[POPULER NUSANTARA] Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar | Pertemuan Gibran dan Fahri Hamzah

Kompas.com - 29/03/2021, 05:55 WIB
Petugas kepolisian berjaga di lokasi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc. ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHEPetugas kepolisian berjaga di lokasi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).

Ledakan tersebut ternyata bom bunuh diri. Hingga Minggu sore, ada sekitar 20 orang yang mengalami luka-luka.

Sementara itu di Solo, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di rumah dinasnya, Loji Gandrung, Sabtu (27/3/2021).

Selain mengucapkan selamat atas terpilihnya Gibran menjadi Wali Kota Solo, Fahri juga membawa misi memperkenalkan partai barunya.

Selain masalah politik, pertemuan itu juga menguak fakta bahwa adik Gibran, Kaesang Pangarep ternyata mengidolakan Fahri.

Dua berita tersebut menjadi perhatian banyak pembaca Kompas.com dan berikut lima berita populer nusantara selengkapnya:

1. Ledakan di depan Gereja Katedral Makassar

Ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).dok Tribun Makassar Ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).
Salah satu saksi mata, Armin Hari mengatakan, dirinya mendengar suara ledakan saat berada di sebuah klinik di Jalan Hasanuddin, Minggu (28/3/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ternyata sumber suara berasal dari ledakan di depan Gereja Katedral Makassar.

Menurutnya tidak ada bangunan yang hancur akibat ledakan tersebut. Sebab, ledakan terjadi di pintu masuk sebelah kanan Gereja Katedral Makassar.

Ia juga mengatakan jika Jalan Kartini dipasang garis polisi.

"Aparat keamanan sudah turun, aparat sedang menandai beberapa pecahan yang ada," kata Armin.

Baca juga: Ledakan Terjadi di Depan Gereja Katedral Makassar

2. Pertemuan Gibran dan Fahri Hamzah

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah bertemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Sabtu (27/3/2021).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah bertemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Sabtu (27/3/2021).
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di rumah dinasnya, Loji Gandrung, Solo, Sabtu (27/3/2021).

Selain mengucapkan selamat atas terpilihnya Gibran menjadi Wali Kota Solo, Fahri juga membawa misi memperkenalkan partai barunya.

Saat pertemuan terungkap fakta jika adik Gibran, Kaesang Pangarep ternyata mengidolakan Fahri.

"Saya suka aja cara bicaranya beliau (Fahri Hamzah)," kata Kaesang.

Baca juga: Sejumlah Petinggi Partai Merapat ke Gibran, Ada Apa?

Dia tidak mempermasalahkan Fahri yang seringkali mengkritik ayahnya, Presiden Joko Widodo.

"Kritis itu kan memang dibutuhkan. Jadi ya wajarlah. Saya lihat Pak Fahri bagus selama ini (memberikan kritik)," ungkap Kaesang.

Bahkan ia mengaku tidak pernah jengkel dengan kritikan-kritikan pedas Fahri Hamzah.

"Enggak pernah sama sekali. Kalau saya jengkel tidak mungkin di sini," kata dia.

Baca juga: 5 Fakta Pertemuan Gibran dan Fahri Hamzah, Titip Partai Gelora hingga Kaesang Ketahuan Ngefans

3. Terduga pelaku memaksa masuk gereja

Petugas mengangkat kantong jenazah berisi bagian tubuh dari terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Bagian tubuh jenazah tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Indra Abriyanto/AP/wsj.ANTARA FOTO/Indra Arbiyanto Petugas mengangkat kantong jenazah berisi bagian tubuh dari terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Bagian tubuh jenazah tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Indra Abriyanto/AP/wsj.
Pastor Gereja Katedral Makassar, Wilhelmus Tulak mengatakan ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita.

Saat kejadian itu, para jemaat yang melakukan ibadah kedua di gereja tersebut telah pulang dan mulai masa pergantian untuk ibadah selanjutnya.

Dari keterangan yang didapat dari petugas keamanan gereja, ada dua orang mencurigakan datang dengan menggunakan sepeda motor.

Namun, tak berselang lama ledakan terjadi di depan pintu masuk gereja tersebut.

"Sempat mereka mau memaksa masuk tapi ditahan oleh petugas keamanan gereja karena dianggap mencurigakan," jelasnya.

Baca juga: Dua Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Sempat Memaksa Masuk ke Gereja Katedral Makassar

4. Pelaku naik motor dan ledakkan diri

Petugas kepolisian berjaga di lokasi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc.ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE Petugas kepolisian berjaga di lokasi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc.
Pastor dari Gereja Katedral Makassar, Wilhelmus Tulak menjelaskan kronologi ledakan yang terjadi di gerejanya, Minggu (28/3/2021).

Ia mengatakan ledakan terjadi persis setelah ibadah misa kedua sekitar pukul 10.30 Wita.

"Umat yang ikut ibadah kedua sudah pada pulang. Kebetulan gereja punya beberapa pintu masuk dan pintu keluar. Jadi tidak konsentrasi di di satu pintu," katanya, Minggu.

Ketika umat misa kedua pulang dan yang lain masuk, datanglah pelaku bom bunuh diri itu naik motor mau masuk ke lokasi gereja.

"Tapi sudah diamati petugas keamanan kami dan dia menahan di pintu itu gerbang dan di situlah terjadi ledakan," kata Wilhelmus.

