Tak Rela Warga Perbatasan RI-Malaysia Terus Sulit Berobat, Marten Hibahkan Tanah untuk Dijadikan Puskesmas

Kompas.com - 22/03/2021, 19:33 WIB
Foto Bandara Lumbis Hulu, pesawat Pillatus mendarat dalam misi kemanusiaan. Gambar diambil 2006 Dok.JustinusFoto Bandara Lumbis Hulu, pesawat Pillatus mendarat dalam misi kemanusiaan. Gambar diambil 2006

NUNUKAN, KOMPAS.com – Marten Losong memiliki mimpi bisa berobat murah dan tidak perlu menempuh perjalanan dengan risiko nyawa untuk pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.

Di Kecamatan Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang merupakan perbatasan RI – Malaysia, hanya tersedia Puskesmas pembantu yang dikepalai seorang bidan.

Hal ini menjadikan keterbatasan kemampuan dan peralatan, manakala dijumpai warga yang sakit parah.

Baca juga: Mudik Tak Dilarang, DPD Minta Pemerintah Perketat Akses Pintu Masuk Perbatasan Wilayah

Sementara itu untuk merujuk ke Puskesmas atau rumah sakit, butuh biaya tidak murah dan memakan waktu tidak sebentar.

"Dari Lumbis Hulu ke kecamatan kota di Mansalong, itu butuh waktu enam sampai delapan jam pakai perahu ketinting dengan biaya sekitar Rp 8 juta. Kalau arus air deras, tentu saja risiko nyawa jadi taruhan," ujar Marten saat dihubungi, Senin (22/3/2021).

Mimpi tersebut sudah ada di benaknya selama puluhan tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak kecil, ia melihat banyak warganya harus merogoh kocek cukup dalam hanya untuk ongkos perjalanan.

Untuk biaya berobat, membayar jasa dokter dan menebus resep obat, tentu itu perkara lain lagi.

Baca juga: Hidup Bergantung dengan Barang dari Malaysia, Warga 3 Desa di Kaltara Tetap Ingin Jadi WNI

Mimpi tersebut seakan akan hampir ia raih. Saat ini, Lumbis Hulu sudah menjadi kecamatan baru hasil pemekaran dari Kecamatan Lumbis Ogong pada 2019.

"Saya serahkan tanah saya yang ada di dekat kantor camat untuk Puskesmas, luasnya sekitar 30 meter dan panjang kurang lebih 100 meter," katanya.

Marten yang merupakan pensiunan Kepala Sekolah SDN 001 Tau Lumbis ini mengatakan, ia bukanlah orang kaya atau orang yang memiliki banyak tanah.

Tanah yang dihibahkan semata-mata menjadi dukungan percepatan pembangunan di kecamatan yang baru dimekarkan tersebut.

Ia sangat ingin melihat kampung halamannya berubah, tidak ada lagi anggapan ‘orang miskin tidak boleh sakit’ melihat keadaan perbatasan RI – Malaysia yang berpuluh tahun belum merasakan hak yang sama sebagai warga negara.

"Bagaimana supaya Lumbis ini maju, yang sakit cepat teratasi. Kalau sakit harus bertaruh nyawa lagi, seakan akan tidak manusiawi kita rasa. Itu berpuluh tahun dirasa warga perbatasan kan?" katanya.

Baca juga: Pembawa 1 Kg Sabu dari Perbatasan RI-Malaysia Ditangkap, Diduga Suruhan Napi Lapas Pontianak

Ada alternatif perjalanan murah di Lumbis Hulu

Menanggapi adanya tanah hibah untuk pembangunan Puskesmas, Camat Lumbis Hulu Justinus memberikan apresiasi dan mengaku sangat berterima kasih.

Justinus membenarkan penuturan Marten. Sampai saat ini warganya harus merogoh kocek Rp 8 juta dengan perjalanan menggunakan ketinting selama 6 sampai 8 jam untuk menuju kota.

"Memang seperti itu kondisi kami di perbatasan. Semoga dengan pemekaran ini, perlahan akan berubah. Terutama sekali Puskesmas," katanya.

Sebagaimana wilayah perbatasan lainnya, Kecamatan Lumbis Hulu juga sangat bergantung dengan Malaysia.

Baca juga: Sejak 2008, Ada 41 WNI Divonis Hukuman Mati di Malaysia

Sejak Malaysia lockdown akibat wabah Covid-19, keterisolasian Lumbis Hulu kian terasa.

