Apakah Zainal Abidin Adalah Abrip Asep, Polisi yang Hilang Saat Tsunami? Ini Rentetan Kejadiannya dari Tahun ke Tahun

Kompas.com - 21/03/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi tsunami ShutterstockIlustrasi tsunami

2009, kepala desa lama antarkan seorang pemuda linglung ke RSJ

Lima tahun usai tsunami berlalu, ada seorang pemuda linglung yang telantar di Desa Pajar, Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya.

Beberapa warga Desa Pajar masih mengingat awal keberadaan pria tersebut di desa mereka.

Menurut Kepala Desa Pajar, Lizar L, kondisi pria muda itu seperti orang bingung dan trauma. Tetapi, dia tidak pernah mengganggu warga.

Saat itu beberapa warga memang sempat mengira lelaki itu adalah aparat, dilihat dari postur tubuhnya.

Baca juga: Abrip Asep Diberi Gelar Anumerta Usai Hilang Saat Tsunami Aceh, Ibunya Selama Ini Yakin Sang Anak Masih Hidup

Tetapi, kondisinya tak terawat bahkan rambutnya panjang tak terurus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Orangnya tidak mengganggu, postur tubuhnya bagus seperti anggota (polisi) memang, putih tapi saat diantar dulu rambutnya panjang tak terurus," kata Lizar.

Oleh kepala desa lama yang kini telah menjadi almarhum, Jauhari US, pria itu diantarkan ke rumah sakit jiwa lantaran merasa kasihan.

"Menurut cerita warga, sebelum anak muda yang telantar dalam kondisi hilang ingatan diantarkan ke RSJ Banda Aceh oleh almarhum Jauhari US, kepala desa masa itu, diduga Asep itu sempat telantar di desa kami satu bulan," Lizar menjelaskan.

Saat itu, Lizar belum mengetahui ada pemuda yang diantar kepala desa lama, sehingga ia sendiri belum bertemu dengan Asep.

Direktur RSJ Banda Aceh Makhrozal juga membenarkan, pria dengan gangguan jiwa itu pertama kali menginjakkan kaki di RSJ sekitar 12 tahun lalu atau pada 2009.

Saat itu pihak RSJ kesulitan mendapatkan informasi mengenai asal hingga identitas pasien.

Baca juga: Penantian Keluarga Polisi yang Hilang Saat Tsunami Aceh, Ingin Kembali Bawa Asep Pulang ke Lampung

2014, ada orang-orang mencari keluarganya yang hilang dalam tsunami

IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi
Lima tahun setelah kepala desa lama mengantarkan pria gangguan jiwa itu ke RSJ, ada beberapa orang yang mendatangi Desa Pajar.

Mereka mengaku keluarga Brimob dan mencari anaknya yang hilang.

Mereka juga memperlihatkan sebuah foto kepada Lizar. Ketika itu, Lizar dalam posisi belum pernah melihat Asep secara langsung.

"Saat ada keluarga yang datang mencari anaknya, anggota Brimob hilang setelah tsunami tahun 2014, saya belum tahu bahwa ada pasien yang diduga Asep itu diantarkan ke RSJ oleh almarhum Jauhari, kepala desa sebelum saya, tapi keluarganya itu sempat memperlihatkan foto anak yang mereka cari kepada saya saat itu," katanya.

Ternyata, paras Asep dalam foto tersebut terekam dalam ingatan Lizar.

Baca juga: Jika Benar Pasien RSJ Itu Polisi Korban Tsunami Aceh Abrip Asep, Keluarga Minta Dirawat di Lampung

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19 di Jember Banyak yang Mundur, Ini Alasannya...

Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19 di Jember Banyak yang Mundur, Ini Alasannya...

Regional
Banyak Keluhan dari Masyarakat, Kabupaten Tangerang Tetap Wajibkan Bawa Fotokopi E-KTP untuk Vaksinasi

Banyak Keluhan dari Masyarakat, Kabupaten Tangerang Tetap Wajibkan Bawa Fotokopi E-KTP untuk Vaksinasi

Regional
Pejabat Dinkes Banten Didakwa Korupsi Masker Rp 1,6 M, Mark Up Harga Jadi Rp 220.000 Per Buah

Pejabat Dinkes Banten Didakwa Korupsi Masker Rp 1,6 M, Mark Up Harga Jadi Rp 220.000 Per Buah

Regional
Stok Vaksin di Pekanbaru Menipis, Jubir Satgas: Sabar...

Stok Vaksin di Pekanbaru Menipis, Jubir Satgas: Sabar...

Regional
Pemilik Warung yang Tulis 'Kecuali Presiden' di Baliho Promosinya Akhirnya Minta Maaf

Pemilik Warung yang Tulis "Kecuali Presiden" di Baliho Promosinya Akhirnya Minta Maaf

Regional
Ridwan Kamil Akui Percepatan Vaksinasi Harus Dilakukan 'Keroyokan'

Ridwan Kamil Akui Percepatan Vaksinasi Harus Dilakukan "Keroyokan"

Regional
Anggotanya Karaoke di Ruang Komisi, Ketua DPRD Solo: Itu Ada yang Ulang Tahun

Anggotanya Karaoke di Ruang Komisi, Ketua DPRD Solo: Itu Ada yang Ulang Tahun

Regional
Kontrol Warga Isoman, DIY Bentuk Tim Penebalan Nakes, Sultan HB X: Angkut ke Rumah Sakit

Kontrol Warga Isoman, DIY Bentuk Tim Penebalan Nakes, Sultan HB X: Angkut ke Rumah Sakit

Regional
Cerita Siswa Siswi SMA Kangen Sekolah: Jahil, Izin ke Toilet tapi Jajan di Kantin, hingga Kangen Upacara Hari Senin

Cerita Siswa Siswi SMA Kangen Sekolah: Jahil, Izin ke Toilet tapi Jajan di Kantin, hingga Kangen Upacara Hari Senin

Regional
Kronologi Ketua MUI Labura Tewas Dibacok, Berawal Terduga Pelaku Tak Terima Ditegur

Kronologi Ketua MUI Labura Tewas Dibacok, Berawal Terduga Pelaku Tak Terima Ditegur

Regional
Tenaga Medis 'Galau', Ingin Percepat Vaksinasi tapi Kiriman Stoknya Sudah Sebulan Nihil...

Tenaga Medis "Galau", Ingin Percepat Vaksinasi tapi Kiriman Stoknya Sudah Sebulan Nihil...

Regional
Kisah Haru Bocah 8 Tahun di Sukoharjo, Ayah Ibu Meninggal karena Covid-19 hingga Diasuh Polres

Kisah Haru Bocah 8 Tahun di Sukoharjo, Ayah Ibu Meninggal karena Covid-19 hingga Diasuh Polres

Regional
Sepanjang Juli 2021, 2.000 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Covid-19 di Yogyakarta

Sepanjang Juli 2021, 2.000 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Covid-19 di Yogyakarta

Regional
PPKM Level 3 di Lhokseumawe Aceh, Sekolah Ditutup, Mal Buka Sampai Jam 5 Sore

PPKM Level 3 di Lhokseumawe Aceh, Sekolah Ditutup, Mal Buka Sampai Jam 5 Sore

Regional
Pembunuhan Ketua MUI Labura, Terduga Pelaku Diduga Sakit Hati Ditegur Jarang Kenduri

Pembunuhan Ketua MUI Labura, Terduga Pelaku Diduga Sakit Hati Ditegur Jarang Kenduri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X