Sempat Dinyatakan Meninggal, Kakek yang Hilang 30 Tahun Lalu Itu Pulang

Kompas.com - 27/03/2021, 11:41 WIB
Mbah Sim (tengah), bersama saudaranya ditemui di rumahnya di Dusun Kalisalak,Desa Donomulyo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jumat (26/3/2021). KOMPAS.COM/IKA FITRIANAMbah Sim (tengah), bersama saudaranya ditemui di rumahnya di Dusun Kalisalak,Desa Donomulyo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jumat (26/3/2021).

MAGELANG, KOMPAS.com - Muhammad Masim Masruri (65) sempat dinyatakan meninggal dunia oleh keluarga sekitar 30 tahun lalu.

Kakek yang biasa dipanggil Mbah Sim itu akhirnya pulang ke daerah asalnya di Dusun Kalisalak, Desa Donomulyo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kepulangan Mbah Masim disambut sukacita oleh keluarga Rabu (24/3/2021) malam.

Berawal dari sebuah video dan foto di media sosial yang diunggah seorang relawan, Mbah Sim diketahui masih sehat secara fisik, namun mengalami gangguan mental. 

Di unggahan itu, sang relawan memberitahu bahwa ia menemukan seorang kakek bernama Mbah Sim asal Kabupaten Magelang terlunta-lunta di daerah Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. 

Baca juga: Cemburu Leher Istri Merah Seperti Bekas Ciuman, Pria Ini Bunuh Lansia 70 Tahun

 

Relawan dengan akun Instagram novitha_mery itu menyertakan beberapa foto kakek itu.

Tidak berselang lama, keluarga Mbah Sim, Muhammad Ridwan dan Nurkhayati, mengetahui unggahan itu dan langsung berupaya untuk memastikan bahwa kakek itu adalah Mbah Sim yang hilang 30 tahun lalu, pada Senin (22/3/2021).

"Awalnya saya diberitahu kakak (Muhammad Ridwan) kalau ada informasi keberadaan Mbah Sim di WhatsApp grup. Setelah saya cek, saya mengenali wajah di unggahan itu adalah Mbah Sim. Saya langsung menghubungi Mbak Mey (novitha-mery), dan mencari informasi ke keluarga, untuk memastikan lagi apakah dia Mbah Sim," papar Nurkhayati, saudara Mbah Sim, saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Jumat (26/3/2021) malam.

Saat itu, Nur-panggilan Nurkhayati-sedang dalam perjalanan dari Bandung ke Magelang. Sepanjang perjalanan ia terus mencari kepastian tentang Mbah Sim.

Hingga akhirnya ia yakin bahwa kakek itu adalah Mbah Sim dari sejumlah video dan ciri-cirinya.

"Saya terus berkomunikasi dengan Mbah Mey, saya minta video-video Mbah Sim, termasuk saya minta difotokan jari-jarinya karena ada tanda tertentu yang dimiliki Mbah Sim. Kata Mbak Mey, Mbah Sim bisa menjawab saat ditanya nama dan rumahnya walaupun butuh waktu lama, 1-3 hari. Beliau lebih banyak diam, berucap sepatah-patah saja," ungkap Nur. 

Selain ciri fisik, Mbah Sim juga masih hafal nama 3 adik-adiknya saat ditanya oleh relawan itu. Salah satu yang paling diingat Mbah Sim adalah adiknya bernama Musafak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Kontak Senjata TNI-Polri dengan KKB, Lesmin Waker Tewas hingga Pasukan Gabungan Kuasai 2 Kamp

Fakta Kontak Senjata TNI-Polri dengan KKB, Lesmin Waker Tewas hingga Pasukan Gabungan Kuasai 2 Kamp

Regional
'Gempa Terasa Kuat, di Luar Rumah Sudah Banyak Orang Berhamburan'

"Gempa Terasa Kuat, di Luar Rumah Sudah Banyak Orang Berhamburan"

Regional
Gempa 7,2 Magnitudo di Nias Barat Dirasakan Juga di Sejumlah Daerah Ini

Gempa 7,2 Magnitudo di Nias Barat Dirasakan Juga di Sejumlah Daerah Ini

Regional
Gempa Bermagnitudo 7,2 Guncang Nias Barat, Masyarakat Panik Keluar Rumah

Gempa Bermagnitudo 7,2 Guncang Nias Barat, Masyarakat Panik Keluar Rumah

Regional
Merawat Toleransi di Hari Raya Kenaikan Isa Almasih dan Idul Fitri

Merawat Toleransi di Hari Raya Kenaikan Isa Almasih dan Idul Fitri

Regional
Semua Pemudik Korban Perahu Terbalik Telah Ditemukan, Pencarian Dihentikan

Semua Pemudik Korban Perahu Terbalik Telah Ditemukan, Pencarian Dihentikan

Regional
Sempat Lumpuh Diterjang Banjir dan Longsor, Jalan Menuju Danau Toba Parapat Kembali Normal

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir dan Longsor, Jalan Menuju Danau Toba Parapat Kembali Normal

Regional
Pemkot Pontianak Akan Bangun Masjid Terapung di Atas Sungai Kapuas

Pemkot Pontianak Akan Bangun Masjid Terapung di Atas Sungai Kapuas

Regional
Jemaah Islam Aboge Rayakan Idul Fitri Hari Ini

Jemaah Islam Aboge Rayakan Idul Fitri Hari Ini

Regional
Komandan KKB Lesmin Waker Tewas Saat Baku Tembak dengan Prajurit TNI-Polri

Komandan KKB Lesmin Waker Tewas Saat Baku Tembak dengan Prajurit TNI-Polri

Regional
Bubuk Petasan yang Meledak di Kebumen Sekitar 2-3 Kg, Renggut 4 Nyawa dan Rumah Hancur

Bubuk Petasan yang Meledak di Kebumen Sekitar 2-3 Kg, Renggut 4 Nyawa dan Rumah Hancur

Regional
Gubernur Kalbar Sebut Ada Indikasi Penumpang Pesawat Gunakan Surat Hasil Tes Swab Palsu

Gubernur Kalbar Sebut Ada Indikasi Penumpang Pesawat Gunakan Surat Hasil Tes Swab Palsu

Regional
Dipensiunkan, Ini Sanksi bagi ASN di Magetan yang Nekat Mudik Lebaran

Dipensiunkan, Ini Sanksi bagi ASN di Magetan yang Nekat Mudik Lebaran

Regional
Detik-detik Kecelakaan Lalu Lintas Seret Korban hingga 8 Kilometer, Saksi: Mengerikan

Detik-detik Kecelakaan Lalu Lintas Seret Korban hingga 8 Kilometer, Saksi: Mengerikan

Regional
3 Pemudik Tenggelam di Sungai, 1 Orang Belum Ditemukan

3 Pemudik Tenggelam di Sungai, 1 Orang Belum Ditemukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X