Kompas.com - 29/03/2021, 22:15 WIB

JEMBER, KOMPAS.com – Bupati Jember Hendy Siswanto mengimbau para ASN Jember tidak mudik ke kampung halamannya.

Dia meminta agar ASN menghabiskan uang di Jember karena kondisi ekonominya masih belum stabil.

“Jember masih seperti ini, saya imbau belanjakan duitnya di sini,” kata dia, pada Kompas.com di DPRD Jember, Senin (29/3/2021).

Dia menambahkan, ASN tidak perlu mudik. Tapi, bisa mengajak keluarganya yang ada di luar kota bisa datang ke Jember.

Baca juga: Bupati Jember Kirim KUA PPAS ke DPRD, Nilai APBD Capai Rp 4,5 Triliun

 

Namun, harus tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Warga yang datang dari luar kota bisa membelanjakan uangnya guna meningkatkan taraf perekonomian warga Jember.

“Ajak keluarganya yang jauh di sana datang ke Jember dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegas dia.

Hendy mengaku, akan mematuhi peraturan dari pemerintah pusat. Sebab, kebijakan terkait mudik tersebut ada pada pemerintah pusat, seperti angkutan Lebaran yang merupakan domain kebijakan pemerintah pusat.

"Nanti kami imbau ASN tidak mudik, intinya kami patuh pada aturan pemerintah yang ada," ucap dia.

Kebijakan larangan mudik bagi ASN itu bisa mengurangi penyeberan virus corona. Apalagi, perkembangan penyebaran Covid-19 di Jember sudah mulai cukup baik.

Ada satu kecamatan yang sudah mulai masuk zona hijau. Sementara kecamatan yang lain sudah berada pada zona kuning.

Kendati demikian, Hendy meminta warga Jember agar tetap waspada walaupaun sudah berada pada zona kuning dan hijau. Sebab, virus corona tidak terlihat secara kasat mata.

Baca juga: Nenek 66 Tahun Tewas dengan Mulut Disumpal Kain, Ponsel Korban Hilang

“Juga harus tetap waspada karena virusnya tidak nampak,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah memutuskan melarang mudik Lebaran setelah mempertimbangkan tingginya angka penularan dan kematian akibat Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang, yakni setelah libur Natal dan Tahun Baru.

Larangan mudik tersebut akan berlaku mulai 6-17 Mei 2021.

Sebelum dan sesudah waktu tersebut, masyarakat dimbau untuk tetap meniadakan aktivitas perjalanan. Kecuali dalam keadaan mendesak dan perlu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger Geng Motor Berkeliaran di Banyumas Sambil Bawa Senjata Tajam

Geger Geng Motor Berkeliaran di Banyumas Sambil Bawa Senjata Tajam

Regional
Simpan Sabu dan Ganja, Pria di Sumbawa Ditangkap Polisi

Simpan Sabu dan Ganja, Pria di Sumbawa Ditangkap Polisi

Regional
Capai 26,4 Persen, Ini Penyebab Kasus Stunting di Kota Bandung Masih Tinggi

Capai 26,4 Persen, Ini Penyebab Kasus Stunting di Kota Bandung Masih Tinggi

Regional
Karut Marut Pengelolaan Sampah di Kabupaten Bandung, DLH Sebut karena Kurangnya Armada Angkut

Karut Marut Pengelolaan Sampah di Kabupaten Bandung, DLH Sebut karena Kurangnya Armada Angkut

Regional
Ugal-ugalan di Jalan Sempit, Truk Serempet Belasan Pengendara Motor di Lampung

Ugal-ugalan di Jalan Sempit, Truk Serempet Belasan Pengendara Motor di Lampung

Regional
Kontak Tembak Terjadi di Intan Jaya, KKB Bakar Fasilitas Umum dan Rumah Warga

Kontak Tembak Terjadi di Intan Jaya, KKB Bakar Fasilitas Umum dan Rumah Warga

Regional
Divonis 6 bulan, Habib Bahar Teriak Merdeka: Masih Ada Keadilan di Indonesia

Divonis 6 bulan, Habib Bahar Teriak Merdeka: Masih Ada Keadilan di Indonesia

Regional
Kisah Cinta Saudagar Arab dan Gadis Tionghoa dari Baju Paksian yang Dipakai Jokowi

Kisah Cinta Saudagar Arab dan Gadis Tionghoa dari Baju Paksian yang Dipakai Jokowi

Regional
Gubernur Riau Tanggapi Mobil Mewah Ikut Antre Beli Solar Subsidi

Gubernur Riau Tanggapi Mobil Mewah Ikut Antre Beli Solar Subsidi

Regional
Pria Lulusan SD di Banjarnegara Produksi Catur Raksasa Hampir Setinggi Orang Dewasa, Dijual hingga Luar Negeri

Pria Lulusan SD di Banjarnegara Produksi Catur Raksasa Hampir Setinggi Orang Dewasa, Dijual hingga Luar Negeri

Regional
Sederet Fakta Penggeledahan Rumah Ferdy Sambo di Magelang, Dijaga Ketat dan Berlangsung 3,5 Jam

Sederet Fakta Penggeledahan Rumah Ferdy Sambo di Magelang, Dijaga Ketat dan Berlangsung 3,5 Jam

Regional
Kronologi 5 Pelaut Indonesia Tiba di Kapal Berbendera Timor Leste, Tak Digaji, dan 3 Bulan Terjebak di Somaliland

Kronologi 5 Pelaut Indonesia Tiba di Kapal Berbendera Timor Leste, Tak Digaji, dan 3 Bulan Terjebak di Somaliland

Regional
Ternyata, Gorontalo Mendeklarasikan Kemerdekaan Lebih Dulu dari Proklamasi 17 Agustus 1945

Ternyata, Gorontalo Mendeklarasikan Kemerdekaan Lebih Dulu dari Proklamasi 17 Agustus 1945

Regional
Simpan Sabu Dalam Bra, Wanita Asal Kupang Ditangkap

Simpan Sabu Dalam Bra, Wanita Asal Kupang Ditangkap

Regional
Cerita Adi Ismanto Selamatkan Anggrek Langka, Diancam Dibunuh hingga Ditawari Uang Ratusan Juta Rupiah

Cerita Adi Ismanto Selamatkan Anggrek Langka, Diancam Dibunuh hingga Ditawari Uang Ratusan Juta Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.