Kembali ke Batam, Sandiaga Pastikan Kepri Siap Terima Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Kompas.com - 21/03/2021, 06:11 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Jumat (22/1/2021) kemarin melakukan kunjunga kerja di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sandiaga Uno mengatakan ada dua hal yang ingin ia dapatkan dari kunjungan ini. Dimana yang pertama memastikan kesiapan prokes yang ketat dan disiplin sehingga ekonomi kembali menggeliat, terutama sektor pariwisata. HUMAS Menteri Pariwisata dan Ekonomi KreatifMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Jumat (22/1/2021) kemarin melakukan kunjunga kerja di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sandiaga Uno mengatakan ada dua hal yang ingin ia dapatkan dari kunjungan ini. Dimana yang pertama memastikan kesiapan prokes yang ketat dan disiplin sehingga ekonomi kembali menggeliat, terutama sektor pariwisata.

BATAM, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno kembali datang ke Batam, Kepulauan Riau.

Kedatangan Sandiaga untuk memastikan kesiapan kawasan wisata Nongsa, Batam dan kawasan wisata Lagoi Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), siap menerima kedatangan wisatawan mancanegara.

Kedatangan Sandiaga sekaligus melakukan rapat koordinasi Safe Travel Corridor Arrangement (STCA) atau Pengaturan Koridor Perjalanan yang Aman pada dua zona yang akan dibuka, yakni Batam dan Bintan dengan konsep travel bubble, Sabtu (20/3/2021).

Baca juga: Sandiaga Uno: Presiden Jokowi Prediksi Pariwisata Bali Bangkit Pertengahan 2021, jika...

Selain itu, Sandi juga meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelaku pariwisata di Kawasan Wisata Nongsa dan Bintan Resort.

"Saya sengaja datang ke Batam ini memenuhi jemputan Pak Gubernur Ansar untuk melihat dari dekat kesiapan Nongsa dan Lagoi dalam rencana menerima turis luar negeri April nanti. Saya juga ingin memastikan pelaksanaan STCA sesuai standar yang telah ditetapkan secar ketat dan disiplin tinggi," ujar Sandi melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Sandi memuji gerak cepat Kepri dalam mempersiapkan diri menyambut kedatangan wisatawan luar negeri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gerak cepat ini bahkan dinilai mengungguli Bali.

Apabila tidak ada halangan, kunjungan wisatawan mancanegara ini akan dibuka pada 21 April 2021.

Baca juga: Bertemu Sultan HB X, Sandiaga Minta Dukungan Lahan untuk Borobudur Highland

Adapun Bali, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, baru akan mulai dibuka untuk kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni atau Juli mendatang.

Selain itu, Sandi mengingatkan untuk tegas dan disiplin dalam menjaga jumlah kasus Covid-19 yang sudah menurun dan hampir memasuki zona hijau.

Sandi juga meminta Pemerintah Kepri terutama Kota Batam dan Kabupaten Bintan untuk tidak lengah dalam penanganan Covid-19.

Sebab, STCA bisa dilakukan apabila angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan, serta semua jalur termonitor dan terevaluasi dengan baik sesuai tahapannya.

Rapat koordinasi yang dihadiri Sandi dipimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad dengan melibatkan lembaga dan instansi terkait untuk gerak cepat menyiapkan STCA, terutama dari segi pengetatan dan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan.

Gubernur Ansar meyakinkan Sandiaga bahwa dua kawasan wisata yang dibuka tersebut benar-benar aman dan sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Kami butuh bantuan Pak Menteri untuk terus membantu kami agar tanggal 21 April 2021 nanti, saat rencana membuka kunjungan wisata kedua, negara ini tidak mundur lagi. Kami sangat berharap pemerintah pusat tidak mundur lagi. Kami dibantu untuk berbagai perjanjian pada rencana ini," ujar Ansar.

Gubernur Ansar menyebutkan, apabila rencana pembukaan awal berhasil, maka akan diperluas ke kawasan wisata lainnya di Kepri.

