Kompas.com - 28/03/2021, 12:40 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan mengimbau lembaga penyiaran untuk tetap menaati pedoman perilaku penyiaran dan standar program siara (P3SPS) KPI 2021.

Imbauan itu dikeluarkan terkait ledakan yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Ledakan di Gereja Katedral Makassar, Petugas Keamanan Terluka karena Tahan Terduga Pelaku

“Teman- teman lembaga penyiaran khususnya televis harus berhati hati dalam memberitakan peristiwa pengeboman Gereja Katedral Makassar. Pasal 23 SPS KPI menyebutkan larangan munculnya adegan kekerasan, termasuk menampilkan manusia atau potongan tubuh yang berdarah-darah, terpotong-potong dan atau kondisi yang mengenaskan akibat dari peristiwa kekerasan,” Kata Ketua KPID Sulawesi Selatan Hasrul Hasan dalam keterangan resminya yang diterima, Minggu (28/3/2021).

Selaian itu, KPID Sulsel juga mengimbau lembaga penyiaran, televisi, dan radio, untuk  mengutip informasi dari narasumber yang terpercaya dan institusi berwenang.

"Lembaga penyiaran memiliki kewajiban menyiarkan berita yang akurat di tengah masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik dan regulasi penyiaran yang ada di Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, Pastor Wilhelmu Tulak dari Gereja Katedral Makassar menjelaskan, ledakan itu terjadi saat peralihan ibadah misa kedua.

"Umat yang ikut ibadah kedua sudah pada pulang. Kebetulan gereja punya beberapa pintu masuk dan pintu keluar. Jadi tidak konsentrasi di di satu pintu," katanya.

Sementara, jemaah yang hendak mengikuti misa ketiga pada pukul 11.00 Wita, sudah mulai berdatangan.

Saat itu, terduga pelaku bom bunuh diri datang menggunakan sepeda motor.

"Tapi sudah diamati petugas keamanan kami dan dia menahan di pintu itu gerbang dan di situlah terjadi ledakan," kata Wilhelmus.

Sementara itu, Mabes Polri telah memastikan ledakan yang terjadi sekitar pukul 10.30 Wita itu merupakan bom bunuh diri.

Baca juga: Polisi: Ledakan di Depan Gereja Katedral Makassar Jenis High Explosive

Polisi masih menyelidiki secara mendalam kejadian itu.

“Masih dilakukan penyelidikan oleh Polda Sulsel untuk mencari tahu siapa pelaku bom bunuh diri tersebut termasuk motif dari bom bunuh diri tersebut,” kata Kepala Biro Penerangan Umum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada Kompas.com, Minggu pagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pelajar SMKN 10 Semarang Dibekuk Polisi, Ikut Serang SMKN 3 dan Bawa Sajam

4 Pelajar SMKN 10 Semarang Dibekuk Polisi, Ikut Serang SMKN 3 dan Bawa Sajam

Regional
Ruminah Bersimpuh di Hadapan Plh Bupati Brebes Minta Anaknya yang Dipenjara Bebas

Ruminah Bersimpuh di Hadapan Plh Bupati Brebes Minta Anaknya yang Dipenjara Bebas

Regional
Buang Bayinya dari Hasil Hubungan Gelap, Ibu Muda di Kalsel Syok dan Menyesal

Buang Bayinya dari Hasil Hubungan Gelap, Ibu Muda di Kalsel Syok dan Menyesal

Regional
Ada 11 Napi Teroris di Banten, 3 Sudah Ikrar Setia ke NKRI

Ada 11 Napi Teroris di Banten, 3 Sudah Ikrar Setia ke NKRI

Regional
Terkatung-katung di Laut Jawa, 3 WNA Dievakuasi ke Jakarta

Terkatung-katung di Laut Jawa, 3 WNA Dievakuasi ke Jakarta

Regional
500 Polisi dan TNI di Ambon Dikerahkan Jelang Laga Belanda Vs Argentina, 17 Titik Jalan Disekat

500 Polisi dan TNI di Ambon Dikerahkan Jelang Laga Belanda Vs Argentina, 17 Titik Jalan Disekat

Regional
Percikan Api di Lubang Penuh Metana Diduga sebab Tambang di Sawahlunto Meledak

Percikan Api di Lubang Penuh Metana Diduga sebab Tambang di Sawahlunto Meledak

Regional
Korban Terakhir Ledakan Tambang di Sawahlunto Ditemukan, Total 10 Orang Tewas

Korban Terakhir Ledakan Tambang di Sawahlunto Ditemukan, Total 10 Orang Tewas

Regional
Indeks Pencegahan Korupsi Raih Skor Tertinggi, Semarang Jadi Kota Terbaik Pencegahan Korupsi

Indeks Pencegahan Korupsi Raih Skor Tertinggi, Semarang Jadi Kota Terbaik Pencegahan Korupsi

Regional
Ungkap Penyebab Kebakaran yang Tewaskan 2 Orang di Ambon, Polda Maluku Akan Datangkan Puslabfor Makassar

Ungkap Penyebab Kebakaran yang Tewaskan 2 Orang di Ambon, Polda Maluku Akan Datangkan Puslabfor Makassar

Regional
Iriana Jokowi: Pasti Selalu Bahagia Ya Le...

Iriana Jokowi: Pasti Selalu Bahagia Ya Le...

Regional
Video Viral Abu Bakar Ba'asyir Doakan Pernikahan Kaesang dan Erina: Semoga Perkawinan Ini Diberkahi Allah SWT

Video Viral Abu Bakar Ba'asyir Doakan Pernikahan Kaesang dan Erina: Semoga Perkawinan Ini Diberkahi Allah SWT

Regional
Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung DPRD PALI Sumsel, 2 Orang Ditahan

Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung DPRD PALI Sumsel, 2 Orang Ditahan

Regional
Ini Lokasi Parkir Pesta Rakyat Pernikahan Kaesang-Erina, Dianjurkan Naik BST atau Feeder

Ini Lokasi Parkir Pesta Rakyat Pernikahan Kaesang-Erina, Dianjurkan Naik BST atau Feeder

Regional
BPBD Bangun Tenda Darurat untuk Tampung Ratusan Korban Kebakaran di Ambon

BPBD Bangun Tenda Darurat untuk Tampung Ratusan Korban Kebakaran di Ambon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.