Baca juga: Kronologi Ledakan di Gereja Katedral, Pelaku Naik Motor dan Ledakkan Diri

5. Ternak kura-kura gurun sahara

Andre Salim pemilik penangkara Nyandu Orto Turtle Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (27/3/2021). Di sini, kura-kura jenis Sulcata dengan nama latin Centrochelys Sulcata sengaja dikembang biakan untuk dijual karena peminatnya tinggi. Satu ekor kura-kura berukuran 5 cm dijual dengan harga Rp 1,3juta.KOMPAS.com/ AJI YK PUTRA Andre Salim pemilik penangkara Nyandu Orto Turtle Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (27/3/2021). Di sini, kura-kura jenis Sulcata dengan nama latin Centrochelys Sulcata sengaja dikembang biakan untuk dijual karena peminatnya tinggi. Satu ekor kura-kura berukuran 5 cm dijual dengan harga Rp 1,3juta.
Andre Salim, salah satu pengusaha angkutan batubara di Palembang meraup keuntungan dari ternak kura-kura gurun sahara.

Usaha tersebut awalnya karena ia jenuh berada di rumah saat pandemi. Ia pun membeli sepasang kura-kura gurun sahara yang ketika itu berukuran 27 sentimeter seharga Rp 30 juta.

Merasa kurang, Andre kembali membeli satu lagi kura-kura jantan.

"Kura-kura ini asalnya dari Afrika, tapi saya beli di Indonesia karena waktu itu impor masih ditutup akibat pandemi,"kata Andre, Sabtu (27/3/2021).

Ia kemudian belajar ternak secara otodidak. Setelah mencoba, kura-kuranya bertelur dan kura-kura yang baru menetas dengan ukuran 5 sentimeter dihargai Rp 1,3 juta.

Merasa permintaan kura-kura jenis Sulcata tinggi peminat, Andre pun membeli 10 kura-kura pejantan dan 24 betina ukuran besar untuk diternakkan.

Baca juga: Berawal dari Iseng, Andre Raup Untung Puluhan Juta dari Ternak Kura-kura Gurun Sahara

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Aji YK Putra | Editor : Dheri Agriesta, Pythag Kurniati, Setyo Puji, Farid Assifa, Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu, Bapak, dan Anak Meninggal Berurutan dalam 14 Hari, Dinkes Magetan Sebut Bukan Klaster Keluarga

Ibu, Bapak, dan Anak Meninggal Berurutan dalam 14 Hari, Dinkes Magetan Sebut Bukan Klaster Keluarga

Regional
Tambah 40, Warga Satu Dusun di Sleman Positif Covid-19 Jadi 70 Orang

Tambah 40, Warga Satu Dusun di Sleman Positif Covid-19 Jadi 70 Orang

Regional
Dibuka Lagi Pendaftaran Vaksinasi Massal di Stadion Pakansari Bogor

Dibuka Lagi Pendaftaran Vaksinasi Massal di Stadion Pakansari Bogor

Regional
Detik-detik Tubuh Pemancing Diterkam Buaya, Selamat Setelah Ditolong Adik

Detik-detik Tubuh Pemancing Diterkam Buaya, Selamat Setelah Ditolong Adik

Regional
Ini Formasi untuk CPNS dan PPPK di Provinsi Riau Tahun 2021

Ini Formasi untuk CPNS dan PPPK di Provinsi Riau Tahun 2021

Regional
'Kalau Wali Kota Mau Melakukan Swab, Silahkan di Keramaian Lainnya'

"Kalau Wali Kota Mau Melakukan Swab, Silahkan di Keramaian Lainnya"

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 21 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 21 Juni 2021

Regional
Situs PPDB SMA/SMK Sumbar Diserang 'Hacker', Sempat 'Error' 3 Jam

Situs PPDB SMA/SMK Sumbar Diserang "Hacker", Sempat "Error" 3 Jam

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Juni 2021

Regional
1,2 Juta Warga Surabaya Sudah Divaksin, Pemkot Mulai Data Masyarakat Berusia 18 Tahun ke Atas

1,2 Juta Warga Surabaya Sudah Divaksin, Pemkot Mulai Data Masyarakat Berusia 18 Tahun ke Atas

Regional
Didatangi 9 Preman Bersenjata Tajam, Hadi Tak Berdaya Warung Makannya Diobrak-abrik

Didatangi 9 Preman Bersenjata Tajam, Hadi Tak Berdaya Warung Makannya Diobrak-abrik

Regional
Kasus Covid-19 Klaster Gathering Mahasiswa Untidar Magelang Jadi 57 Orang

Kasus Covid-19 Klaster Gathering Mahasiswa Untidar Magelang Jadi 57 Orang

Regional
Kabag Ops Satuan Brimob Pukul Polisi Jaga di Mapolda Riau, Alasannya Dianggap Tak Sopan dengan Tamu

Kabag Ops Satuan Brimob Pukul Polisi Jaga di Mapolda Riau, Alasannya Dianggap Tak Sopan dengan Tamu

Regional
Denny Indrayana Kembali Gugat Hasil PSU Pilkada Kalsel ke MK

Denny Indrayana Kembali Gugat Hasil PSU Pilkada Kalsel ke MK

Regional
95 Karyawan Pabrik di Karanganyar Positif Covid-19, Berawal Seorang Tertular dari Keluarga

95 Karyawan Pabrik di Karanganyar Positif Covid-19, Berawal Seorang Tertular dari Keluarga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X