28 April, Polda Sumsel Terapkan Tilang Elektronik, Dirlantas: Letak Kamera Tak Akan Diumumkan

Kompas.com - 23/03/2021, 15:21 WIB
Ilustrasi tilang pada pelanggar lalu lintas pengguna mobil di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang, Selasa (10/9/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIIlustrasi tilang pada pelanggar lalu lintas pengguna mobil di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang, Selasa (10/9/2019)

PALEMBANG, KOMPAS.com - Polda Sumatera Selatan saat ini sedang melakukan persiapan untuk menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang rencananya dimulai pada 28 April 2021 mendatang.

Direktur Polisi Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Cornelis Ferdinand Hotman Sirait mengatakan, hari ini 12 Polda di Indonesia sudah menerapkan ETLE. Sementara, untuk Polda Sumatera Selatan akan mulai menerapkan ETLE pada tahap kedua di 28 April 2021.

Menurut Cornelis, mereka saat ini sedang melakukan uji coba untuk melihat akurasi dan kecepatan cyber optimic yang terhubung ke RMTC. Sebab, jika ada kendala, penerapan hukum untuk tilang akan menjadi terganggu.

Baca juga: Jumlah dan Lokasi Kamera CCTV Tilang Elektronik di 12 Provinsi

"Kami harap sampai launching nanti tidak ada kendala," kata Cornelis, usai menggelar rapat persiapan ETLE, di Polda Sumatera Selatan, Selasa (23/3/2021).

Cornelis menjelaskan, lokasi kamera ETLE akan dipasang di beberapa titik wilayah Palembang.

Namun ia enggan menyebutkan di lokasi mana saja dipasang kamera ETLE.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Letak kamera tidak akan saya umumkan. Bisa saja ada 9 titik dengan sembilan kamera, atau satu titik dengan 9 kamera. Yang jelas jumlah kamera akan terus bertambah,"ujarnya.

Baca juga: Ini 10 Jenis Pelanggaran yang Diproses Lewat Tilang Elektronik ETLE

Begini jika kendaraan belum balik nama tapi kena tilang elektronik

Saat penerapan ETLE nanti, kamera yang dipasang ke lokasi ditentukan akan melihat pelanggar lalulintas. Jika ada pelanggaran, pengemudi roda dua maupun roda empat langsung dikenakan tilang elektronik.

"Misalnya motor A sudah dijual ke B maka nantinya kalau belum balik nama saat kena ETLE maka dihubungi keduanya. Nanti jika tidak ada komunikasi antara dua orang yang bersangkutan kita minta Samsat untuk memblokir nomor kendaraan yang melanggar,"jelas Cornelis.

Jika saat jatuh tempo pelanggar itu tak membayar denda lalulintas yang dilanggar, maka nomor kendaraan akan diblokir sampai denda itu dibayar.

"Saat jatuh tempo B pasti akan datang bayar pajak, disana lah kita akan tunjukan kesalahannya. Kita akan tunggu sampai dia bayar pajak. Kita tunjukan filenya. Kita suruh bayar ETLE dulu baru buka blokiran Samsat," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Pematung Tunanetra Asal Klaten, Sulap Kertas Bekas Jadi Bernilai Seni Tinggi

Cerita Pematung Tunanetra Asal Klaten, Sulap Kertas Bekas Jadi Bernilai Seni Tinggi

Regional
Detik-detik Penggerebekan 'Kampung Narkoba' di Sumsel, 18 Orang Diamankan 2 di Antaranya DPO

Detik-detik Penggerebekan "Kampung Narkoba" di Sumsel, 18 Orang Diamankan 2 di Antaranya DPO

Regional
Mulai Penuh, Keterisian RS Covid-19 di Kota Bandung Mencapai 84,56 Persen

Mulai Penuh, Keterisian RS Covid-19 di Kota Bandung Mencapai 84,56 Persen

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar, Gubernur Ridwan Bantah Ada Rumah Sakit Tolak Pasien

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar, Gubernur Ridwan Bantah Ada Rumah Sakit Tolak Pasien

Regional
Batu Akik Kalimaya, Dulu Dipuja Kini Mulai Dilupa...

Batu Akik Kalimaya, Dulu Dipuja Kini Mulai Dilupa...

Regional
Jepara Zona Merah Covid-19, Semua Pentas Hiburan Dilarang

Jepara Zona Merah Covid-19, Semua Pentas Hiburan Dilarang

Regional
Curi ATM, Sales Bobol Uang Tabungan Pelanggan Rp 64 Juta di Blitar, Ini Kronologinya

Curi ATM, Sales Bobol Uang Tabungan Pelanggan Rp 64 Juta di Blitar, Ini Kronologinya

Regional
Gerebek 'Kampung Narkoba' di Musirawas, Polisi Tangkap 18 Pengedar

Gerebek "Kampung Narkoba" di Musirawas, Polisi Tangkap 18 Pengedar

Regional
Awal Mula 4 Kades di Jember Ditangkap karena Kasus Narkoba

Awal Mula 4 Kades di Jember Ditangkap karena Kasus Narkoba

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar, Ini Langkah Gubernur Ridwan Kamil

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar, Ini Langkah Gubernur Ridwan Kamil

Regional
Heboh Biaya Wisata di Curug Bidadari Tak Wajar, Warganet: Kapok, Tempat Biasa, Pungli Luar Biasa

Heboh Biaya Wisata di Curug Bidadari Tak Wajar, Warganet: Kapok, Tempat Biasa, Pungli Luar Biasa

Regional
Berkunjung ke Dusun Butuh, 'Nepal van Java' yang Dibanggakan Menteri Sandiaga

Berkunjung ke Dusun Butuh, "Nepal van Java" yang Dibanggakan Menteri Sandiaga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Upaya Evakuasi Kapal 'Hantu' Terkendala Medan | Foto Viral Biaya Masuk Curug Bidadari

[POPULER NUSANTARA] Upaya Evakuasi Kapal "Hantu" Terkendala Medan | Foto Viral Biaya Masuk Curug Bidadari

Regional
Dalam 2 Bulan, 2 Kali Ditemukan Mayat Hangus Terbakar di Maros

Dalam 2 Bulan, 2 Kali Ditemukan Mayat Hangus Terbakar di Maros

Regional
Sejarah Becak Pertama di Yogyakarta, dari Antar Beras hingga Candu

Sejarah Becak Pertama di Yogyakarta, dari Antar Beras hingga Candu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X