Ratusan Anggota Satpol PP Diberhentikan, Wali Kota Blitar Didemo

Kompas.com - 29/03/2021, 11:43 WIB
Puluhan massa melakukan aksi unjuk rasa memprotes pemutusan kontrak tenaga banpol Satpol PP Kota Blitar di depan Balai Kota Blitar, Senin (29/3/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIPuluhan massa melakukan aksi unjuk rasa memprotes pemutusan kontrak tenaga banpol Satpol PP Kota Blitar di depan Balai Kota Blitar, Senin (29/3/2021)

BLITAR, KOMPAS.com - Puluhan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Blitar, Senin (29/3/2021) pagi, memprotes pemutusan kerja ratusan tenaga kontrak di Satpol PP (banpol) Kota Blitar.

Massa yang menamakan diri Gerakan Pembaruan Indonesia (GPI) itu juga menuduh pemberhentian itu berkaitan dengan dukungan mereka kepada pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Blitar yang kalah pada perebutan kursi tertinggi di Pemkot Blitar pada Desember 2020 lalu.

"Pilkada itu hak politik setiap warga, sementara bekerja itu profesi. Harusnya tidak dihubung-hubungkan," ujar koordinator unjuk rasa Jaka Prasetya.

Jaka mengatakan, banpol Satpol PP yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang di 2021 ini merasakan bahwa pemutusan kontrak kerja itu disebabkan karena mereka mendukung pasangan Henry Pradipta Anwar dan Yasin Hermanto.

Baca juga: Cerita Para Siswa di Blitar Setelah Belajar Tatap Muka, Senang Bertemu Teman walau Hanya 3 Jam

Sementara, pemenang pilkada Kota Blitar adalah pasangan Santoso dan Tjutjuk Sunario yang kini menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar.

"Kami minta Pemkot Blitar bersikap adil. Jangan mereka dikorbankan dalam percaturan politik," ujar dia.

Jaka mengatakan, para banpol tersebut juga mendapatkan pemotongan gaji terakhir mereka setiap orang sebesar Rp 1.250.000.

"Mereka cek gaji katanya sudah ditransfer, setelah dicek ternyata hanya masuk Rp 700.000. Padahal, gaji mereka Rp 1.950.000," ujar dia.

Baca juga: Mulai Diterapkan April, Ini Sejumlah Lokasi Kamera Tilang Elektronik di Kota Blitar...

Menurut Jaka, para banpol Satpol PP juga tidak dapat mencairkan dana BPJS lantaran iuran BPJS ternyata masih menunggak 2 bulan.

"Sudah diminta konfirmasi ke BPJS, katanya belum dibayar iuran dua bulan," ujar dia.

Karena itu, GPI juga meminta adanya pengusutan kasus ini.

Sejumlah perwakilan massa diterima oleh Sekda Kota Blitar Hermansyah Permadi. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahanan Meninggal dan Test Antigennya Positif Covid-19, 42 Petugas di Kantor Polisi Jalani Tes Swab

Tahanan Meninggal dan Test Antigennya Positif Covid-19, 42 Petugas di Kantor Polisi Jalani Tes Swab

Regional
Fakta Baru 5 Tahanan BNN Sumut Kabur, 2 Otak Pelaku Ancam Bunuh yang Lain jika Tak Ikut

Fakta Baru 5 Tahanan BNN Sumut Kabur, 2 Otak Pelaku Ancam Bunuh yang Lain jika Tak Ikut

Regional
Sudah 16 Kali Beraksi, Pelaku Spesialis Jambret Emas di Pekanbaru Ditembak Polisi

Sudah 16 Kali Beraksi, Pelaku Spesialis Jambret Emas di Pekanbaru Ditembak Polisi

Regional
Seluruh Tempat Wisata di Karawang Ditutup hingga 30 Mei 2021, Ini Alasannya

Seluruh Tempat Wisata di Karawang Ditutup hingga 30 Mei 2021, Ini Alasannya

Regional
Copot Kepling karena Lakukan Pungli, Bobby: Ini Penyakit yang Harus Disembuhkan

Copot Kepling karena Lakukan Pungli, Bobby: Ini Penyakit yang Harus Disembuhkan

Regional
Permohonan Rehabilitasi 4 Pejabat Pemkot Makassar yang Ditangkap karena Narkoba Dikabulkan

Permohonan Rehabilitasi 4 Pejabat Pemkot Makassar yang Ditangkap karena Narkoba Dikabulkan

Regional
Januari-April 2021, 35 Warga Brebes Terjangkit DBD, 1 Balita Meninggal

Januari-April 2021, 35 Warga Brebes Terjangkit DBD, 1 Balita Meninggal

Regional
5 Tahanan BNN Sumut Kabur, Ombudsman: Ada Kelalaian dan SDM Kurang

5 Tahanan BNN Sumut Kabur, Ombudsman: Ada Kelalaian dan SDM Kurang

Regional
Sederet Fakta 2 Prajurit TNI Gugur Diserang OTK, Pelaku Berjumlah 20 Orang dan Senjata Korban Dirampas

Sederet Fakta 2 Prajurit TNI Gugur Diserang OTK, Pelaku Berjumlah 20 Orang dan Senjata Korban Dirampas

Regional
Atas Saran Dukun, Bocah Ini Jalani Ritual Agar Tidak Nakal, Ditenggelamkan Orangtua di Bak Mandi hingga Tewas

Atas Saran Dukun, Bocah Ini Jalani Ritual Agar Tidak Nakal, Ditenggelamkan Orangtua di Bak Mandi hingga Tewas

Regional
Berkaca dari Kasus Telur Asli Dikira Palsu, Ini Tips Memilih Telur yang Baik...

Berkaca dari Kasus Telur Asli Dikira Palsu, Ini Tips Memilih Telur yang Baik...

Regional
Putra Sulung Risma Pertanyakan Janji Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya 2020

Putra Sulung Risma Pertanyakan Janji Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya 2020

Regional
Komplotan Pencuri Modus Pijat Beraksi di Dalam Angkot, 3 Cincin Korban Raib

Komplotan Pencuri Modus Pijat Beraksi di Dalam Angkot, 3 Cincin Korban Raib

Regional
Mudik Dilarang, Omzet Penjual Ketupat di Madiun Turun 50 Persen

Mudik Dilarang, Omzet Penjual Ketupat di Madiun Turun 50 Persen

Regional
Eri Cahyadi Minta Lurah dan Camat di Surabaya Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Libur Lebaran

Eri Cahyadi Minta Lurah dan Camat di Surabaya Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Libur Lebaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X