Kapolda Jatim Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penganiayaan Wartawan Tempo

Kompas.com - 29/03/2021, 23:30 WIB
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko (kiri) KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALKabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko (kiri)

KOMPAS.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Nico Afinta membentuk tim khusus menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan Tempo berinisial N, yang sedang melakukan peliputan di Surabaya pada akhir pekan lalu.

"Kasus tersebut saat ini telah ditangani oleh tim yang dibentuk oleh Kapolda Jatim," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Gatot Repli Handoko di Surabaya seperti dikutip dari Antara, Senin (29/3/2021).

Menurut Gatot, tim itu dibentuk sebagai bukti keseriusan Polda Jatim menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap jurnalis.

Gatot juga membenarkan Polda Jatim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengusut kasus tersebut.

"Biar tim polda bekerja terlebih dahulu," kata Gatot.

Sebelumnya, dugaan penganiayaan itu terjadi saat jurnalis Tempo, N, melakukan reportase keberadaan salah satu direktur pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu terkait kasus suap pajak yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Penerapan ETLE di Surabaya, 700 Surat Pelanggaran Dikirim Polisi ke Warga

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peristiwa itu bermula ketika N tiba di Gedung Samudra Bumimoro, Krembangan, Surabaya, Sabtu (27/3/2021).

Di lokasi tersebut, sedang berlangsung resepsi pernikahan antara anak direktur pemeriksaan tersebut dan anak mantan perwira di Polda Jatim.

Saat ia memotret keberadaan sang direktur, seorang panitia acara malah memotret N. Ketika keluar ruangan, N dihentikan beberapa panitia yang menanyakan identitas dan undangannya.

N lalu dibawa ke belakang gedung dengan cara didorong oleh seseorang diduga ajudan dari direktur pemeriksaan Ditjen Pajak tersebut.

Selama proses itu, korban mengalami perampasan ponsel, kekerasan verbal, fisik, dan ancaman pembunuhan.

Ia diinterogasi beberapa orang yang mengaku sebagai polisi dan sejumlah orang diduga oknum anggota TNI, serta ajudan sang direktur.

 

Sepanjang proses interogasi tersebut, korban kembali mengalami tindakan kekerasan, pemukulan, hingga ancaman pembunuhan

N juga dipaksa menerima uang Rp 600.000 sebagai kompensasi perampasan dan perusakan alat liputannya.

Korban menolak uang itu, tetapi pelaku bersikeras. Pelaku memaksa N berpose memegang uang itu dan dipotret.

Baca juga: Gelar Aksi Solidaritas, Jurnalis Surabaya Desak Penganiaya Wartawan Tempo Ditangkap

Belakangan, uang itu dikembalikan N secara sembunyi-sembunyi di mobil pelaku.

N juga dibawa ke Hotel Arcadia di bilangan Krembangan Selatan, Surabaya. Di hotel tersebut korban disekap selama dua jam dan diinterogasi dua orang yang mengaku sebagai polisi.

N telah melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polda Jatim. Laporan ini telah diterima SPKT dengan Laporan Polisi Nomor: LP-B/176/III/RES.1.6/2021/UM/SPKT Polda Jatim. Ia melaporkan P yang diduga anggota Polda Jatim.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Bagaimana Nasib Work From Bali dan Pembukan Pariwisata Internasional?

Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Bagaimana Nasib Work From Bali dan Pembukan Pariwisata Internasional?

Regional
Viral Video Kerumunan Joget-joget di Sleman City Hall, Pengelola: EO yang Bikin Acara

Viral Video Kerumunan Joget-joget di Sleman City Hall, Pengelola: EO yang Bikin Acara

Regional
Petani Desa Ini Manfaatkan Urine Sapi Untuk Berantas Hama Tikus, Begini Ceritanya...

Petani Desa Ini Manfaatkan Urine Sapi Untuk Berantas Hama Tikus, Begini Ceritanya...

Regional
Viral, Video Pemulung Tua Dijambret, Kapolres Blitar: Pelaku Harus Bertanggung Jawab

Viral, Video Pemulung Tua Dijambret, Kapolres Blitar: Pelaku Harus Bertanggung Jawab

Regional
Dalam 3 Bulan, Kematian akibat Covid-19 di Kalbar Meningkat 4 Kali Lipat

Dalam 3 Bulan, Kematian akibat Covid-19 di Kalbar Meningkat 4 Kali Lipat

Regional
Pasien Covid-19 dengan Kandungan Virus Miliaran Diketahui dari Hasil Uji Lab

Pasien Covid-19 dengan Kandungan Virus Miliaran Diketahui dari Hasil Uji Lab

Regional
Bupati Maluku Tengah Janji Kirim Obat-obatan dan Tenaga Medis ke Lokasi Pengungsian

Bupati Maluku Tengah Janji Kirim Obat-obatan dan Tenaga Medis ke Lokasi Pengungsian

Regional
Peserta Vaksinasi Massal di Mega Mall Batam Membeludak

Peserta Vaksinasi Massal di Mega Mall Batam Membeludak

Regional
Selundupkan 25 Kg Sabu, Seorang Petani Karet Divonis Hukuman Mati

Selundupkan 25 Kg Sabu, Seorang Petani Karet Divonis Hukuman Mati

Regional
2 Buron Wartawan Abal-abal yang Peras Narasumber hingga Rp 17 Juta Ditangkap

2 Buron Wartawan Abal-abal yang Peras Narasumber hingga Rp 17 Juta Ditangkap

Regional
Makan Bakso Mengandung Formalin, 4 Polisi Muntah hingga Dirawat di RS

Makan Bakso Mengandung Formalin, 4 Polisi Muntah hingga Dirawat di RS

Regional
Bupati Bogor Dapat Perintah Langsung dari Jokowi, Ini Isinya

Bupati Bogor Dapat Perintah Langsung dari Jokowi, Ini Isinya

Regional
Sehari Usai Disuntik Vaksin, Seorang Warga Demam lalu Meninggal, Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Bali

Sehari Usai Disuntik Vaksin, Seorang Warga Demam lalu Meninggal, Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Bali

Regional
Pasien Covid-19 yang Miliki Kandungan Miliaran Virus Ditemukan di Kalbar

Pasien Covid-19 yang Miliki Kandungan Miliaran Virus Ditemukan di Kalbar

Regional
2.000 Vial Vaksin Tambahan untuk Batam Tertahan

2.000 Vial Vaksin Tambahan untuk Batam Tertahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X