Yuk ke Kampung Patin di Kampar, Berwisata Sambil Melihat Proses Produksi Ikan Salai

Kompas.com - 22/03/2021, 12:50 WIB
Pekerja di sentra pengolahan ikan patin sedang menyortir ikan yang sudah diasap sebelum dipacking di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (7/1/2021). KOMPAS.COM/IDONPekerja di sentra pengolahan ikan patin sedang menyortir ikan yang sudah diasap sebelum dipacking di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (7/1/2021).

 

Proses pengasapan ikan patin

Zaidi (46), salah satu pekerja yang tengah sibuk di sentra pengolahan ikan patin salau. Ia tampak melakukan proses pengasapan ikan patin.

Saat diwawancarai Kompas.com, Zaidi mengaku sedang menyortir ikan yang diasapi.

"Ini kita sedang menyortir ikan yang disalai. Karena tidak rata keringnya. Ada yang masih lunak, jadi kita salai lagi," ujar Zaidi.

Di tempat ia bekerja, terdapat empat tungku pengasapan ikan. Zaidi Selaku karyawan, memegang satu tungku bersama seorang anak dan seorang saudaranya.

Mereka di sini satu kelompok, terdiri dari delapan orang. Dari empat tungku berdinding beton ini, berton-ton ikan yang diasapi.

Zaidi menjelaskan proses pengasapan ikan patin. Mulai dari membersihkan hingga menunggu sampai pengeringan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Awalnya ikan patin dibelah dan dibersihkan. Ikan salai dibelah biar cepat kering. Setelah itu, disusun diatas para-para dan diletakkan di atas tungku," kata Zaidi.

Selama proses pengasapan, dia menyebut api harus selalu dikontrol. Api tidak boleh terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

Harus menggunakan kayu khusus

Kemudian, kayu yang digunakan untuk dibakar juga tidak bisa sembarangan kayu. Zaidi membeli kayu khusus dari hutan yang keras dan baranya lebih tahan lama.

Bahkan, sebut Zaidi, untuk pembelian kayu bakar menghabiskan modal Rp 5 juta dalam sepekan.

"Proses pengasapan sampai ikan kering, itu memakan waktu lebih kurang delapan sampai 10 jam," sebut Zaidi.

Setelah pengasapan tahap pertama, lanjut dia, ikan patin kembali dipilih. Ada tiga ukuran ikan yang disalai, yaitu super, super menengah dan besar.

Ikan-ikan itu dipilih lagi mana yang sudah benar-benar kering. Kalau belum kering total, kembali ditaruh di tungku.

"Kalau sudah kering total, itu sudah bisa kita packing," ujar Zaidi.

Serap budidaya ikan patin warga sekitar

Dalam hari, ia mampu mengasapi sebanyak 2,25 ton ikan patin segar. Ikan patin itu dibeli dari warga yang membudidayanya.

Ikan patin hidup dibeli dari warga dengan perkilonya Rp 14.000.

"Di sini kan hampir semua warga punya kolam ikan patin di rumahnya. Jadi kita beli untuk disalai," ujar Zaidi.

Pria ini sudah bekerja di sentra pengolahan ikan patin sejak 2011 sampai sekarang. Ikan salai yang olahnya bersama kelompok lainnya, dijual di wilayah sumatera.

Selama bekerja di sini, Zaidi mengaku sangat terbantu perekonomian keluarganya.

Bagaimana tidak, dalam tiga hari, Zaidi mampu mendapat gaji sebesar Rp 1,3 juta dari penjualan ikan asap.

Uang dari hasil kerjanya sanggup untuk menyengolahkan dan menguliahkan anaknya ke perguruan tinggi.

"Alhamdulillah, cukuplah kebutuhan sehari-hari dan anak sekolah. Anak saya ada empat orang. Satu kuliah, satu SMA dan dua lagi sudah keluarga," kata Zaidi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Regional
Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Regional
Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Regional
Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Regional
Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Regional
Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Regional
Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Regional
Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Regional
Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Regional
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Regional
Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Regional
Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Regional
BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

Regional
Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Regional
Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.