Gelar Aksi Solidaritas, Jurnalis Surabaya Desak Penganiaya Wartawan Tempo Ditangkap

Kompas.com - 29/03/2021, 19:48 WIB
Sejumlah jurnalis di Surabaya yang terdiri dari berbagai organisasi profesi menggelar aksi solidaritas untuk jurnalis Tempo, Nurhadi yang mengalami tindak penaniayaan. Aksi solidaritas dilakukan di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (29/3/2021). DOK. AJI SURABAYASejumlah jurnalis di Surabaya yang terdiri dari berbagai organisasi profesi menggelar aksi solidaritas untuk jurnalis Tempo, Nurhadi yang mengalami tindak penaniayaan. Aksi solidaritas dilakukan di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (29/3/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis seluruh Surabaya menggelar aksi solidaritas untuk wartawan Tempo, N, yang diduga dianiaya saat melakukan peliputan pada Sabtu (27/3/2021).

Sejumlah jurnalis yang menggelar aksi terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim.

Aksi solidaritas ini digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/3/2021).

Puluhan jurnalis dari berbagai media itu mendesak agar pelaku kekerasan yang diduga anggota kepolisian dan TNI diadili sesuai hukum yang berlaku.

Ketua AJI Surabaya, Eben Haezer mendesak Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta agar mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut.

"Melalui aksi ini kami ingin menyampaikan pesan. Kami mendesak Kapolda Jatim agar mengusut tuntas kasus ini dan mengadili seadil-adilnya terhadap pelaku kekerasan kepada jurnalis," kata Eben, Senin (29/3/2021).

Ia juga mendesak pelaku segera ditangkap dan diadili secara cepat. Hal itu perlu dilakukan sebagai bentuk jaminan rasa aman terhadap korban.

Baca juga: Kronologi Jurnalis Tempo Diduga Dianiaya Aparat Saat Investigasi

"Kami minta pelaku segera ditangkap," ujar dia.

Menurut Eben, dalam melaksanakan tugasnya, jurnalis dilindungi undang-undang dan kode etik jurnalistik. Sehingga, apa yang dilakukan pelaku telah melanggar UU Pers.

Eben menyebut, perbuatan pelaku telah mencederai nilai-nilai kebebasan pers dan telah melukai hak publik untuk memperoleh keterbukaan informasi.

Sebelumnya, dugaan penganiayaan itu terjadi saat jurnalis Tempo, N, melakukan reportase keberadaan salah satu direktur pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu terkait kasus suap pajak yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Peristiwa itu bermula ketika N tiba di Gedung Samudra Bumimoro, Krembangan, Surabaya, Sabtu (27/3/2021).

Di lokasi tersebut, sedang berlangsung resepsi pernikahan antara anak direktur pemeriksaan tersebut dan anak mantan perwira di Polda Jatim.

Saat ia memotret keberadaan sang direktur, seorang panitia acara malah memotret N. Ketika keluar ruangan, N dihentikan beberapa panitia yang menanyakan identitas dan undangannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pamekasan yang Muntah Darah Bukan karena Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Kepala Puskemas

Pria di Pamekasan yang Muntah Darah Bukan karena Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Kepala Puskemas

Regional
Pendaftaran CPNS dan PPPK Jatim Dibuka Mei, Ada 15.177 Formasi

Pendaftaran CPNS dan PPPK Jatim Dibuka Mei, Ada 15.177 Formasi

Regional
Sabar Sumber Kebahagiaan

Sabar Sumber Kebahagiaan

Regional
Berawal Ganti Plat Nomor untuk Kelabui Debt Collector, Tepergok Polisi gara-gara ETLE

Berawal Ganti Plat Nomor untuk Kelabui Debt Collector, Tepergok Polisi gara-gara ETLE

Regional
Tak Perlu Datang ke Kantor Polisi, Warga Jateng Bisa Perpanjangan SIM lewat Ponsel

Tak Perlu Datang ke Kantor Polisi, Warga Jateng Bisa Perpanjangan SIM lewat Ponsel

Regional
Selama Ramadhan, Vaksinasi Lansia di Rembang Hanya sampai Pukul 11.00

Selama Ramadhan, Vaksinasi Lansia di Rembang Hanya sampai Pukul 11.00

Regional
Kisah Ponpes Tunarungu di Sleman, Baca Al Quran Dengan Bahasa Isyarat

Kisah Ponpes Tunarungu di Sleman, Baca Al Quran Dengan Bahasa Isyarat

Regional
Cerita Bisnis Takjil Dadakan di Surabaya, Modal Rp 2 Juta Omzet Setara Harga Sepeda Motor

Cerita Bisnis Takjil Dadakan di Surabaya, Modal Rp 2 Juta Omzet Setara Harga Sepeda Motor

Regional
Seorang Pria di Singkawang Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas

Seorang Pria di Singkawang Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemkab Wonogiri Larang Bukber dan Halal Bihalal

Cegah Penularan Covid-19, Pemkab Wonogiri Larang Bukber dan Halal Bihalal

Regional
Ajak Warga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, Wagub NTB: Agar Tidak Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Ajak Warga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, Wagub NTB: Agar Tidak Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Regional
Pengikut Islam Aboge di Banyumas Akan Mulai Puasa Ramadhan Besok

Pengikut Islam Aboge di Banyumas Akan Mulai Puasa Ramadhan Besok

Regional
Pelaku UMKM Kini Bisa Pasarkan Produknya Langsung ke Perusahaan BUMN

Pelaku UMKM Kini Bisa Pasarkan Produknya Langsung ke Perusahaan BUMN

Regional
Ratusan Pesilat Bentrok dengan Warga di Tuban, 3 Orang Terluka, 2 Motor Rusak Parah

Ratusan Pesilat Bentrok dengan Warga di Tuban, 3 Orang Terluka, 2 Motor Rusak Parah

Regional
Tercemar Minyak Kelapa Sawit, Air Sungai Mahakam Tak Bisa Dikonsumsi dan Ikan di Tambak Mati

Tercemar Minyak Kelapa Sawit, Air Sungai Mahakam Tak Bisa Dikonsumsi dan Ikan di Tambak Mati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X