Persiapan Belajar Tatap Muka di Kota Magelang, 1.386 Guru Divaksin

Kompas.com - 26/03/2021, 18:33 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer-BioNTech dan vaksin Moderna yang berbasis messenger RNA (mRNA), berhasil memberikan perlindungan pada ibu hamil, ibu menyusui dan bayi baru lahir. Studi pada vaksin Covid-19 mRNA ini memberi harapan untuk melindungi populasi ini dari infeksi virus corona. SHUTTERSTOCK/Nixx PhotographyIlustrasi vaksin Pfizer-BioNTech dan vaksin Moderna yang berbasis messenger RNA (mRNA), berhasil memberikan perlindungan pada ibu hamil, ibu menyusui dan bayi baru lahir. Studi pada vaksin Covid-19 mRNA ini memberi harapan untuk melindungi populasi ini dari infeksi virus corona.

MAGELANG, KOMPAS.com - Sebanyak 1.386 orang tenaga pengajar atau guru menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 di Kota Magelang. Mereka terdiri dari guru jenjang TK, SD, dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Agus Sujito mengatakan, dari jumlah itu sebanyak 90 persen sudah menjalani vaksinasi dosis pertama.

Vaksinasi bagi para guru ini dilakukan secara bertahap dan dilaksanakan di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat dengan sekolah masing-masing.

"Sampai saat ini sudah 90 persen sasaran sudah divaksin. Mereka yang kita data itu merupakan guru prioritas. Sedangkan jumlah total tenaga guru baik ASN maupun non-ASN di Kota Magelang berjumlah 1.733 guru dan 473 tenaga kependidikan,” Agus, dihubungi Jumat (26/3/2021). 

Baca juga: Berkat Pembaca Kompas, Puluhan Keluarga di Magelang Segera Punya Jamban Layak

Agus memastikan seluruh guru di Kota Magelang akan menerima vaksin tersebut. Dengan vaksinasi, rencana pembelajaran tatap muka (PTM) bisa lekas dipersiapkan.

Terlebih lagi, pihaknya akan segera menggelar simulasi PTM, bersamaan dengan ujian sekolah (US) dan ujian praktik kelulusan di jenjang SMP sederajat.

Selain vaksinasi bagi tenaga pengajar, lanjut Agus, syarat PTM juga harus menyertakan persetujuan pemerintah maupun Satgas Covid-19 Kota Magelang.

Menurutnya, kalau melihat perkembangan kasus Covid-19 saat ini, potensi untuk tatap muka kian besar. 

Selain itu, ia juga memberi syarat sekolah yang mengusulkan tatap muka, yakni harus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: Polres Magelang Pasang 11 Kamera Pengawas Tilang Elektronik, Ini Lokasinya

Kemudian, membatasi siswa maksimal 30-50 persen tiap kelasnya. PTM bisa dimulai dari jenjang SMP.

”Contohnya menyediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu, mengenakan masker, dan memastikan setiap siswa menjaga jarak,” tandasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pilu Senah, Ibu yang Digugat Anak Kandung karena Jual Tanah Warisan Suaminya Rp 260 Juta: Anak Saya Sudah Dapat Sawah

Kisah Pilu Senah, Ibu yang Digugat Anak Kandung karena Jual Tanah Warisan Suaminya Rp 260 Juta: Anak Saya Sudah Dapat Sawah

Regional
Pria Pembuat Video TikTok Hina Palestina Terancam 6 Tahun Penjara

Pria Pembuat Video TikTok Hina Palestina Terancam 6 Tahun Penjara

Regional
Antusiasme Pemudik Ikuti Tes Swab Antigen di Pos Penyekatan: Mending di Sini, Gratis

Antusiasme Pemudik Ikuti Tes Swab Antigen di Pos Penyekatan: Mending di Sini, Gratis

Regional
Menyelam 20 Menit, Aksi Heroik Aipda Joel Selamatkan Siswa SD yang Tenggelam dan Hilang Sehari di Sungai

Menyelam 20 Menit, Aksi Heroik Aipda Joel Selamatkan Siswa SD yang Tenggelam dan Hilang Sehari di Sungai

Regional
Cerita Ibu Senah Digugat Anak Kandungnya, Tak Dikunjungi Saat Lebaran Padahal Jarak Rumah Hanya 2 Meter

Cerita Ibu Senah Digugat Anak Kandungnya, Tak Dikunjungi Saat Lebaran Padahal Jarak Rumah Hanya 2 Meter

Regional
Gaduh Dugaan Telur Palsu di Kediri, Ini Hasil Pemeriksaan Aparat

Gaduh Dugaan Telur Palsu di Kediri, Ini Hasil Pemeriksaan Aparat

Regional
Penampakan Ambulans Kota Padang di Palestina, Ini Kata Gubernur Sumbar

Penampakan Ambulans Kota Padang di Palestina, Ini Kata Gubernur Sumbar

Regional
Edy Rahmayadi Minta RS di Medan Alokasikan 30 Persen Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Edy Rahmayadi Minta RS di Medan Alokasikan 30 Persen Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Regional
Paman di Asahan Cabuli Keponakan Saat Rumah Sepi, Korban Diancam Akan Bunuh

Paman di Asahan Cabuli Keponakan Saat Rumah Sepi, Korban Diancam Akan Bunuh

Regional
Pelaku Usaha Rekreasi dan Hiburan di Surabaya Wajib Tanda Tangani Pakta Integritas jika Ingin Beroperasi Kembali

Pelaku Usaha Rekreasi dan Hiburan di Surabaya Wajib Tanda Tangani Pakta Integritas jika Ingin Beroperasi Kembali

Regional
Sudah 3 Hari Tak Ada Tambahan Kasus Covid-19 di Sulut, Pasien Sembuh Capai 896 Orang

Sudah 3 Hari Tak Ada Tambahan Kasus Covid-19 di Sulut, Pasien Sembuh Capai 896 Orang

Regional
KRL Kembali Beroperasi di Stasiun Rangkasbitung pada 18 Mei

KRL Kembali Beroperasi di Stasiun Rangkasbitung pada 18 Mei

Regional
Amankan PSU Pilkada Sabu Raijua, Polda NTT Bakal Kerahkan Anjing Pelacak

Amankan PSU Pilkada Sabu Raijua, Polda NTT Bakal Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Ini Alasan Anak Gugat Ibu Kandung Berusia 70 Tahun di Lombok Tengah

Ini Alasan Anak Gugat Ibu Kandung Berusia 70 Tahun di Lombok Tengah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X