Kompas.com - 29/03/2021, 14:41 WIB
Sumarni (54), warga Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berhasil mengajak ibu-ibu di desanya membudidayakan tanaman lidah buaya. Berkat aksinya itu, kini Desa Katongan berhasil menjadi desa wisata dan menghasilan sejumlah produk olahan lidah buaya yang diminati masyarakat. DOK. Humas Dompet DhuafaSumarni (54), warga Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berhasil mengajak ibu-ibu di desanya membudidayakan tanaman lidah buaya. Berkat aksinya itu, kini Desa Katongan berhasil menjadi desa wisata dan menghasilan sejumlah produk olahan lidah buaya yang diminati masyarakat.

KOMPAS.com – Tumbuhan lidah buaya memang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Situs Kompas.com menulis pada Sabtu (4/11/2017), khasiat tanaman dengan nama latin Aloe vera ini bahkan telah dikenal sejak ribuan tahun lalu.

Beberapa khasiat lidah buaya, di antaranya mengobati sengatan matahari, mempercepat penyembuhan luka, mengatasi iritasi, melembabkan kulit, mencegah penuaan dini, hingga meningkatkan kekebalan tubuh.

Berangkat dari ide itu, seorang ibu di Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bernama Sumarni (54) pun bergegas mengajak ibu-ibu di desanya untuk membuka komunitas budi daya.

Selain karena memiliki manfaat luar biasa bagi tubuh, ide budi daya lidah buaya itu diniatkan Sumarni sebagai bentuk pemberdayaan ibu-ibu agar mandiri secara ekonomi.

Baca juga: Tak Hanya Kemanusiaan, Dompet Dhuafa Juga Bergerak Demi Melestarikan Lingkungan

Sebab, sama halnya dengan desa-desa lain di Gunung Kidul, Desa Katongan juga didominasi oleh persawahan tadah hujan. Alhasil, ibu-ibu di desa ini tidak memiliki kegiatan lain selain merawat sawah di musim penghujan.

“Di sini kan sawahnya tadah hujan, jadi ibu-ibu bantu suami di sawah. Kalau musim kemarau mereka tidak ada kegiatan ekonomi dan pemasukan,” kata Sumarni dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Senin (29/3/2021).

Kemunculan ide dan niatan itu pun tidak datang langsung dari Sumarni. Diakuinya, ide itu muncul karena anaknya.

“Dulu di desa belum ada lidah buaya. Terus anak saya mengenalkan pada tumbuhan ini,” kenangnya.

Baca juga: Entaskan Kemiskinan, Program Dompet Dhuafa Farm Diapresiasi Wabup Deli Serdang

Bak gayung bersambut, niat baik Sumarni itu pun membuahkan hasil. Pada 2017, ia bertemu dengan Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Melihat upaya pemberdayaan Sumarni, Dompet Dhuafa pun membantu pengembangan budi daya lidah buaya itu. Sebanyak 100 keluarga dari tujuh rukun tetangga (RT) di Desa Katongan masing-masing mendapat 50 benih lidah buaya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X