Kompas.com - 25/03/2021, 17:53 WIB
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit RODERICK ADRIAN MOZESIlustrasi perkebunan kelapa sawit

PEKANBARU, KOMPAS.com - Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) mulai melirik potensi pelepah dan lidi sawit sebagai industri baru di Provinsi Riau.

Sebab, selama ini pelepah dan lidi sawit yang berpotensi meningkatkan ekonomi masih terbiarkan begitu saja.

Padahal, saat ini Riau memiliki kebun kelapa sawit terluas di Indonesia, mencapai 4,02 juta hektar.

Baca juga: Japnas akan Bantu Kemenkop UKM Realisasikan Stimulus untuk UMKM

Ketua Umum Pengurus Wilayah Japnas Riau Arif Eka Saputra mengatakan, di daerah lain, pelepah dan lidi kelapa sawit sudah punya nilai ekonomi dan bahkan diekspor ke luar negeri.

"Kenapa yang semacam ini di Riau tidak bisa kita jadikan bernilai ekonomi? Ini yang menjadi awal pemikiran itu," kata Arif kepada wartawan usai pelantikan pengurus PW Japnas Riau periode 2021-2026 di Pekanbaru, Kamis (25/3/2021).

Sementara itu, Ketua Harian PW Japnas Riau Viktor Yonathan mengatakan, seumpama ada 3 juta hektar kebun sawit sudah berproduksi dengan umur di atas delapan tahun, maka, potensi pelepah setiap enam bulan yang bisa dimanfaatkan oleh industri sudah mencapai 1,1 miliar batang pelepah sawit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Anggaplah setiap enam bulan dari satu batang kelapa sawit itu dibuang tiga pelepah, dan satu batang pelepah itu menghasilkan 1 kilogram lidi. Maka, lidi yang bisa dimanfaatkan sudah 1 juta ton lebih," kata Viktor.

Baca juga: Motif Batik Riau Diklaim Pengusaha Bandung, LAM Riau: Kita Tidak Mau Hak Komunal Diakui Pribadi

Saat ini memang sudah ada yang memanfaatkan lidi sawit sebagai produk yang menghasilkan uang. Lidi sawit diolah menjadi kerajinan tangan.

"Di Indragiri Hulu, Riau, sudah ada yang punya usaha ini. Dari dua perusahaan saja, pengepul ini bisa mendapatkan 17 ton lidi. Harga belinya Rp 2.000 per kilogram. Lidi itu dikirim ke Pakistan," sebut Victor.

Menurut Viktor, kulit pelepah sawit sangat bisa dijadikan bahan kerajinan mebel.

"Dengan proses pengeringan dan pembersihan, kulit pelepah sawit ini akan kelihatan teksturnya yang bagus. Sebenarnya, pohon kelapa sawit juga sangat bisa untuk jadi mebel, tapi kita fokus dulu ke yang dua ini, pelepah dan lidinya," ujar Victor.

 

Ketua Umum Japnas Bayu Priawan Djokosoetono menyambut baik rencana Japnas Riau itu.

"Japnas ini kan rumahnya semua kalangan pengusaha, termasuk pengusaha UMKM dengan melirik dan menghasilkan sektor usaha baru. Berarti, Japnas telah memberi warna yang berbeda dan menarik bagi dunia usaha," kata Bayu kepada wartawan.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menyambut baik inovasi Japnas Riau tersebut.

Menurut dia, kehadiran Japnas Riau saat ini dapat menjadi mitra Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memacu pertumbuhan ekonomi di Bumi Lancang Kuning.

"Provinsi Riau sebagai daerah yang strategis yang menjadi jalur lintas perdagangan internasional, menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan investasi tertinggi se-Sumatera dan peringkat keempat secara nasional," ujar Edy.

Meski dalam masa perekonomian yang belum pulih akibat pandemi Covid-19, menurut Edy,  Riau tetap menjadi tujuan investasi di Sumatera.

"Kita patut bersyukur bahwa realisasi investasi di Provinsi Riau di tahun 2020 mencapai Rp 49,64 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan oleh BKPM RI sebesar Rp 40,8 triliun. Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada 2020 mencapai Rp 34,12 triliun," kata Edy.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Itu Nge-BM Truk, Tren Berbahaya yang Nekat Dilakukan Sekelompok Remaja

Apa Itu Nge-BM Truk, Tren Berbahaya yang Nekat Dilakukan Sekelompok Remaja

Regional
Dirawat Sepekan, Bayi Dugong Penuh Luka yang Terdampar di Polewali Mandar Akhirnya Mati

Dirawat Sepekan, Bayi Dugong Penuh Luka yang Terdampar di Polewali Mandar Akhirnya Mati

Regional
Seorang Balita Tewas karena Tenggelam Saat Banjir di Palangkaraya

Seorang Balita Tewas karena Tenggelam Saat Banjir di Palangkaraya

Regional
Dinas Pendidikan Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 akibat PTM di Gresik

Dinas Pendidikan Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 akibat PTM di Gresik

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Halmahera Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Halmahera Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ingat, Akhir Pekan Ini Jalur Wisata ke Baturraden Diberlakukan Ganjil Genap, Ini Lokasinya

Ingat, Akhir Pekan Ini Jalur Wisata ke Baturraden Diberlakukan Ganjil Genap, Ini Lokasinya

Regional
Napi Kasus Korupsi Meninggal di Lapas, padahal Baru Akan Bebas Tahun Depan

Napi Kasus Korupsi Meninggal di Lapas, padahal Baru Akan Bebas Tahun Depan

Regional
Tersandung Kasus Korupsi, Wakil Bupati Lombok Utara: Mohon Doanya...

Tersandung Kasus Korupsi, Wakil Bupati Lombok Utara: Mohon Doanya...

Regional
Gara-gara Saling Ejek, Dua Perempuan Saling Jambak Rambut, Salah Satunya Luka Tersayat Pisau

Gara-gara Saling Ejek, Dua Perempuan Saling Jambak Rambut, Salah Satunya Luka Tersayat Pisau

Regional
Atap Rumah Tiba-tiba Roboh, 3 Warga Ponorogo yang Asyik Nonton Televisi Tertimpa

Atap Rumah Tiba-tiba Roboh, 3 Warga Ponorogo yang Asyik Nonton Televisi Tertimpa

Regional
Polisi Bantah Tangkap Pembentang Poster Saat Jokowi ke Cilacap, Ini Penjelasannya

Polisi Bantah Tangkap Pembentang Poster Saat Jokowi ke Cilacap, Ini Penjelasannya

Regional
'Bayar Pakai Apa Saja Silakan, yang Penting Jangan Ada yang Kelaparan'

"Bayar Pakai Apa Saja Silakan, yang Penting Jangan Ada yang Kelaparan"

Regional
Ciamis Cegah Klaster PTM, Satgas Patroli Prokes ke Sekolah Tiap Hari

Ciamis Cegah Klaster PTM, Satgas Patroli Prokes ke Sekolah Tiap Hari

Regional
Sopir Bus Sugeng Rahayu Diduga Mengantuk Saat Tabrak Truk Kontainer yang Terparkir

Sopir Bus Sugeng Rahayu Diduga Mengantuk Saat Tabrak Truk Kontainer yang Terparkir

Regional
Polisi Kantongi Identitas 2 DPO Perampok Toko Emas di Bandung, Diduga Kabur ke Sumatera

Polisi Kantongi Identitas 2 DPO Perampok Toko Emas di Bandung, Diduga Kabur ke Sumatera

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.