Ini Kata Bupati Luwu Utara Adanya Warga yang Sakit Ditandu Pakai Bambu dan Sarung Lewati Jalan Rusak untuk Berobat

Kompas.com - 21/03/2021, 12:24 WIB
Viral di media sosial, warga Dusun Pulao, Desa Sassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, harus ditandu menggunakan sarung dan bambu keluar dusun untuk berobat ke Puskesmas Baebunta, Sabtu (20/03/2021) KOMPAS.com/MUH. AMRAN AMIRViral di media sosial, warga Dusun Pulao, Desa Sassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, harus ditandu menggunakan sarung dan bambu keluar dusun untuk berobat ke Puskesmas Baebunta, Sabtu (20/03/2021)

KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga ditandu menggunakan sarung dan bambu untuk berobat viral di media sosial.

Warga tersebut terpaksa ditandu hingga keluar dusun untuk berobat ke Puskesmas Baebunta.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Pulau, Desa Sassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Kronologi Suami Suruh Teman Lindas Istri dengan Truk, Korban Tewas


Video itu viral setelah diunggah pemilik akun Facebook Chenzu Rampul Gerosi pada Rabu (17/3/2021) sekitar pukul 17.34 Wita.

Dalam video tersebut tampak terlihat kondisi jalan berbatu yang cukup sulit untuk dilalui kendaraan roda empat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, sepeda motor yang melintasi di jalan tersebut harus hati-hati karena medan jalan yang cukup sulit dijangkau.

Baca juga: Viral, Video Warga di Luwu Utara Ditandu Bambu dan Sarung untuk Berobat

Usai video itu viral, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani pun langsung datang dan mengunjungi Dusun Pulau.

Terkait dengan adanya warga yang sakit ditandu dengan bambu dan sarung untuk berobat, Indah pun berencana akan membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat di desa tersebut.

"Kemarin kami lihat di media sosial ada warga yang harus ditandu, segera kami akan bangunkan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Pulau, untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat di sana," kata Indah.

Baca juga: Fakta Suami Suruh Teman Lindas Istri dengan Truk hingga Tewas, Berawal dari Cekcok, Sopir Ditangkap, Suami Buron

Kata Indah, saat ini pihaknya masih mencari lahan untuk pembangunan Pustu dan jika sudah ada langsung akan dibangun.

Sambil menunggu proses pembangunan Pustu, lanjutnya, untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan untuk sementara waktu rumah kepala desa akan dijadikan rumah singgah.

"Sambil mencari lahan, desain pustunya juga akan segera dikerjakan. Saat lahan nanti ada, kita akan langsung bangun Pustu Pulau," ungkapnya.

Baca juga: Disuruh Suami Korban untuk Tabrak Istrinya, Sopir Truk Ditangkap Polisi

Sebelumnya diberitakan, video yang memperlihatkan warga Dusun Pulao, Desa Sassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, ditandu menggunakan sarung dan bambu untuk berobat viral di media sosial.

Warga tersebut terpaksa ditandu hingga keluar dusun untuk berobat ke Puskesmas Baebunta.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh pemilik akun Facebook, Chenzu Rampul Gerosi pada Rabu (17/3/2021), sekitar pukul 17.34 Wita

“Sampai kapan masyarakat Desa Sassa (Dusun Pulao) seperti ini? Semenjak Indonesia merdeka, kampung ini tidak pernah merasakan akses jalan yang bagus, dan ini terjadi bukan hanya 1 atau 2 kali saja, memikul pasien yang sudah tidak mampu mengendarai sepeda motor. Bagaimana tanggapan Pemerintah Luwu Utara melihat pasien yang ditandu selama beberapa jam untuk mendapatkan perawatan,” tulis Chenzu di akun Facebook.

Baca juga: Kronologi Suami Pergoki Istri Sedang Berduaan dengan Pria Lain di Kamar, Sang Pria Tewas Ditikam

 

(Penulis Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran Amir | Editor Abba Gabrillin)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 di Bali, Bioskop Belum Boleh Buka

PPKM Level 3 di Bali, Bioskop Belum Boleh Buka

Regional
Pertama Kali dalam 13 Tahun, Penyu Belimbing Kembali Bertelur di Pantai Ini

Pertama Kali dalam 13 Tahun, Penyu Belimbing Kembali Bertelur di Pantai Ini

Regional
Kasus Pemerkosaan di Padang Terungkap Setelah Sikap Korban Berubah

Kasus Pemerkosaan di Padang Terungkap Setelah Sikap Korban Berubah

Regional
Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Pembunuhan Taruna PIP Semarang, Fakta Baru Terkuak

Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Pembunuhan Taruna PIP Semarang, Fakta Baru Terkuak

Regional
Kata Dinkes Yogyakarta soal Vaksinasi Massal di XT Square Timbulkan Kerumunan

Kata Dinkes Yogyakarta soal Vaksinasi Massal di XT Square Timbulkan Kerumunan

Regional
Kabar Baik, Pemkot Denpasar Tutup 4 Lokasi Isoter Setelah Kasus Covid-19 Menurun

Kabar Baik, Pemkot Denpasar Tutup 4 Lokasi Isoter Setelah Kasus Covid-19 Menurun

Regional
Derita Peternak Ayam Petelur, Sehari Rugi Rp 8 Juta

Derita Peternak Ayam Petelur, Sehari Rugi Rp 8 Juta

Regional
Polisi Pastikan Kapal Pengayoman IV yang Tenggelam di Nusakambangan Tak Kelebihan Muatan

Polisi Pastikan Kapal Pengayoman IV yang Tenggelam di Nusakambangan Tak Kelebihan Muatan

Regional
Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah di Kabupaten Semarang Rusak

Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah di Kabupaten Semarang Rusak

Regional
Saat Polisi di Madiun Beramai-ramai Angkat 100 Yatim Piatu karena Covid-19 Jadi Anak Asuh

Saat Polisi di Madiun Beramai-ramai Angkat 100 Yatim Piatu karena Covid-19 Jadi Anak Asuh

Regional
Cegah Kemacetan Saat Ganjil Genap di Puncak, Ini Strategi Polres Bogor

Cegah Kemacetan Saat Ganjil Genap di Puncak, Ini Strategi Polres Bogor

Regional
Sulitnya Belajar Daring di Pedalaman Kaltim, Anak-anak Naik Bukit untuk Cari Sinyal

Sulitnya Belajar Daring di Pedalaman Kaltim, Anak-anak Naik Bukit untuk Cari Sinyal

Regional
Kronologi Kapal Pengayoman IV Tenggelam di Perairan Nusakambangan

Kronologi Kapal Pengayoman IV Tenggelam di Perairan Nusakambangan

Regional
Ditegur Jokowi, Bobby Nasution Akui APBD Medan Mengendap di Bank, tapi Bantah Nilainya Rp 1,8 T

Ditegur Jokowi, Bobby Nasution Akui APBD Medan Mengendap di Bank, tapi Bantah Nilainya Rp 1,8 T

Regional
Bioskop di Sleman Kembali Beroperasi, Hanya untuk Pengunjung dari Zona Hijau

Bioskop di Sleman Kembali Beroperasi, Hanya untuk Pengunjung dari Zona Hijau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.