Ansar juga menyampaikan rencana dua kawasan wisata yang dibuka Nongsa dan Lagoi akan menggunakan tes GeNose, sebuah alat untuk mendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Dari negara asal, turis melakukan test PCR. Sampai Nongsa dan Lagoi menggunakan GeNose. Saat berangkat meninggalkan zona menggunakan GeNose lagi, dan PCR kembali di negara asal. Tujuan kami agar nyaman dan aman. Intinya, Nongsa dan Lagoi sudah sangat siap," kata Ansar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klaster Perkantoran Dinas Pariwisata Kulon Progo, 45 Kasus dari Penularan Pegawai ke Keluarga

Klaster Perkantoran Dinas Pariwisata Kulon Progo, 45 Kasus dari Penularan Pegawai ke Keluarga

Regional
Pria Ini Tega Aniaya Neneknya Setelah Diberi Uang Rp 25.000 untuk Beli Obat Cacing, Begini Kronologinya

Pria Ini Tega Aniaya Neneknya Setelah Diberi Uang Rp 25.000 untuk Beli Obat Cacing, Begini Kronologinya

Regional
Buat Karcis Sendiri, Sejumlah Juru Parkir Liar di Lombok Diciduk Polisi

Buat Karcis Sendiri, Sejumlah Juru Parkir Liar di Lombok Diciduk Polisi

Regional
Pemred Media Online yang Tewas Ditembak OTK Disebut Kerap Memberitakan Kasus Kejahatan

Pemred Media Online yang Tewas Ditembak OTK Disebut Kerap Memberitakan Kasus Kejahatan

Regional
2 Warga Tewas Terseret Arus Irigasi Saat Kerja Bakti, 1 Orang Terluka

2 Warga Tewas Terseret Arus Irigasi Saat Kerja Bakti, 1 Orang Terluka

Regional
Usai Kericuhan di Pos Penyekatan, Wali Kota Eri: Ini Bukan Titik Penyekatan Surabaya, tapi Madura...

Usai Kericuhan di Pos Penyekatan, Wali Kota Eri: Ini Bukan Titik Penyekatan Surabaya, tapi Madura...

Regional
Cegah Covid-19, Ini Kebijakan Pemkot Salatiga di Pasar Tradisional

Cegah Covid-19, Ini Kebijakan Pemkot Salatiga di Pasar Tradisional

Regional
Menteri KKP akan Jadikan Toraja Utara Model Pembudidayaan Ikan Nila di Pedalaman

Menteri KKP akan Jadikan Toraja Utara Model Pembudidayaan Ikan Nila di Pedalaman

Regional
Pulang Bermain Saat Hujan, Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Pagar Tembok

Pulang Bermain Saat Hujan, Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Pagar Tembok

Regional
Kisah Harsono, Sukses Jual Cilok hingga Punya 3 Apartemen dan 13 Rumah Kontrakan

Kisah Harsono, Sukses Jual Cilok hingga Punya 3 Apartemen dan 13 Rumah Kontrakan

Regional
Sandiaga Bantah Kembali Terpapar Covid-19, Ini Alasan Pegawai Kemenparekraf 100 Persen WFH

Sandiaga Bantah Kembali Terpapar Covid-19, Ini Alasan Pegawai Kemenparekraf 100 Persen WFH

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rektor Unipar Lecehkan Dosen | Uang Deposito Rp 20,1 Miliar Raib

[POPULER NUSANTARA] Rektor Unipar Lecehkan Dosen | Uang Deposito Rp 20,1 Miliar Raib

Regional
Uji Nyali di Gua Rangko

Uji Nyali di Gua Rangko

Regional
Ini Pesan Buya Syafii Maarif untuk Airlangga Hartarto

Ini Pesan Buya Syafii Maarif untuk Airlangga Hartarto

Regional
Langka, 2 Anak Badak Jawa Terekam di Ujung Kulon

Langka, 2 Anak Badak Jawa Terekam di Ujung Kulon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X