Kisah Tragis Seorang Istri di Semarang Tewas Dibunuh Mantan Suaminya karena Tolak Belikan Emas

Kompas.com - 20/03/2021, 09:56 WIB
Proses evakuasi korban yang diduga korban pembunuhan di Desa Jatirejo, Gunungpati Semarang, Kamis (18/3/2021). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAProses evakuasi korban yang diduga korban pembunuhan di Desa Jatirejo, Gunungpati Semarang, Kamis (18/3/2021).

KOMPAS.com - Seorang perempuan di Semarang, Jawa Tengah, bernama Wiwin Listiyani (31), tewas usai dibunuh mantan suaminya, Erik Junaryanto (29).

Peristiwa itu terjadi di rumah korban, Desa Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kamis (18/3/2021).

Wiwin tewas setelah dipukul dan dicekik oleh pelaku karena menolak membelikannya emas yang sama persis dipakai oleh korban.

"Tersangka meminta sesuatu berupa emas kepada korban. Minta tersangka harus dipenuhi dan minta kembar. Namun korban merasa bukan suami istri lagi, korban menolak. Korban mengatakan kita sudah tidak suami istri. Tersangka dijanjikan akan diberikan namun tidak kembaran dengan korban," kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga Dwi Perbawa Nugraha kepada wartawan, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Polisi Tangkap Suami yang Bunuh Mantan Istrinya di Semarang

Kata Iga, korban tewas setelah dipukul oleh pelaku secara berkali-kali. Tak hanya itu, pelaku juga mencekiknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perbuatan itu dilakukan pelaku setelah mendengar mantan istrinya menolak membelikannya emas.

"Spontan tersangka memukul korban berkali-kali di bagian kepala depan dan belakang kemudian mencekik korban dua kali ," jelasnya.

Baca juga: Perempuan Tewas dengan Luka Lebam di Semarang Dibunuh Mantan Suami karena Tolak Belikan Emas

Usai membunuh korban, pelaku langsung kabur dengan membawa anaknya yang berusia 5 tahun dan membawa perhiasan serta handpohe korban.

Perhiasan korban dijualkan pelaku Rp 1 juta. Sementara hp yang dibawa dimaksudkan untuk diberikan kepada anaknya.

Jasad korban sendiri pertama kali ditemukan ibunya saat hendak melihat anaknya.

"Ibunya ngecek biasanya jam setengah satu sudah bangun ini kok belum bangun. Setelah di cek ternyata korban sudah keadaan meninggal dunia dengan luka di leher. Seperti dicekik atau dipukul engga tahu," kata Wasis, paman korban saat ditemui di lokasi, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Kronologi Video Viral Balap Liar yang Mengakibatkan Pengendara Motor Tewas Usai Bersenggolan

Kata Wasis, mantan suaminya datang ke rumah untuk meminta rujuk. Mereka baru bercerai satu bulan.

"Mantan suaminya Erik sudah bercerai satu bulan baru putusan pengadilan. Punya anak satu masih kecil usia 5 tahun. Kemungkinan minta rujuk lagi. Setelah itu anaknya dibawa pergi," ujarnya.

Baca juga: Perempuan di Semarang Tewas dengan Luka Lebam, Diduga Korban Pembunuhan

Pelaku ditangkap

Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap mantan suami Wiwin. Erik ditangkap di wilayah Demak.

"Ditangkap jam 16.00 WIB di wilayah Demak. Lari ke arah wilayah Kudus. Karena bingung tidak ke mana akhirnya tersangka sampai di Demak. Tersangka kabur dengan anaknya," ujarnya.

