Keamanan di Intan Jaya Berangsur Pulih, Kapolres: Pelajar SD-SMA di Sugapa Butuh Bantuan...

Kompas.com - 25/03/2021, 20:39 WIB
Binmas Noken Polda Papua dan Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan tengah nercenkrama dengan siswa sekolah yabg ada di Distrik Sugapa, Papua, Rabu (24/3/2021) Dok Humas Polda PapuaBinmas Noken Polda Papua dan Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan tengah nercenkrama dengan siswa sekolah yabg ada di Distrik Sugapa, Papua, Rabu (24/3/2021)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua, berangsur pulih setelah kelompok kriminal bersenjata melakuakn beragam aksi teror di wilayah itu.

Kondisi itu terlihat dari aktivitas Binmas Noken Polda Papua bersama Humas Ops Nemangkawi yang melakukan bakti sosial, penyuntikan vaksin Covid-19, trauma healing, dan program Polisi Pi Ajar di Distrik Sugapa.

Menurut Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan, siswa dari tingkat SD hingga SMA di Sugapa sangat antusias ketika aparat keamanan menyambangi mereka.

"Mereka senang sekali dengan kedatangan kami. Mereka ingin ada bantuan-bantuan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (25/3/2021).

Sandi mengungkapkan, kondisi pendidikan di Intan Jaya perlu mendapat perhatian bersama.

Baca juga: Beri Bantuan Modal untuk Nelayan dan Pedagang, Presiden: Awas, Jangan Beli Handphone

Dari 120 siswa SD, 40 siswa SMP, dan 20 siswa SMA, sebagian besar belum memiliki seragam sekolah dan kelengkapannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Program harusnya dibuat pemerintah, kita hanya mendukung kaitannya dengan keamanan, harapan saya pemerintah buat duluan," kata dia.

Tidak hanya para siswa, keadaan para pengajar yang total berjumlah enam orang pun butuh perhatian.

Khusus para guru, Sandi menyebut mereka membutuhkan dukungan bahan makanan karena harga bahan pokok di Sugapa cukup mahal. Sementara, mereka berstatus sebagai tenaga honorer.

"Guru ada lima orang dan satu kepala sekolah, guru-guru ini honorer yang sebenarnya sudah mau pulang tapi kita tahan, nanti jadi apa anak-anak kita di Intan Jaya," kata dia.

 

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah (DPPAD) Papua Christian Sohilait mengakui kondisi itu telah dilaporkan instansi setempat.

Hanya saja, DPPAD Papua hanya berwenang di tingkat SMA dan SMK.

Baca juga: Jadi WN Taiwan, Perempuan Asal Tulungagung Ini Dideportasi karena Terlalu Lama di Kampung Halaman

"Iya, kondisi nya begitu, karena itu saya sudah sampaikan silakan pemda setempat ambil langkah, karena di bawah kewenangan kabupaten. Kecuali SMA/SMK di bawah kami," kata Sohilait.

Hingga kini Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni tidak dapat dihubungi. Sementara Sekda Intan Jaya, Aser Mirip, tidak kunjung mengangkat telepon.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Ungkap Sempat Ada Gesekan Saat Pindahkan Pasien Covid-19 Kudus ke Boyolali

Ganjar Ungkap Sempat Ada Gesekan Saat Pindahkan Pasien Covid-19 Kudus ke Boyolali

Regional
2 Rumah Ibadah dan Sebuah Sekolah Rusak akibat Gempa di Maluku Tengah

2 Rumah Ibadah dan Sebuah Sekolah Rusak akibat Gempa di Maluku Tengah

Regional
Potensi Gempa Susulan dan Tsunami, Gubernur Maluku: Jauhi Pantai, Cari Tempat Tinggi

Potensi Gempa Susulan dan Tsunami, Gubernur Maluku: Jauhi Pantai, Cari Tempat Tinggi

Regional
Kesal Diminta Ganti Kerugian, Pria di Makassar Bakar Minimarket Tempatnya Bekerja

Kesal Diminta Ganti Kerugian, Pria di Makassar Bakar Minimarket Tempatnya Bekerja

Regional
Pria di Bima Dibunuh Suami Baru dari Mantan Istri, Motifnya Harta Gana-gini

Pria di Bima Dibunuh Suami Baru dari Mantan Istri, Motifnya Harta Gana-gini

Regional
Viral Kades 'Mondar-mandir' ke 4 RS Bawa Pasien, Ditolak karena Penuh, Bupati Bandung: Terima Kasih

Viral Kades "Mondar-mandir" ke 4 RS Bawa Pasien, Ditolak karena Penuh, Bupati Bandung: Terima Kasih

Regional
2 Menit Usai Gempa, Terjadi Tsunami Setinggi 0,5 Meter di Tehoru Maluku Utara, BMKG Sebut karena Longsoran Bawah Laut

2 Menit Usai Gempa, Terjadi Tsunami Setinggi 0,5 Meter di Tehoru Maluku Utara, BMKG Sebut karena Longsoran Bawah Laut

Regional
Pinjam Online Rp 900.000, Utang Pegawai Pemkab Boyolali Bengkak Jadi Rp 75 Juta dalam 2 Bulan

Pinjam Online Rp 900.000, Utang Pegawai Pemkab Boyolali Bengkak Jadi Rp 75 Juta dalam 2 Bulan

Regional
Penyekatan Suramadu Dinilai Mendiskriminasi Warga Madura, GAS Jatim Akan Demo Pemkot Surabaya

Penyekatan Suramadu Dinilai Mendiskriminasi Warga Madura, GAS Jatim Akan Demo Pemkot Surabaya

Regional
7 ABK Tercebur ke Laut Saat Latihan Pengoperasian Sekoci, 2 Terluka dan 1 Hilang

7 ABK Tercebur ke Laut Saat Latihan Pengoperasian Sekoci, 2 Terluka dan 1 Hilang

Regional
Screening dan Swab Antigen di Pos Penyekatan Suramadu Difokuskan bagi Pengendara yang Masuk Arah Bangkalan

Screening dan Swab Antigen di Pos Penyekatan Suramadu Difokuskan bagi Pengendara yang Masuk Arah Bangkalan

Regional
Ganjar Cerita Dapat Surat dari Kemenkominfo India, Komplain Soal Varian Covid-19 di Kudus

Ganjar Cerita Dapat Surat dari Kemenkominfo India, Komplain Soal Varian Covid-19 di Kudus

Regional
Helikopter BNPB Mendarat Darurat di Grobogan, Diduga Ada Masalah Navigasi

Helikopter BNPB Mendarat Darurat di Grobogan, Diduga Ada Masalah Navigasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Juni 2021

Regional
Bupati Maluku Tengah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa akibat Gempa

Bupati Maluku Tengah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa akibat Gempa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X