 5 Terdakwa Korupsi Hibah Ponpes Banten Dieksekusi Jaksa

Kasasi Ditolak, 5 Terdakwa Korupsi Hibah Ponpes Banten Dieksekusi Jaksa

Regional
8 Orang PMI Ilegal Asal NTT Meninggal di Malaysia Sepanjang 2023

8 Orang PMI Ilegal Asal NTT Meninggal di Malaysia Sepanjang 2023

Regional
MinyakKita di Semarang Langka dan Mahal, Penjual Enggan Beli

MinyakKita di Semarang Langka dan Mahal, Penjual Enggan Beli

Regional
Cabuli dan Aniaya Anak di Bawah Umur, Pria 40 Tahun di Ende Ditangkap

Cabuli dan Aniaya Anak di Bawah Umur, Pria 40 Tahun di Ende Ditangkap

Regional
Apdesi Bengkulu Selatan: Kami Tidak Antikritik, tetapi Caranya Apip Kurang Tepat

Apdesi Bengkulu Selatan: Kami Tidak Antikritik, tetapi Caranya Apip Kurang Tepat

Regional
Hadiri Safari Politik Anies Baswedan, Kepsek dan 3 Pejabat di Dompu Dipanggil Bawaslu

Hadiri Safari Politik Anies Baswedan, Kepsek dan 3 Pejabat di Dompu Dipanggil Bawaslu

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.