Vaksin Covid-19 di Sumsel Habis Terpakai Sebelum Kedaluwarsa

Kompas.com - 20/03/2021, 12:22 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Lesty Nuraini saat mengecek vaksin Sinovac yang dikirim ke gudang di Jalan Mayor Salim Batubara, Kecamatan Kemuning Palembang, Senin (4/1/2021). Untuk tahap awal dari 58.000 vaksin yang diajukan, 30.000 vaksin yang diterima itu akan dibagikan ke tujuh kabupaten/kota di Sumatera Selatan. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKepala Dinas Kesehatan Lesty Nuraini saat mengecek vaksin Sinovac yang dikirim ke gudang di Jalan Mayor Salim Batubara, Kecamatan Kemuning Palembang, Senin (4/1/2021). Untuk tahap awal dari 58.000 vaksin yang diajukan, 30.000 vaksin yang diterima itu akan dibagikan ke tujuh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Lesty Nuraini memastikan seluruh vaksin tahap pertama yang dikhususkan untuk tenaga kesehatan (nakes) sudah habis terpakai sebelum masuk kedaluwarsa.

"Yang kedaluwarsa 20 Maret ini semuanya sudah digunakan sehingga tidak ada yang tersisa," kata Lesty kepada wartawan, Sabtu (20/3/2021).

Lesty mengungkapkan, vaksin yang diberikan kepada masyrakat saat ini tetap aman.

"Kami pastikan vaksin yang sekarang tidak ada yang kedaluwarsa, masyarakat jangan takut. Kami juga mengupayakan agar masyarakat yang menerima vaksin dilakukan tepat waktu," ujarnya.

Baca juga: Kadinkes Kalbar: Sebenarnya Kedaluwarsa Vaksin Sinovac sampai 2023

Menurut dia, sampai saat ini cakupan penerima vaksin untuk tenaga kesehatan mencapai 90 persen, pelayanan publik 12 persen dan lansia 2,1 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami targetkan pelayanan publik dan lansia selesai pada Mei 2021 nanti. Permasalahan vaksinasi lansia lambat karena permasalahan kondisi kesehatan, sehingga saat di-screening harus berulang,"jelasnya.

Baca juga: Dinkes Banjarmasin Pastikan Vaksin yang Kedaluwarsa 25 Maret Sudah Habis Dipakai

Sementara itu, Kasi Surveilance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Yusri menambakan, ia telah melakukan pendataan ke seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota terkait vaksinasi.

Hasilnya, seluruh vaksin tahap pertama untuk nakes yang dikirimkan telah habis digunakan.

"Jadi semuanya terserap, tidak ada yang kedaluwarsa. Yang kedaluwarsa tanggal 20 Maret itu vaksin tahap pertama untuk nakes," ungkapnya.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pamannya Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga karena Positif Corona, Keponakan: Covid-19 Bukanlah Aib...

Pamannya Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga karena Positif Corona, Keponakan: Covid-19 Bukanlah Aib...

Regional
Vaksinasi di Kabupaten Tangerang Masih Diminta Bawa Fotokopi KTP, Ini Alasannya

Vaksinasi di Kabupaten Tangerang Masih Diminta Bawa Fotokopi KTP, Ini Alasannya

Regional
Wali Kota Kediri: Isoman di Rumah Tak Selalu Aman, di RS Diawasi Nakes

Wali Kota Kediri: Isoman di Rumah Tak Selalu Aman, di RS Diawasi Nakes

Regional
Mari Bantu Perjuangan Wisnu Penuhi Kebutuhan Warga Isoman

Mari Bantu Perjuangan Wisnu Penuhi Kebutuhan Warga Isoman

Regional
Patung Tani dan Pancasila di Polewali Dihancurkan Orang Tak Dikenal

Patung Tani dan Pancasila di Polewali Dihancurkan Orang Tak Dikenal

Regional
Cerita di Balik Pasien Covid-19 Diikat, Diseret, dan Dipukuli, Berawal Peluk Warga Setelah Tahu Positif Corona

Cerita di Balik Pasien Covid-19 Diikat, Diseret, dan Dipukuli, Berawal Peluk Warga Setelah Tahu Positif Corona

Regional
Cerita Pelatih soal Perjuangan Windy Cantika, Pernah Dilarang Pacaran

Cerita Pelatih soal Perjuangan Windy Cantika, Pernah Dilarang Pacaran

Regional
Gubernur Gorontalo Ancam Kepala Daerah yang Belum Bayar Insentif Nakes

Gubernur Gorontalo Ancam Kepala Daerah yang Belum Bayar Insentif Nakes

Regional
Pasien Covid-19 Diikat, Diseret, hingga Dipukuli dengan Kayu oleh Warga, Ini Kata Polisi

Pasien Covid-19 Diikat, Diseret, hingga Dipukuli dengan Kayu oleh Warga, Ini Kata Polisi

Regional
Windy Cantika Besar di Keluarga Atlet, Begini Cerita Orangtuanya

Windy Cantika Besar di Keluarga Atlet, Begini Cerita Orangtuanya

Regional
Antisipasi Padatnya Antrean Vaksinasi, Pemkot Kediri Gunakan E-Tiket

Antisipasi Padatnya Antrean Vaksinasi, Pemkot Kediri Gunakan E-Tiket

Regional
Baru 2 Daerah yang Salurkan BLT, Gubernur Sumut: Segerakan, Masyarakat Sangat Membutuhkan

Baru 2 Daerah yang Salurkan BLT, Gubernur Sumut: Segerakan, Masyarakat Sangat Membutuhkan

Regional
Pekanbaru Terapkan PPKM Level IV, Ini Aturan Lengkapnya

Pekanbaru Terapkan PPKM Level IV, Ini Aturan Lengkapnya

Regional
Cerita Bob Gratiskan Hotel Miliknya Jadi Tempat Isoman: Anak Istri Pernah Terpapar dalam Kondisi antara Hidup dan Mati

Cerita Bob Gratiskan Hotel Miliknya Jadi Tempat Isoman: Anak Istri Pernah Terpapar dalam Kondisi antara Hidup dan Mati

Regional
Hervy dan Dwita Wakili Riau, Terpilih sebagai Paskibraka Nasional, Ini Profilnya

Hervy dan Dwita Wakili Riau, Terpilih sebagai Paskibraka Nasional, Ini Profilnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X