Usai Pancung Ayah Kandung, Anak Berteriak ke Warga: Bapak Saya Mati

Kompas.com - 24/03/2021, 09:29 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Seorang anak di Lampung Tengah berinisial PK (25) tega membunuh ayah kandungnya sendiri, Slamet (69).

Tak hanya itu, ia juga memasukkan kepala sang ayah ke dalam karung dan mengaraknya keliling kampung.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah, Senin (22/3/2021).

Baca juga: Pengakuan Anak Pancung Bapak di Lampung Tengah: Tidak Diizinkan Menikah dan Merasa Mau Disantet

Pelaku berteriak "Bapak saya mati"

Ilustrasi pembunuhan, kriminal, sadismeShutterstock Ilustrasi pembunuhan, kriminal, sadisme
Warga yang melihat ulah PK menenteng korban menjerit histeris.

"Diarak (kepala korban) diperlihatkan ke sejumlah warga sambil bilang, 'Bapak saya mati, bapak saya mati'," tutur Tarmin, dilansir dari Tribun Lampung.

Melihat hal itu, warga ketakutan hingga berlarian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mendapatkan laporan, polisi pun segera bergerak menangkap PK.

"Sudah kami periksa, saat ini masih ditahan di Polsek Kalirejo," tutur Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas.

Baca juga: Sederet Fakta Temuan Butiran Emas di Pesisir Pantai, Penjelasan Ahli hingga Peringatan Bupati pada Warga

 

IlustrasiKOMPAS Ilustrasi
Kronologi

Edi mengatakan, pembunuhan sadis itu terjadi ketika Slamet (69) beristirahat setelah pulang dari sawah.

Tiba-tiba, pelaku mendatangi korban dari arah belakang.

Menurut Edi, sebelum menebaskan golok ke leher ayahnya, pelaku sempat meminta maaf pada ayahnya.

"Pelaku ini mengaku sempat minta maaf kepada korban sebelum kejadian," kata Edi.

Setelah itu, pelaku memasukkan kepala korban ke dalam karung dan membawanya berkeliling kampung.

"Tersangka naik motor sambil membawa kepala korban," tutur Edi.

Baca juga: Apakah Zainal Abidin Adalah Abrip Asep, Polisi yang Hilang Saat Tsunami? Ini Rentetan Kejadiannya dari Tahun ke Tahun

Tidak diizinkan menikah

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi
Polisi kemudian memeriksa pelaku. Dari hasil pemeriksaan, pembunuhan itu dilatarbelakangi sakit hati.

Pelaku menyebut dirinya tak diizinkan menikah.

"Dia ngakunya enggak diizinkan menikah oleh orangtuanya dan merasa mau disantet," kata Edi.

Namun, diduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan lantaran menjawab pertanyaan dengan tidak jelas.

"Rencana siang ini mau kami bawa ke RSJ untuk diobservasi. Jawabannya (pelaku) tidak jelas. Info dari masyarakat juga bilang pelaku ini mengalami gangguan jiwa," kata Edi.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya | Editor : Aprillia Ika), Tribun Lampung



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X