Beri Bantuan Modal untuk Nelayan dan Pedagang, Presiden: Awas, Jangan Beli "Handphone"

Kompas.com - 25/03/2021, 20:04 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Maluku, Murad Ismail, Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua san Raja Negeri Hitu, Salhana Pellu membeeikan sambutan saat kunjungan kerja di Desa Hitu, Kecatan Leihitu Kabuoaten Maluku Tengah, Kamis (25/3/2021) Humas Pemkab Maluku TengahPresiden Joko Widodo didampingi Gubernur Maluku, Murad Ismail, Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua san Raja Negeri Hitu, Salhana Pellu membeeikan sambutan saat kunjungan kerja di Desa Hitu, Kecatan Leihitu Kabuoaten Maluku Tengah, Kamis (25/3/2021)

AMBON, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan modal usaha bagi sejumlah nelayan dan pedagang saat berkunjung ke Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (25/3/201).

Kunjungan ke Kecamatan Leihitu tersebut dilakukan Presiden Jokowi dan rombongan seusai memantau vaksinasi massal di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan RSUP dr Johanes Leimena Ambon.

Dalam kunjungan ke Desa Hitu, Presiden Joko Widodo tak hanya berdialog dengan para nelayan dan pedagang tapi juga ikut memantau vaksinasi massal di desa tersebut.

Dalam dialog itu, sejumlah nelayan sempat mengeluh belum adanya alat tangkap ikan.

Mereka pun meminta bantuan rumpon kepada Presiden Jokowi.

Baca juga: Jadi WN Taiwan, Perempuan Asal Tulungagung Ini Dideportasi karena Terlalu Lama di Kampung Halaman

"Harganya sekitar tujuh sampai delapan juta pak (Presiden)," kata salah satu nelayan menjawab pertanyaan Jokowi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rumpon dalam bahasa kelautan adalah karang buatan yang dibuat oleh manusia. Tujuannya sebagai tempat berkumpul ikan.

"Rumpon ini biasa dipasang di laut, sekitar 500 meter (dari tepi pantai). Nanti dipasang lampu biar ikan mendekat Pak," kata Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menjelaskan kepada  Presiden.

Selain nelayan, dalam dialog itu para pedagang juga mengaku kesulitan dan memohon bantuan kepada Presiden.

Mendengar keluhan itu, Presiden Jokowi langsung memanggil salah satu ajudannya untuk menghitung jumlah pedagang dan nelayan yang meminta bantuan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Grobogan Berlakukan Gerakan Satu Hari di Rumah Saja

Besok, Grobogan Berlakukan Gerakan Satu Hari di Rumah Saja

Regional
60 Orang pada Satu Perusahaan di Karawang Positif Covid-19

60 Orang pada Satu Perusahaan di Karawang Positif Covid-19

Regional
Unggah Video Meresahkan soal Covid-19 di Facebook, Warga Jember Diamankan Polisi hingga Minta Maaf

Unggah Video Meresahkan soal Covid-19 di Facebook, Warga Jember Diamankan Polisi hingga Minta Maaf

Regional
Ganjar Kritik Rencana Pemerintah soal Sembako Kena Pajak

Ganjar Kritik Rencana Pemerintah soal Sembako Kena Pajak

Regional
Modus Berikan Pekerjaan, Pria Ini Setubuhi Gadis di Bawah Umur Selama 17 Hari

Modus Berikan Pekerjaan, Pria Ini Setubuhi Gadis di Bawah Umur Selama 17 Hari

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Bupati Jepara Keluarkan Kebijakan Dua Hari di Rumah Saja

Kasus Covid-19 Naik, Bupati Jepara Keluarkan Kebijakan Dua Hari di Rumah Saja

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Terus Melonjak, BOR Lewati Standar WHO

Kasus Covid-19 di Jabar Terus Melonjak, BOR Lewati Standar WHO

Regional
13 Guru MI di Sragen Terpapar Covid-19, Diduga Berawal Saat Selfie Tanpa Pakai Masker

13 Guru MI di Sragen Terpapar Covid-19, Diduga Berawal Saat Selfie Tanpa Pakai Masker

Regional
Fakta Biaya Masuk Curug Bidadari Tak Wajar, Wisatawan Kapok hingga Bupati Bogor Turun Tangan

Fakta Biaya Masuk Curug Bidadari Tak Wajar, Wisatawan Kapok hingga Bupati Bogor Turun Tangan

Regional
5 CPMI Terjun dari Lantai 4 BLK di Malang, Ini Sejumlah Dugaan Pelanggaran yang Ditemukan BP2MI

5 CPMI Terjun dari Lantai 4 BLK di Malang, Ini Sejumlah Dugaan Pelanggaran yang Ditemukan BP2MI

Regional
Polisi Ungkap Prostitusi Online di Hotel Berbintang, Anak di Bawah Umur Dijual Rp 500.000

Polisi Ungkap Prostitusi Online di Hotel Berbintang, Anak di Bawah Umur Dijual Rp 500.000

Regional
Suami yang Bunuh Pemerkosa Istrinya Terancam Hukuman Mati

Suami yang Bunuh Pemerkosa Istrinya Terancam Hukuman Mati

Regional
Baru Sebulan Suami Merantau, Istri Tepergok Berhubungan Badan dengan Seorang Pemuda

Baru Sebulan Suami Merantau, Istri Tepergok Berhubungan Badan dengan Seorang Pemuda

Regional
Dalam Sepekan, 5 Truk Tebu Terguling di “Jalur Neraka” Perbukitan Blitar, Ini Penyebabnya

Dalam Sepekan, 5 Truk Tebu Terguling di “Jalur Neraka” Perbukitan Blitar, Ini Penyebabnya

Regional
IDI Siap Bantu Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah, Termasuk Kudus

IDI Siap Bantu Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah, Termasuk Kudus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X