Tak Dihukum, Pencuri Remaja di Kupang Diberi Hadiah Ponsel dan Disekolahkan oleh Polisi, Ini Ceritanya

Kompas.com - 23/03/2021, 16:56 WIB
Kepala Seksi Humas Polsek Alak Aipda Bill Joozteen saat ditemui di kafenya. KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREKepala Seksi Humas Polsek Alak Aipda Bill Joozteen saat ditemui di kafenya.
Editor Rachmawati

Aipda Bill bercerita saat pencurian terjadi, ER sedang menginap di rumah kerabatnya yang ada di sekitar kafe sejak Minggu (21/3/2021).

Keesokan harinya, ia mencuri topi milik salah satu pekerja kafe. Ia lalu kembali mencuri. Kali ini ER mengambil ponsel milik pekerja lainnya dan kabut ke Pantai Warna Oesapa.

Pencurian tersebut diketahui oleh pekerja kfe dan warga sekitar. Setelah dikejar, remaja putus sekolah tersebut tertangkap di sekitar Pasar Oesapa.

Ia lalu dibawa ke kafe. Pekerja kafe kemudian menghubungi Aibda Bill yang bertugas di Polsek Alak.

Baca juga: Mantan Walkot Kupang Jonas Salean Divonis Bebas Terkait Kasus Bagi-bagi Tanah Pemerintah

Bill meminta agar pekerja tak memukul ER dan ia pun bergegas pulang. Ia mengaku memberi hadiah kepada ER karena kasihan dengan kehidupan remaja tersebut.

"Saya iba dan kasihan setelah mendengar cerita dan kehidupannya," ujar Bill saat ditemui sejumlah wartawan, Selasa (23/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya siap membantu menyekolahkan ER asalkan dia tidak lagi mengulangi perbuatannya mencuri baik di kafe milik saya maupun di tempat lain. ER harus berubah karena kamu memiliki masa depan," ujarnya.

Baca juga: Dianiaya dan Dicabuli, Seorang Gadis di Kupang Laporkan Ayah ke Polisi

Aipda Biill mengaku tak tega mengusut kasus pencurian yang dilakukan ER.

"Selain karena kasihan, saya juga iba dengan kehidupannya. Saya maafkan perbuatannya dengan harapan ia bertobat dan tidak mengulangi lagi perbuatannya," ujar Bill.

Ia berharap bahan makanan dan ponsel yang diberikannya bisa membantu memenuhi kebutuhan remaja itu.

Bill mengatakan, ER juga telah berjanji tak mengulangi perbuatannya dan siap meneruskan pendidikan.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Sigiranus Marutho Bere | Editor : Dheri Agriesta)

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Calon Paskibraka Gagal ke Jakarta Laporkan Kadispora Sulbar ke Ombudsman

Keluarga Calon Paskibraka Gagal ke Jakarta Laporkan Kadispora Sulbar ke Ombudsman

Regional
Anak Akidi Tio Ditangkap dan Jadi Tersangka Terkait Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun

Anak Akidi Tio Ditangkap dan Jadi Tersangka Terkait Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun

Regional
Begini Kondisi Pesepeda yang Jadi Korban Tabrak Lari oleh Mobil Rescue Dinsos Takalar

Begini Kondisi Pesepeda yang Jadi Korban Tabrak Lari oleh Mobil Rescue Dinsos Takalar

Regional
Kisah Zasa, Gadis Difabel Asal NTT yang Berprestasi di Kancah Internasional

Kisah Zasa, Gadis Difabel Asal NTT yang Berprestasi di Kancah Internasional

Regional
Gubernur Babel Prediksi PPKM Bakal Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Gubernur Babel Prediksi PPKM Bakal Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Regional
Suami Pergoki Istrinya Berhubungan Intim dengan Pria Lain di Kebun

Suami Pergoki Istrinya Berhubungan Intim dengan Pria Lain di Kebun

Regional
Kronologi Pasutri yang Selamat Setelah Mobilnya Terjebak di Tengah Rel dan Ditabrak Kereta

Kronologi Pasutri yang Selamat Setelah Mobilnya Terjebak di Tengah Rel dan Ditabrak Kereta

Regional
Dinkes Riau Ingin PPKM Diperpanjang, Ini Alasannya

Dinkes Riau Ingin PPKM Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
Dinkes Solo Sebut Penanganan Covid-19 Harus Terintegrasi dari Hulu sampai ke Hilir

Dinkes Solo Sebut Penanganan Covid-19 Harus Terintegrasi dari Hulu sampai ke Hilir

Regional
Batalkan Jual Beli Tanah, Kakek 63 Tahun Asal Semarang Dijebloskan Tetangga ke Penjara

Batalkan Jual Beli Tanah, Kakek 63 Tahun Asal Semarang Dijebloskan Tetangga ke Penjara

Regional
Donasi untuk Vino yang Yatim Piatu karena Covid-19 Tembus Rp 200 Juta, Termasuk dari Pembaca Kompas.com

Donasi untuk Vino yang Yatim Piatu karena Covid-19 Tembus Rp 200 Juta, Termasuk dari Pembaca Kompas.com

Regional
Nakes di Malang Mulai Disuntik Vaksin Dosis Ketiga, Khofifah: Harus Pakai Pakta Integritas

Nakes di Malang Mulai Disuntik Vaksin Dosis Ketiga, Khofifah: Harus Pakai Pakta Integritas

Regional
5 Pelaku Penyiraman Air Keras di Medan Ditangkap

5 Pelaku Penyiraman Air Keras di Medan Ditangkap

Regional
Kasus Perawat Puskesmas Dikeroyok, Pelaku Perebut Tabung Oksigen Ditetapkan Tersangka Penganiayaan

Kasus Perawat Puskesmas Dikeroyok, Pelaku Perebut Tabung Oksigen Ditetapkan Tersangka Penganiayaan

Regional
Pengakuan Orangtua yang Anaknya Terima Wafer Berisi Silet, Sempat Digigit Lalu Dimuntahkan

Pengakuan Orangtua yang Anaknya Terima Wafer Berisi Silet, Sempat Digigit Lalu Dimuntahkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X