Warga Heboh, Cabai Rawit Diduga Dicat Beredar di Banyuwangi, Ini Faktanya

Kompas.com - 23/03/2021, 15:00 WIB
Potongan video di akun Facebook yang mengungga video cabai rawit yang diduga dicat tangkapan layar FacebookPotongan video di akun Facebook yang mengungga video cabai rawit yang diduga dicat

KOMPAS.com - Polisi memeriksa tiga orang saksi terkait video viral kasus cabai palsu di Banyuwangi, Jawa Timur.

Namun demikian, polisi masih belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Ketiga saksi itu adalah Agung Prasetyo Hadi, yang berperan sebagai pengunggah video, Suryati sebagai pembeli cabai palsu dan L-N pedagang sayur keliling yang diduga menjual cabai palsu.

Baca juga: Kasus Anak Pancung Ayah Kandung dengan Golok di Lampung Tengah, Diduga Soal Restu Nikah

"Ini masih sementara dimintai keterangan. Selanjutnya kita dalami keterangan dan menyita barang bukti di TKP," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Poli Arman Asmara Syarifuddin, Senin (22/3/2021) dilansir dari KompasTV.

Dibawa ke laboratorium

Sementara itu, menurut Arman, saat ini barang bukti berupa cabai yang diduga diberi pewarna tengah diperiksa di laboratorium.

Namun demikian, polisi menyebutkan, penjual cabai membantah dagangannya mengandung pewarna.

"Pada prinsipnya bahwasannya si penjual saudari S ini menyatakan penjualan cabai tidak jadi masalah. Ini dibuktikan dari 9 ons yang dibawa, 6 ons laku tanpa adanya komplain dari pembeli, kecuali yang 1 ons ya," ujar Arman.

Baca juga: Viral, Video Cabai Rawit Berwarna Kemerahan Diduga Dicat, Ini Penjelasan Polisi

Viral di media sosial

Seperti diketahui, sebuah video di akun Facebook atas nama Agung Emfet Blambangan pada 18 Maret 2021, menjadi viral.

Dalam video berdurasi 30 detik itu terlihat benda seperti cabai rawit utuh dimasak di kuali.

Lalu terdengar suara seorang pria menjelaskan bahwa kondisi cabai yang dimasak keluar cairan kental.

Baca juga: Kami Harus Layani Pelanggan yang Gila Pedas meski Harga Cabai Gila-gilaan

Jadi sorotan Bupati Banyuwangi

Orang nomor satu di Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan, pelaku pengecat cabai diduga hanya ingin mengambil keuntungan.

“Banyuwangi adalah sentra cabai nasional. Terkait viral ada cabai dicat, kami yakin itu hanya oknum yang ingin mengambil keuntungan. Jika itu benar, kita semua menyesalkan. Kita percayakan proses penyelidikannya ke pihak kepolisian," kata Ipuk seusai membagikan bibit cabai ke kelompok wanita tani di Desa Setail, Senin (22/3/2021) dikutip dari rilis Pemkab Banyuwangi. (David Oliver Purba).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penumpang Perahu Wisatawan yang Terbalik di Waduk Kedung Ombo 20 Orang, 11 Selamat, 9 Masih Dicari

Penumpang Perahu Wisatawan yang Terbalik di Waduk Kedung Ombo 20 Orang, 11 Selamat, 9 Masih Dicari

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 15 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 15 Mei 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 15 Mei 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 15 Mei 2021

Regional
Acara Organ Tunggal Dibubarkan Paksa, Polisi Beri Tembakan Peringatan

Acara Organ Tunggal Dibubarkan Paksa, Polisi Beri Tembakan Peringatan

Regional
Pada Mercon 13 Sentimeter yang Disita Polisi, Tertempel Kertas Berisi Curhatan untuk Sang Mantan

Pada Mercon 13 Sentimeter yang Disita Polisi, Tertempel Kertas Berisi Curhatan untuk Sang Mantan

Regional
Saksi Kecelakaan Perahu Wisatawan: Penumpang Saat Swafoto Banyak di Depan, Air Masuk dan Kapal Terbalik

Saksi Kecelakaan Perahu Wisatawan: Penumpang Saat Swafoto Banyak di Depan, Air Masuk dan Kapal Terbalik

Regional
Lagi, Seorang Narapidana Kabur dari Lapas Nunukan Kaltara

Lagi, Seorang Narapidana Kabur dari Lapas Nunukan Kaltara

Regional
Becak Bawa 2 Penumpang Ini Sengaja Masuk Tol Surabaya-Gresik, Pengelola: Mereka Satu Keluarga Mudik Lokal

Becak Bawa 2 Penumpang Ini Sengaja Masuk Tol Surabaya-Gresik, Pengelola: Mereka Satu Keluarga Mudik Lokal

Regional
Libur Lebaran, Bandung Zoo Dipadati Pengunjung

Libur Lebaran, Bandung Zoo Dipadati Pengunjung

Regional
Polda Jatim Gelar Penyekatan Serentak dan Rapid Test Acak di 29 Titik Pos Penyekatan

Polda Jatim Gelar Penyekatan Serentak dan Rapid Test Acak di 29 Titik Pos Penyekatan

Regional
Petugas Kaget, Becak Muat 2 Penumpang Berjalan Santai di Tol Surabaya-Gresik

Petugas Kaget, Becak Muat 2 Penumpang Berjalan Santai di Tol Surabaya-Gresik

Regional
Ajudan Pribadi Komandan KKB Tewas dalam Baku Tembak, Berhasil Diidentifikasi karena Punya Ciri-ciri Ini

Ajudan Pribadi Komandan KKB Tewas dalam Baku Tembak, Berhasil Diidentifikasi karena Punya Ciri-ciri Ini

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedung Ombo, 5 Orang dalam Pencarian

Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedung Ombo, 5 Orang dalam Pencarian

Regional
Pulang Mudik, Warga Banten Wajib Tes Swab Antigen dan Karantina 5x24 Jam

Pulang Mudik, Warga Banten Wajib Tes Swab Antigen dan Karantina 5x24 Jam

Regional
Bupati Kediri Tangkap Basah Camat Minta THR ke Tiap Desa

Bupati Kediri Tangkap Basah Camat Minta THR ke Tiap Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X