Baca juga: Uang Miliaran Rupiah Tabungan Nasabah Tak Bisa Diambil, CEO BMT: Sejak Awal Pandemi, Kami Mengalami Kesulitan Keuangan

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini pelaku sudah dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk dilakukan peemeriksaan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Baca juga: Hilang Saat Tsunami Aceh, Pria Diduga Polisi Ditemukan di RSJ, Keluarga: Yakin Itu Kakak Kami, Ada Ciri Khusus

 

(Penulis : Kontributor Semarang, Riska Farasonalia | Editor : Khairina, Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Pengayoman IV Tenggelam, Pelabuhan Cilacap Ditutup Sementara

Kapal Pengayoman IV Tenggelam, Pelabuhan Cilacap Ditutup Sementara

Regional
Surabaya Terpilih Jadi 'Pilot Project' Wisata Medis, Eri Cahyadi: Semua Tahapan Sudah Kita Lakukan

Surabaya Terpilih Jadi "Pilot Project" Wisata Medis, Eri Cahyadi: Semua Tahapan Sudah Kita Lakukan

Regional
Capaian Dosis Pertama Baru 36,77 Persen, Wakil Ketua Komisi IX: Kita Dorong Distribusi Vaksin Lebih Lancar

Capaian Dosis Pertama Baru 36,77 Persen, Wakil Ketua Komisi IX: Kita Dorong Distribusi Vaksin Lebih Lancar

Regional
Kisah 7 Nelayan, Selamat dan Terdampar Usai Kapal Katamarasa Tenggelam di Perairan Moyo NTB

Kisah 7 Nelayan, Selamat dan Terdampar Usai Kapal Katamarasa Tenggelam di Perairan Moyo NTB

Regional
139 Mahasiswa di Kalbar Positif Covid-19, Rektor Bantah Perkuliahan Telah Dimulai

139 Mahasiswa di Kalbar Positif Covid-19, Rektor Bantah Perkuliahan Telah Dimulai

Regional
Kapal Sirimau Dialihkan untuk Tempat Isolasi, Pedagang NTT Mengeluh Tak Bisa Pasarkan Bawang

Kapal Sirimau Dialihkan untuk Tempat Isolasi, Pedagang NTT Mengeluh Tak Bisa Pasarkan Bawang

Regional
Kakek Kurmen Ditemukan Tewas Terbakar di Kasur, Api Diduga Berasal dari Rokok Korban

Kakek Kurmen Ditemukan Tewas Terbakar di Kasur, Api Diduga Berasal dari Rokok Korban

Regional
Kapal Pengayoman IV Angkut 2 Truk Tronton Pembawa Batu Split, Sebelum Tenggelam Terlihat Miring

Kapal Pengayoman IV Angkut 2 Truk Tronton Pembawa Batu Split, Sebelum Tenggelam Terlihat Miring

Regional
Kapal Pengayoman IV Tenggelam di Nusakambangan, 5 Penumpang Selamat dan 2 Tewas

Kapal Pengayoman IV Tenggelam di Nusakambangan, 5 Penumpang Selamat dan 2 Tewas

Regional
Bantu Daerah Gelar Belajar Tatap Muka, BIN Vaksinasi 300.000 Pelajar di Jatim

Bantu Daerah Gelar Belajar Tatap Muka, BIN Vaksinasi 300.000 Pelajar di Jatim

Regional
Video Viral, Pagar Rumah dari Kolam Koi Seharga Rp 50 Juta, Ada 80 Ekor Ikan di Dalamnya

Video Viral, Pagar Rumah dari Kolam Koi Seharga Rp 50 Juta, Ada 80 Ekor Ikan di Dalamnya

Regional
300.000 Dosis Vaksin Menumpuk di Sumbar, Ada yang Sudah Kedaluwarsa

300.000 Dosis Vaksin Menumpuk di Sumbar, Ada yang Sudah Kedaluwarsa

Regional
Pemkab Nganjuk Permak Kawasan Jantung Kota, Anggaran Capai Rp 22 Miliar, Target Rampung Akhir 2021

Pemkab Nganjuk Permak Kawasan Jantung Kota, Anggaran Capai Rp 22 Miliar, Target Rampung Akhir 2021

Regional
Dibantu TNi Polri, 350 UMKM Jabar Lakukan Tranformasi Digital

Dibantu TNi Polri, 350 UMKM Jabar Lakukan Tranformasi Digital

Regional
Fakta-fakta Perampokan Toko Emas di Medan, dari Perencanaan, Pelarian, Asal Senpi hingga Tempat Usaha Kini Diwajibkan Punya CCTV

Fakta-fakta Perampokan Toko Emas di Medan, dari Perencanaan, Pelarian, Asal Senpi hingga Tempat Usaha Kini Diwajibkan Punya CCTV

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.