Vaksinasi di Sumsel, Taksi Online Akan Dilibatkan untuk Jemput Lansia

Kompas.com - 24/03/2021, 22:09 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19 ShutterstockIlustrasi Vaksin Covid-19

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan akan menggandeng pihak aplikator taksi online untuk menjemput para warga lanjut usia (lansia) yang akan menjalani vaksinasi.

Sebab, sampai saat ini cakupan vaksin untuk lansia baru 2,7 persen dari total 7 juta orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nuraini mengatakan, rendahnya cakupan vaksin untuk lansia itu dikarenakan persoalan akses menuju ke lokasi, serta kondisi kesehatan para lansia.

Baca juga: Awas, Pedagang Pasar di Palembang Jual Ikan Giling Bercampur Formalin

Namun, untuk mempercepat para lansia yang hendak divaksin, Dinkes memutuskan menggandeng aplikator taksi online.

"Nanti lansia ini akan dijemput di rumah ketika hendak menuju ke tempat vaksinasi. Akhir bulan ini sudah mulai diberlakukan, jadi lansia cukup di rumah, nanti di jemput," kata Lesty di Palembang, Rabu (24/3/2021).

Lesty menerangkan, semula vaksin untuk lansia hanya terpusat di Kota Palembang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun seiring waktu berjalan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memutuskan vaksinasi untuk seluruh wilayah.

"Vaksinasi terhadap lansia perlu dilakukan segera, karena mereka masuk dalam kelompok rentan," ujar Lesty.

Baca juga: Seorang Residivis Bakar Mushala sampai Ludes di Palembang

Sebelum vaksinasi, para lansia harus melalui proses screening sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

"Setelah lolos screening baru bisa divaksin," kata dia.

Saat ini, cakupan vaksin terbesar adalah kelompok sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang sudah mencapai lebih dari 95 persen.

Sementara, untuk kelompok petugas pelayan publik sudah mencapai 5,7 persen.

Sedangkan untuk pemuka agama masih berlangsung.

"Vaksin saat puasa tidak masalah, karena MUI juga sudah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi bisa dilakukan pada saat ibadah puasa. Masyarakat tak perlu takut divaksin," kata Lesty.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil dan Sejarah Kota Blitar

Profil dan Sejarah Kota Blitar

Regional
Keracunan Massal Nasi Berkat di Karawang Diduga karena Bakteri Salmonella

Keracunan Massal Nasi Berkat di Karawang Diduga karena Bakteri Salmonella

Regional
Setelah Ada Penyesuaian Aturan PPKM, Sejumlah Hotel di Bandung Tolak Tamu karena Fully Booked

Setelah Ada Penyesuaian Aturan PPKM, Sejumlah Hotel di Bandung Tolak Tamu karena Fully Booked

Regional
Viral Video Dugaan Pungli Rp 50.000 di Pos Polisi Mamuju Tengah, Sopir Truk Protes hingga Sebabkan Macet Panjang

Viral Video Dugaan Pungli Rp 50.000 di Pos Polisi Mamuju Tengah, Sopir Truk Protes hingga Sebabkan Macet Panjang

Regional
Belasan Mobil Dinas Pemkot Pekanbaru Dikuasai Oknum yang Tak Berhak

Belasan Mobil Dinas Pemkot Pekanbaru Dikuasai Oknum yang Tak Berhak

Regional
Cerita Makam Peneleh, Bekas Kuburan Mewah Pejabat Belanda di Surabaya

Cerita Makam Peneleh, Bekas Kuburan Mewah Pejabat Belanda di Surabaya

Regional
Ada 16.790 Usulan Penerima Bansos di Surabaya yang Ditolak

Ada 16.790 Usulan Penerima Bansos di Surabaya yang Ditolak

Regional
Pesan Atlet Disabilitas untuk Presiden Jokowi: Tolong Perlakukan Kami Sama

Pesan Atlet Disabilitas untuk Presiden Jokowi: Tolong Perlakukan Kami Sama

Regional
Trauma Siswi SMP Korban Pemerkosaan Ayah dan Kakak Kandung, Ketakutan Pulang ke Rumah

Trauma Siswi SMP Korban Pemerkosaan Ayah dan Kakak Kandung, Ketakutan Pulang ke Rumah

Regional
Upaya Konservasi Anggrek Pensil, Tanaman Langka di Bangka Belitung

Upaya Konservasi Anggrek Pensil, Tanaman Langka di Bangka Belitung

Regional
Ulah Kakek Cabul Terungkap Setelah Orangtua Korban Curiga Anaknya Selalu Pulang Bawa Uang

Ulah Kakek Cabul Terungkap Setelah Orangtua Korban Curiga Anaknya Selalu Pulang Bawa Uang

Regional
Pengakuan Guru Pesantren Setahun Cabuli 26 Bocah Laki-laki, Mengaku Penasaran, Korban Diancam Dikurung di Gudang

Pengakuan Guru Pesantren Setahun Cabuli 26 Bocah Laki-laki, Mengaku Penasaran, Korban Diancam Dikurung di Gudang

Regional
Berjuang Tanpa Anggaran, Atlet Disabilitas NPCI Garut Bertekad Pertahankan 5 Besar Porda Jabar

Berjuang Tanpa Anggaran, Atlet Disabilitas NPCI Garut Bertekad Pertahankan 5 Besar Porda Jabar

Regional
Kronologi Kurir Dibegal Saat Antar Paket, Korban Ditembak

Kronologi Kurir Dibegal Saat Antar Paket, Korban Ditembak

Regional
Mengenal Bambang Samsudin, Seniman Angklung Pengembang Metode Kodaly, Satu-satunya di Sumedang

Mengenal Bambang Samsudin, Seniman Angklung Pengembang Metode Kodaly, Satu-satunya di Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.