Sampah Rumah Tangga hingga Pakaian Dalam Bekas Bertebaran di Pinggir Jalan, Warga Mengeluh Bau Busuk

Kompas.com - 22/03/2021, 20:18 WIB
Tumpukan sampah yang dibuang oleh ornag tak bertanggung jawab di pinggir jalan dikeluhkan warag Desa Bedagung dan Desa Ngiliran karena berbau tak sedap. Sampah dari kulkas bekas, sofa, kasur bekas bahkan celana dalam wanita dan BH bertebaran di jalan penghubung antar desa tersebut. KOMPAS.COM/SUKOCOTumpukan sampah yang dibuang oleh ornag tak bertanggung jawab di pinggir jalan dikeluhkan warag Desa Bedagung dan Desa Ngiliran karena berbau tak sedap. Sampah dari kulkas bekas, sofa, kasur bekas bahkan celana dalam wanita dan BH bertebaran di jalan penghubung antar desa tersebut.

MAGETAN, KOMPAS.com -  Warga Desa Bedagung dan Desa Ngiliran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan sampah yang dibuang orang tak bertangung jawab di sepanjang pinggir bangunan talut jalan yang belum ditimbun.

Salah satu warga Desa Bedagung mengatakan, sampah yang bertebaran di pinggir jalan itu dibuang orang tak bertanggung jawab saat malam hari.

“Kita tidak tahu siapa yang buang karena buangnya pas malam hari,” kata Supardi, Senin (22/03/2021).

Warga lainnya, Sunardi menambahkan, sampah yang menumpuk di galian pinggir jalan itu mulai menebarkan bau busuk.

Selain sampah rumah tangga, banyak didapati pakaian dalam bekas di tempat tersebut.

Baca juga: Gempar, Emas Muncul di Pesisir Pantai Desa Ini, Warga Ramai-ramai Mendulang

“Banyak pakaian dalam bekas yang dibuang. Bahkan ada sofa dan kulkas yang dibuang di sana,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Desa Ngiliran Karmo mengatakan, pihaknya akan memasang tanda larangan membuang sampah di kawasan tersebut.

Menurutnya, lokasi tersebut berada di wilayah desanya dan sering dilalui warga Desa Begadung.

Lokasi pembuangan sampah itu merupakan bangunan talut untuk memperlebar jalan yang dibangun pada akhir 2020.

“Kita hanya bisa mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah di sini. Kita akan pasang tanda larangan,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan Saif Muchlisun mengatakan, hal itu merupakan tanggung jawab penghasil sampah.

“Biar sampah terkelola dengan baik acuannya sudah diberikan melalui Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2019,” kata Saif lewat pesan singkat.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Pedagang, Wakil Walkot Surabaya: Jangan Takut Vaksin supaya Pasar Kembali Ramai

Saif pun mengajak seluruh pihak mengedukasi masyarakat agar tak membuang sampah sembarangan.

"Monggo kita edukasi bersama biar Magetan bersih, sehat, dan hijau," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 November 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 November 2021

Regional
Banyak Korban Banjir Kalsel Bertahan di Rumah, Petugas Bagikan Nasi Bungkus

Banyak Korban Banjir Kalsel Bertahan di Rumah, Petugas Bagikan Nasi Bungkus

Regional
Soal 2 Mahasiswinya Tewas Tenggelam Saat Diksar, IAIN Parepare: Kami Masih Melakukan Penyelidikan

Soal 2 Mahasiswinya Tewas Tenggelam Saat Diksar, IAIN Parepare: Kami Masih Melakukan Penyelidikan

Regional
Bobol Rumah Warga di Lamongan, Ibu Ini Curi Uang dan Perhiasan Emas Senilai Rp 233 Juta

Bobol Rumah Warga di Lamongan, Ibu Ini Curi Uang dan Perhiasan Emas Senilai Rp 233 Juta

Regional
Eks Bendahara Puskesmas di Medan Diduga Korupsi Rp 2,4 Miliar untuk Arisan 'Online', Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Eks Bendahara Puskesmas di Medan Diduga Korupsi Rp 2,4 Miliar untuk Arisan "Online", Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Regional
Seorang Warga Suru-Suru Korban Penembakan KKB Dievakuasi ke Asmat

Seorang Warga Suru-Suru Korban Penembakan KKB Dievakuasi ke Asmat

Regional
Tahun Depan, Pemprov Jabar Bakal Kejar Penunggak Pajak Kendaraan

Tahun Depan, Pemprov Jabar Bakal Kejar Penunggak Pajak Kendaraan

Regional
Gubernur Edy Klaim Serapan Anggaran Sumut Membaik, Jelang Akhir Tahun Sudah 72,9 Persen

Gubernur Edy Klaim Serapan Anggaran Sumut Membaik, Jelang Akhir Tahun Sudah 72,9 Persen

Regional
Ombudsman Temui HB X, Bahas Pergub yang Atur Demo di Malioboro

Ombudsman Temui HB X, Bahas Pergub yang Atur Demo di Malioboro

Regional
Suami Istri Diduga Pengedar Narkoba Ditangkap, Polisi Temukan Sabu di Celana dalam

Suami Istri Diduga Pengedar Narkoba Ditangkap, Polisi Temukan Sabu di Celana dalam

Regional
Kupang Turun PPKM Level 1, Pemkot Tetap Batasi Aktivitas Warga

Kupang Turun PPKM Level 1, Pemkot Tetap Batasi Aktivitas Warga

Regional
Korupsi Dana JKN, Eks Bendahara Puskesmas di Medan Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Korupsi Dana JKN, Eks Bendahara Puskesmas di Medan Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Regional
Dalam Dua Hari, 4 Penambang Emas Liar Tewas Tertimbun Longsor di Mandailing Natal

Dalam Dua Hari, 4 Penambang Emas Liar Tewas Tertimbun Longsor di Mandailing Natal

Regional
Mulai 20 Desember, ASN Karawang Dilarang ke Luar Kota dan Cuti Libur Nataru

Mulai 20 Desember, ASN Karawang Dilarang ke Luar Kota dan Cuti Libur Nataru

Regional
Kecelakaan Minibus dan Motor di Jalan Trans Flores, 1 Orang Tewas, 4 Luka-luka

Kecelakaan Minibus dan Motor di Jalan Trans Flores, 1 Orang Tewas, 4 Luka-luka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.