Kompas.com - 29/03/2021, 14:53 WIB
MHY, tersangka pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur, dihadirkan polisi pada jumpa pers pengungkapan kasus yang menjeratnya di Mapolres Blitar Kota, Senin (29/3/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIMHY, tersangka pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur, dihadirkan polisi pada jumpa pers pengungkapan kasus yang menjeratnya di Mapolres Blitar Kota, Senin (29/3/2021)

BLITAR, KOMPAS.com - Seorang tokoh agama di Kabupaten Blitar ditangkap polisi dengan sangkaan mencabuli 6 anak perempuan usia 10 hingga 12 tahun selama kurun waktu 3 tahun.

Pria berusia 60 tahun dengan inisial MHY itu, menurut polisi, bahkan selalu melakukan pencabulan terhadap korban-korbannya di ruang shalat di rumah tersangka di sebuah desa di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan mengatakan, tersangka menjalankan usaha toko kelontong di rumahnya dan menjerat para korbannya pada saat mereka berbelanja.

"Modusnya sama. Tersangka menahan uang kembalian saat berbelanja di toko tersangka dan meminta korban masuk ke dalam untuk mengambil uang kembalian," ujar Yudhi, pada jumpa pers pengungkapan kasus tersebut, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Video Viral Mercy Diduga Halangi Mobil Pemadam Kebakaran di Denpasar

Pada saat korban masuk ke dalam toko, lanjut dia, tersangka merayu dan membawa korban ke ruang shalat yang berhimpitan dengan ruang toko.

Ditanya apakah ada maksud tertentu dari tersangka sehingga selalu melakukan pencabulan di ruang shalat, Yudhi mengatakan, dari perspektif penyidik, tersangka menganggap ruang shalat itu aman dan letaknya tersembunyi.

"Tempat shalat memang itu bagi tersangka mungkin tempat yang aman, tersembunyi," ujar dia.

Yudhi juga membenarkan bahwa tersangka adalah tokoh agama di lingkungannya dan bisa dikatakan juga sebagai seorang guru mengaji.

Terungkapnya kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu setelah adanya laporan dari salah satu keluarga korban 1.

Korban 1, ujar Yudhi, mengaku dicabuli tersangka sebanyak 5 kali.

Kejadian pertama, ujar Yudhi, dilakukan tersangka pada 2019 sebanyak dua kali ketika Korban 1 baru duduk di bangku kelas III madrasah ibtidaiyah (MI).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Mei 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Mei 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Mei 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 14 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 14 Mei 2021

Regional
Bahan Petasan yang Meledak di Kebumen Diduga Dibeli secara Online dari Pati

Bahan Petasan yang Meledak di Kebumen Diduga Dibeli secara Online dari Pati

Regional
Korban Kecelakaan Terseret Mobil hingga 8 Kilometer, Sopir Diduga Kabur Usai Dihentikan Warga

Korban Kecelakaan Terseret Mobil hingga 8 Kilometer, Sopir Diduga Kabur Usai Dihentikan Warga

Regional
Penjelasan BMKG soal Pemutakhiran Data Gempa di Nias Jadi Bermagnitudo 6,7

Penjelasan BMKG soal Pemutakhiran Data Gempa di Nias Jadi Bermagnitudo 6,7

Regional
Cerita Pekerja Migran Asal Blitar, Rayakan Lebaran di Rumah Isolasi Covid-19

Cerita Pekerja Migran Asal Blitar, Rayakan Lebaran di Rumah Isolasi Covid-19

Regional
Kronologi Seorang Warga Tewas Mengenaskan Terseret Mobil Milik Perusahaan Taksi Sejauh 8 Km

Kronologi Seorang Warga Tewas Mengenaskan Terseret Mobil Milik Perusahaan Taksi Sejauh 8 Km

Regional
Mudik Pakai Perahu, Dua Warga Tewas Tenggelam, Satu dalam Pencarian

Mudik Pakai Perahu, Dua Warga Tewas Tenggelam, Satu dalam Pencarian

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 14 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 14 Mei 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Mei 2021

Regional
Pedagang Menjerit, Hanya 40 Peziarah Kunjungi Makam Bung Karno di Lebaran Hari Kedua

Pedagang Menjerit, Hanya 40 Peziarah Kunjungi Makam Bung Karno di Lebaran Hari Kedua

Regional
Bangunan Proyek Panas Bumi di Mandailing Natal Terbakar

Bangunan Proyek Panas Bumi di Mandailing Natal Terbakar

Regional
Ada 15 Kali Gempa Susulan Pascagempa di Nias Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Ada 15 Kali Gempa Susulan Pascagempa di Nias Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Terungkap, Mobil yang Seret Warga hingga 8 Km Ternyata Milik Perusahaan Taksi di Jakarta

Terungkap, Mobil yang Seret Warga hingga 8 Km Ternyata Milik Perusahaan Taksi di Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X