Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Modifikasi Menu Pentol Rebus Beralih ke Pentol Goreng, Yanti Bisa Kantongi Rp 5 Juta Sehari

Kompas.com - 27/03/2021, 11:31 WIB
Pythag Kurniati

Editor

 

Menu khas Yanti

Yanti pun kini memanfaatkan teras rumahnya untuk berjualan dan tak sembarangan memilih bahan agar pelanggannya merasa puas.

Ia menggunakan bahan daging ayam, daging sapi serta tepung kanji.

Yanti juga membuat saus sambal racikan sendiri sebagai pendamping santapan pentol gorengnya.

Pentol goreng yang dibeli juga dipastikan dalam kondisi panas karena baru akan digoreng ketika dipesan.

Satu porsi pentol gorengnya dijual seharga Rp 10.000.

"Paling enak kalau makannya pas masih hangat dengan saus pedas yang juga saya buat sendiri," tutur dia.

Yanti juga menjual ceker ayam, sayap ayam dan kepala ayam dengan tulangnya sudah kondisi lunak.

“Kami juga menjual ceker ayam yang dalam sehari rata-rata bisa ludes terjual 1.000 biji, sayap ayam dua kilogram, dan kepala ayam 20 biji," ujar dia.

Baca juga: Kisah WNA Belgia Jualan Ayam Panggang, Sulap Tempat Tak Terawat, Gunakan Resep Turun-temurun Belgia

Promo tiga hari makan gratis, kini omzet Rp 4-5 juta sehari

Ilustrasi uang Dok. Kredivo Ilustrasi uang
Untuk menarik pelanggan, Yanti mulanya memberikan promo tiga hari makan gratis.

Cara ini dilakukan untuk memperkenalkan pentol gorengnya pada pelanggan yang kebanyakan adalah remaja serta anak-anak sekolah.

Tahun 2010, pelanggan Yanti semakin ramai.

Bukan hanya dari Madiun, beberapa warga dari Sragen, Mojokerto hingga Surabaya sengaja mampir ke warung Yanti untuk menyantap pentol gorengnya.

Kini, dalam satu hari, Yanti bisa memperoleh omzet Rp 4 juta. Di hari libur, omzetnya bisa lebih dari itu.

“Pendapatan kotor dari jualan ini, sehari bisa mencapai Rp 4 juta. Tapi kalau hari libur bisa mencapai Rp 5 juta,” kata Yanti.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi | Editor : Robertus Belarminus)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

825 Anak di Semarang Stunting, Wali Kota Minta Inovasi Berkelanjutan Tekan Kasus

825 Anak di Semarang Stunting, Wali Kota Minta Inovasi Berkelanjutan Tekan Kasus

Regional
Rumah Pelaku Pembunuh Wanita di Wonogiri Dibakar Warga, Penuh Coretan 'The Legend Of Biadab'

Rumah Pelaku Pembunuh Wanita di Wonogiri Dibakar Warga, Penuh Coretan "The Legend Of Biadab"

Regional
Pasutri Nelayan di Pulau Sebatik Tewas Tersetrum, Ada Luka Bakar di Tubuh Korban

Pasutri Nelayan di Pulau Sebatik Tewas Tersetrum, Ada Luka Bakar di Tubuh Korban

Regional
Balita Asal Selandia Baru Terjatuh di Kapal di Perairan Pulau Komodo

Balita Asal Selandia Baru Terjatuh di Kapal di Perairan Pulau Komodo

Regional
Perkosa Putri Kandung, Sopir Angkot di Maluku Tengah Divonis 13 Tahun Penjara

Perkosa Putri Kandung, Sopir Angkot di Maluku Tengah Divonis 13 Tahun Penjara

Regional
2.031 Peserta Lulus SNBT UTBK di Untidar Magelang, Peminat Terbanyak D3 Akuntansi

2.031 Peserta Lulus SNBT UTBK di Untidar Magelang, Peminat Terbanyak D3 Akuntansi

Regional
Gerindra, PAN, dan Golkar Bertemu Bahas Pilkada Jateng

Gerindra, PAN, dan Golkar Bertemu Bahas Pilkada Jateng

Regional
Aksesnya Sulit Buat Investor Enggan Kelola Stadion Internasional Banten

Aksesnya Sulit Buat Investor Enggan Kelola Stadion Internasional Banten

Regional
Nekatnya Warga Sragen, Curi Sapi Lalu Dijual di Medsos

Nekatnya Warga Sragen, Curi Sapi Lalu Dijual di Medsos

Regional
Klaim Sepakat Koalisi, PKB Minta Ketua DPC Gerindra Jadi Calon Wakil Bupati Pilkada Demak

Klaim Sepakat Koalisi, PKB Minta Ketua DPC Gerindra Jadi Calon Wakil Bupati Pilkada Demak

Regional
Pria di Banten Bunuh Kekasih Sesama Jenisnya Divonis 14 Tahun Penjara

Pria di Banten Bunuh Kekasih Sesama Jenisnya Divonis 14 Tahun Penjara

Regional
Bertemu Kaesang, Rektor Unsa Sebut Dapat Mandat Jalani Komunikasi dengan Parpol Lain

Bertemu Kaesang, Rektor Unsa Sebut Dapat Mandat Jalani Komunikasi dengan Parpol Lain

Regional
Saat Ruang Kelas SD di Purworejo Roboh, Siswa Belajar di Mushala dan Perpustakaan

Saat Ruang Kelas SD di Purworejo Roboh, Siswa Belajar di Mushala dan Perpustakaan

Regional
Ketika Kapolda Banten Dibikin Resah dengan Geng Motor...

Ketika Kapolda Banten Dibikin Resah dengan Geng Motor...

Regional
Pj Bupati Janji Siswa SD di Kampar Tak Akan Lagi Belajar di Bekas WC

Pj Bupati Janji Siswa SD di Kampar Tak Akan Lagi Belajar di Bekas WC

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com