Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjelasan Polda Aceh Soal Tes DNA Pria Diduga Abrip Asep, Diperkirakan Keluar Awal April atau Maret Akhir

Kompas.com - 26/03/2021, 10:52 WIB
Pythag Kurniati

Editor

KOMPAS.com- Setelah tes dilakukan pada Kamis (18/3/2021), publik masih menunggu hasil pemeriksaan DNA pasien jiwa yang diduga merupakan polisi korban tsunami Aceh.

Tes DNA tersebut akan membuktikan apakah pasien jiwa tersebut adalah Ajun Brigadir Polisi (Abrip) Asep yang hilang 17 tahun lalu.

Baca juga: Apakah Zainal Abidin Adalah Abrip Asep, Polisi yang Hilang Saat Tsunami? Ini Rentetan Kejadiannya dari Tahun ke Tahun

Keluar dalam dua pekan

Ilustrasi peneliti sedang bekerja di laboratorium.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi peneliti sedang bekerja di laboratorium.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengemukakan, hasil tes DNA pasien itu diperkirakan akan keluar pada awal April 2021 atau Maret akhir.

Sebab, paling cepat butuh waktu sekitar dua minggu sejak tanggal 18 Maret 2021 untuk mengetahui hasilnya.

"Sampel DNA dan sidik jari diduga Asep sudah dikirim ke RS Polri, menurut info dari Biddokes Polda hasilnya akan keluar paling cepat 14 hari," kata Winardy.

Dia mengatakan pihak Polda Aceh pun masih menunggu hasil tes tersebut keluar.

"Jadi sampai hari ini belum dapat hasil tes DNA yang bersangkutan," kata dia.

Baca juga: Polda Aceh Bantah Berita Hasil Tes DNA Diduga Abrip Asep Sudah Keluar dan Keluarganya Datang dari Lampung

Seorang pasien RSJ di Banda Aceh diduga anggota polisi yang hilang saat tsunami di Aceh pada 2004 lalu.KOMPAS.com/TEUKU UMAR Seorang pasien RSJ di Banda Aceh diduga anggota polisi yang hilang saat tsunami di Aceh pada 2004 lalu.

Akan fasilitasi keluarga setelah tes DNA keluar

Winardy mengatakan, pihak Polda Aceh dan Polda Lampung kini menjalin koordinasi untuk memfasilitasi keluarga pria diduga Asep.

Namun, hal itu akan dilakukan usai keluarnya hasil tes DNA.

"Koordinasi kami dengan Humas Polda Lampung, keluarga akan difasilitasi setelah hasil tes DNA keluar," katanya.

"Tidak benar juga kalau ada informasi ada keluarganya dari Lampung yang sudah datang ke RSJ di Banda Aceh bertemu dengan Zainal alias Asep," lanjut Winardy.

Baca juga: 80 Persen Fisik Pasien RSJ Mirip dengan Asep, Polisi yang Hilang Saat Tsunami Aceh

Menanti hasil tes DNA...

Ilustrasi tes DNA.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tes DNA.
Identitas pasien rumah sakit jiwa di Banda Aceh masih menjadi tanda tanya.

Dirawat sejak tahun 2009, pasien itu diduga adalah Abrip Asep, polisi yang hilang dan diyakini telah meninggal dunia ketika tsunami Aceh 2004.

Polri pun bahu-membahu mengungkap identitas pria yang datang ke RSJ dalam kondisi linglung tersebut.

Polda Aceh bekerja sama dengan pihak RSJ melakukan tes DNA terhadapnya. Sedangkan Polda Lampung akan mengirim keluarga Asep ke Aceh.

Pihak keluarga Abrip Asep meyakini jika pria itu adalah anggota keluarga mereka.

Sang adik, Burhan mengatakan, ada dua tanda yang dimiliki kakaknya yakni tahi lalat di telinga kanan dan bekas jahitan di kening.

"Pas ditunjukkan foto, kami yakin itu kakak kami, ada ciri khusus dari dia," kata Burhan.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Raja Umar, Tri Purna Jaya | Editor: Farid Assifa, Abba Gabrilin, Aprilia Ika, Khairina)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Umat Buddha di Candi Borobudur Lantunkan Doa Perdamaian Dunia, Termasuk untuk Palestina

Umat Buddha di Candi Borobudur Lantunkan Doa Perdamaian Dunia, Termasuk untuk Palestina

Regional
Pasangan Sesama Jenis Menikah di Halmahera Selatan Ditangkap, Polisi: Antisipasi Amukan Warga

Pasangan Sesama Jenis Menikah di Halmahera Selatan Ditangkap, Polisi: Antisipasi Amukan Warga

Regional
Bentrokan Warga di Kupang, 3 Rumah Rusak, 2 Sepeda Motor Rusak dan Sejumlah Orang Luka

Bentrokan Warga di Kupang, 3 Rumah Rusak, 2 Sepeda Motor Rusak dan Sejumlah Orang Luka

Regional
Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Regional
Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Regional
Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Kilas Daerah
Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Regional
Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Regional
Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Regional
Soal 'Study Tour', Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Soal "Study Tour", Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Regional
Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Regional
Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Regional
Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Regional
Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Regional
Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com