"Demam" Ikatan Cinta, Ibu-ibu Syukuran hingga Kades Diprotes Saat Listrik Padam, Ini Penjelasan Sosiolog

Kompas.com - 21/03/2021, 08:00 WIB
ilustrasi televisi AndreyPopovilustrasi televisi

 

Bukan kali pertama terjadi

Menurut Drajat, fenomena ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia.

Beberapa kali, tayangan telenovela hingga tayangan sinetron pun memunculkan beberapa penonton dengan tipe serupa.

Namun, Drajat mengatakan, pada satu waktu akan ada sebuah titik di mana popularitas sebuah tayangan akan menurun.

"Tapi ketika tayangan ini sedang tumbuh, ada ketertarikan tinggi, tentu saja berpengaruh pada perilaku orang-orang," ujar dia.

Baca juga: Kondisi Polisi Korban Tsunami Sebelum Masuk RSJ: Linglung, Postur Tubuh Seperti Polisi, Tak Menganggu Orang

Pertanyaan mengenai edukasi hingga rekomendasi sosiolog

Ilustrasi menonton TV di rumah. UNSPLASH/JONAS LEUPE Ilustrasi menonton TV di rumah.
Mayoritas tayangan sinetron, kata Drajat, akan menonjolkan intrik dalam keluarga dan disajikan secara berulang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau tayangan film, selesai dalam waktu dua jam, sedangkan sinetron berulang setiap harinya," tutur Drajat.

Hal ini memantik pertanyaan lanjutan, apakah tayangan tersebut akan menjadi pembelajaran yang tepat bagi masyarakat?

"Bagaimana masyarakat memahami pembelajaran tentang kehidupan keluarga mereka. Apakah hanya sampai intrik-intrik itu, atau memahami bahwa kehidupan keluarga seharusnya dibangun dengan produktif, inovatif. Menjadikan keluarga sebagai ruang rasionalitas dan ruang berpikir," kata dia.

Dia pun berharap ada perpaduan antara kepentingan pasar dengan tanggung jawab pendidikan bagi masyarakat.

"Kalau saya lihat edukasinya (dalam tayangan), orang baik selalu diselamatkan, orang tak baik punya kekuatan tapi akhirnya kalah. Namun, bisa juga disisipkan pesan lain seperti kreativitas, rasionalitas. Kalau enggak, ibu-ibu hingga anak-anak yang banyak di rumah akan belajar kehidupan yang sangat emosional," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 di Jombang Ditargetkan Rampung Desember

Vaksinasi Covid-19 di Jombang Ditargetkan Rampung Desember

Regional
Cerita Lengkap TM Korban Pinjol, Utang Rp 2,6 Juta Cair 50 Persen, Telat Sehari Sudah Diteror 'Debt Collector', Akhirnya Depresi

Cerita Lengkap TM Korban Pinjol, Utang Rp 2,6 Juta Cair 50 Persen, Telat Sehari Sudah Diteror "Debt Collector", Akhirnya Depresi

Regional
Seekor Anak Jerapah Lahir, Satwa Penghuni Mazoola Lamongan Bertambah

Seekor Anak Jerapah Lahir, Satwa Penghuni Mazoola Lamongan Bertambah

Regional
Buntut Bentrok Simpatisan Silat dan Warga di Lamongan, Polisi dan TNI Gelar Patroli

Buntut Bentrok Simpatisan Silat dan Warga di Lamongan, Polisi dan TNI Gelar Patroli

Regional
Pasang Pelat Motor 'Aku Masih Sayang Kamu', Pengendara Ini Santai Berkeliaran di Jalan Raya

Pasang Pelat Motor "Aku Masih Sayang Kamu", Pengendara Ini Santai Berkeliaran di Jalan Raya

Regional
Seekor Monyet Masuk Auditorium Kampus Unej, Petugas Kesulitan Mengevakuasi

Seekor Monyet Masuk Auditorium Kampus Unej, Petugas Kesulitan Mengevakuasi

Regional
Jadi Tersangka, 2 Karyawan Pinjol di Pontianak Bertugas Memaki Nasabah yang Menunggak

Jadi Tersangka, 2 Karyawan Pinjol di Pontianak Bertugas Memaki Nasabah yang Menunggak

Regional
Polda Jatim Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya, 13 Orang Ditangkap

Polda Jatim Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya, 13 Orang Ditangkap

Regional
Mahasiswi di Yogyakarta Diduga Bunuh Diri di Kamar Kos, Sempat Keluhkan Stres Banyak Tugas Kuliah

Mahasiswi di Yogyakarta Diduga Bunuh Diri di Kamar Kos, Sempat Keluhkan Stres Banyak Tugas Kuliah

Regional
'Blok Santri' Lapas Kelas II A Karawang Diresmikan Jadi Pesantren di Hari Santri Nasional

"Blok Santri" Lapas Kelas II A Karawang Diresmikan Jadi Pesantren di Hari Santri Nasional

Regional
Ditangkap Bawa Barang Senilai Rp 15,3 Miliar, 2 Sopir Travel Ini Mengaku hanya Diupah Rp 1 Juta

Ditangkap Bawa Barang Senilai Rp 15,3 Miliar, 2 Sopir Travel Ini Mengaku hanya Diupah Rp 1 Juta

Regional
Anak Usia di Bawah 12 Tahun kembali Diperbolehkan Naik Kereta Api di Madiun, Begini Syarat-Syaratnya.  

Anak Usia di Bawah 12 Tahun kembali Diperbolehkan Naik Kereta Api di Madiun, Begini Syarat-Syaratnya.  

Regional
Mensos Risma Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien, Kagum dengan Perjuangannya Mengusir Belanda

Mensos Risma Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien, Kagum dengan Perjuangannya Mengusir Belanda

Regional
BPBD Kabupaten Malang Sebut Belum Ada Kerusakan akibat Gempa

BPBD Kabupaten Malang Sebut Belum Ada Kerusakan akibat Gempa

Regional
Harapan Gubernur Riau di Hari Santri Nasional, Ponpes Lahirkan Santripreneur

Harapan Gubernur Riau di Hari Santri Nasional, Ponpes Lahirkan Santripreneur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.