Tanam 10.000 Akar Wangi di Lereng Gunung Wilis, Bupati Madiun: Untuk Menghindari Longsor

Kompas.com - 22/03/2021, 23:27 WIB
TANAM—Bupati Madiun, Ahmad Dawami (kiri) menanam 10.000 akar wangi di daerah rawan bencana longsor saat memperingati hari air sedunia di Desa Cermo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (22/3/2021). KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWITANAM—Bupati Madiun, Ahmad Dawami (kiri) menanam 10.000 akar wangi di daerah rawan bencana longsor saat memperingati hari air sedunia di Desa Cermo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (22/3/2021).

MADIUN, KOMPAS.com - Memperingati Hari Air Sedunia 2021, Bupati Madiun Ahmad Dawami mencanangkan penanaman 10.000 tanaman akar wangi (vetiver) di daerah rawan bencana longsor, Senin (22/3/2021).

“Kami memilih akar wangi karena akarnya bisa memanjang kedalaman hingga lima meter lebih. Dan inilah yang akan menjadi penyangga dan pilar untuk menghindari terjadinya tanah longsor,” ujar Ahmad Dawami yang akrab disapa Kaji Mbing, Senin (22/3/2021).

Baca juga: 227 Pegawai Honorer Diangkat Menjadi P3K, Ada yang Sujud Syukur hingga Melompat Kegirangan

Menurut Kaji Mbing, gencarnya penanaman akar wangi juga bagian upaya pemerintah mengatasi persoalan bencana banjir yang mendera beberapa kecamatan dalam tiga bulan terakhir.

Tak hanya itu, penanaman akar wangi mempertahankan sumber mata air di lereng Gunung Wilis sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat setempat.

Menurut Kaji Mbing, penanaman akar wangi di tanah yang miring akan menghambat turunnya air ke bawah. Pasalnya, air yang lewat akan meresap ke tanah secara maksimal setelah ditanami akar wangi.

Kaji Mbing menyebutkan, ribuan akar wangi itu ditanam di empat kecamatan yang berada di lereng Gunung Wilis, yakni Dagangan, Kare, Gemarang, dan Saradan.

Kecamatan itu merupakan daerah yang rawat diterjang longsor dan banjir di Kabupaten Madiun.

Kaji Mbing berharap penanaman 10.000 akar wangi pada peringatan Hari Air Sedunia itu bisa melestarikan alam dan mencegah bencana.

Baca juga: PPKM Mikro di Ponorogo Diperpanjang, Bupati Izinkan Belajar Tatap Muka dan Car Free Day

“Hari Air Sedunia menjadi bagian makna di Kabupaten Madiun bahwa kita diberi oleh Tuhan sesuatu alam yang melimpah termasuk air di dalamnya. Dan ini kewajiban kita menjaga semuanya. Apalagi kualitas air tergantung semuanya bagaimana mengelola di lingkungan sumber air tersebut,” ungkap Kaji Mbing.

Kaji Mbing menambahkan, penanaman akar wangi bersinergitas dengan Perum Jasa Tirta I Wilayah Sungai Bengawan Solo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X