Sebenarnya, ada alternatif jalan dengan biaya murah di Lumbis Hulu yaitu dengan mengaktifkan Bandara Lumbis Hulu.

Dari Lumbis Hulu, pesawat akan mendarat di Kabupaten Malinau. Di sini, perlengkapan kesehatan lebih memadai. Kalau ingin lebih lengkap, bisa menyambung penerbangan ke kota Tarakan.

Bandara Lumbis merupakan bandara yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat di zaman dulu, untuk kebutuhan misionaris.

Baca juga: Warga Kalbar Divonis Hukuman Mati di Malaysia karena Edarkan Narkoba

Pesawat jenis Pilatus terakhir kali mendarat di bandara Lumbis Hulu pada 2014.

Setelah itu, tidak ada lagi pesawat yang singgah atau misi kemanusiaan dari para missionaris ke wilayah ini.

"Sebenarnya kalau bandara aktif, ongkos bisa lebih murah. Kalau pakai perahu kita habiskan Rp 8 juta, kalau pesawat Pilatus paling sekitar Rp 350.000 saja," katanya.

Baca juga: Buntut 69 Deportan Positif Covid-19, Pemprov Kalbar Bentuk Satgas di Perbatasan

Namun lagi lagi, keinginan tersebut masih sebatas angan. Masih sekadar mimpi, karena yang ada, kecamatan Lumbis Hulu masih beranggapan ‘si miskin tak boleh sakit’.

"Kita sementara proses tanah hibah dari Pak Marten. Impian beliau mewakili kami semua di perbatasan RI – Malaysia ini," katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gangguan Jaringan Internet Telkomsel di Samarinda, Warga Mengeluh Kerjaan Terganggu: Lelet Banget

Gangguan Jaringan Internet Telkomsel di Samarinda, Warga Mengeluh Kerjaan Terganggu: Lelet Banget

Regional
Menipu Berkedok Jualan BBM, Briptu JS Ditangkap Saat Sembunyi di Rumah Orangtua

Menipu Berkedok Jualan BBM, Briptu JS Ditangkap Saat Sembunyi di Rumah Orangtua

Regional
Kronologi Penemuan Mayat Pria Misterius Penuh Luka di Sungai Serang, Ini Ciri-cirinya

Kronologi Penemuan Mayat Pria Misterius Penuh Luka di Sungai Serang, Ini Ciri-cirinya

Regional
Jelang World Superbike, NTB Butuh Tambahan 1,3 Juta Vaksin Covid-19

Jelang World Superbike, NTB Butuh Tambahan 1,3 Juta Vaksin Covid-19

Regional
4 Fakta Bus Pariwisata Rombongan Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling di Gunungkidul

4 Fakta Bus Pariwisata Rombongan Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling di Gunungkidul

Regional
Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Brebes Rusak

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Brebes Rusak

Regional
Dinilai Efektif Tekan Jumlah Kendaraan, Ganjil Genap di Puncak Cianjur Akan Diberlakukan Setiap Akhir Pekan

Dinilai Efektif Tekan Jumlah Kendaraan, Ganjil Genap di Puncak Cianjur Akan Diberlakukan Setiap Akhir Pekan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu-ibu Peternak Ayam Geruduk Rumah Suroto | Bus yang Angkut Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling

[POPULER NUSANTARA] Ibu-ibu Peternak Ayam Geruduk Rumah Suroto | Bus yang Angkut Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling

Regional
Setiap Orang yang Masuk ke Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Setiap Orang yang Masuk ke Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Regional
Ganjil Genap di Bali Diterapkan Akhir September, Kendaraan Tak Sesuai Kena Sanksi Putar Balik

Ganjil Genap di Bali Diterapkan Akhir September, Kendaraan Tak Sesuai Kena Sanksi Putar Balik

Regional
Mayat Penuh Luku Ditemukan Mengapung di Sungai Serang Kulon Progo

Mayat Penuh Luku Ditemukan Mengapung di Sungai Serang Kulon Progo

Regional
Cegah Varian Baru Masuk ke Indonesia, PMI di Pintu Perbatasan RI-Malaysia Akan Dikarantina Terlebih Dahulu 8 Hari

Cegah Varian Baru Masuk ke Indonesia, PMI di Pintu Perbatasan RI-Malaysia Akan Dikarantina Terlebih Dahulu 8 Hari

Regional
Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Regional
Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.