Disiram Air Keras oleh Orang Tak Dikenal, Penjual Kosmetik Online Ini Alami Luka Bakar Berat

Kompas.com - 19/03/2021, 14:21 WIB
Siswi korban penyiraman air keras oleh petugas dirujuk ke RSUD Brebes dari Kediamannya di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari Brebes, Kamis (18/3/2021) (Dok. Humas Brebes) KOMPAS.com/Tresno SetiadiSiswi korban penyiraman air keras oleh petugas dirujuk ke RSUD Brebes dari Kediamannya di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari Brebes, Kamis (18/3/2021) (Dok. Humas Brebes)

KOMPAS.com - Januari 2021 lalu, R (16) mengalami kejadian nahas.

Tubuhnya disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Kejadian ini bermula saat R, yang merupakan penjual kosmetik secara online, hendak bertemu calon pembeli produknya untuk bertransaksi secara cash on delivery (COD).

Lokasi pertemuannya tak jauh dari rumahnya di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah.

Sesampainya di sana, calon pembeli meminta untuk ganti lokasi.

Dari penuturan R, orang tersebut kepingin bertemu di dekat Puskesmas Sidamulya.

“Saya ke sana, tapi tempatnya sepi. Saat itu jam setengah 9 malam. Akhirnya saya balik lagi ke arah pulang,” tuturnya dengan terbata-bata, saat ditemui pada Selasa (16/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hendak COD Kosmetik, Siswi SMK di Brebes Disiram Air Keras, Diduga Dijebak Calon Pembeli

Dua kali disiram air keras

Ilustrasi air kerasShutterstock Ilustrasi air keras

Namun, sewaktu hendak pulang, siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) ini tiba-tiba disiram air keras oleh orang tak dikenal.

R mengatakan, cairan diduga air keras tersebut disiramkan ke tubuhnya sebanyak dua kali.

Dia tidak bisa mengenali orang yang menyiramnya lantaran pelaku memakai helm, jaket, dan sarung tangan.

“Saya tidak kenal karena ditutupi rapat. Dia menyiram dua kali ke badan saya. Awalnya tidak kerasa apa-apa. Setelah sampai di rumah badan saya sakit semua seperti terbakar,” ujarnya.

Baca juga: Siswi SMK yang Disiram Air Keras Saat COD Alami Luka Bakar Berat

 

Mendapat pesan misterius

ilustrasi Facebook Usercnet.com ilustrasi Facebook User

Tak sampai di situ, R juga mendapat pesan misterius lewat akun Facebook-nya.

Di dalam pesan berantai itu tertulis, “Dendam saya sudah terbalas.”

Pesan itu dikirimkan tak lama setelah kejadian penyiraman air keras.

Ia menuturkan, pesan itu diduga dikirimkan orang yang memesan kosmetik kepadanya.

Usai mengirimkan pesan itu, akun tersebut ditutup.

Baca juga: Orangtua Korban Penyiraman Air Keras di Brebes Jual Motor untuk Biaya Perawatan Anak

Kendarai motor

Ilustrasi motorOtomania/Setyo Adi Ilustrasi motor

Kepala Polsek Wanasari AKP Mulyono menerangkan, pelaku penyiraman air keras terhadap R mengendarai sepeda motor.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Brebes AKP Agus Supriyadi menambahkan, sejumlah saksi telah dipanggil untuk mengungkap kasus ini.

"Kita meminta keterangan saksi-saksi. Masih penyelidikan gabungan bersama Polsek. Mohon doanya semoga cepat terungkap pelakunya" ucap Agus.

Baca juga: Siswi SMK Korban Penyiraman Air Keras di Brebes Akhirnya Dirujuk ke Rumah Sakit

 

Luka bakanya cukup berat

Ilustrasi luka bakarPositiveFocus Ilustrasi luka bakar

Akibat dugaan penyiraman air keras itu, R mengalami luka melepuh di pipi, tangan, dan paha.

Lukanya tersebut membuat R kesulitan mengunyah dan menelan makanan karena mulutnya tak bisa dibuka lebar.

Sebelumnya, R hanya dirawat di rumah karena keterbatasan biaya.

Namun, setelah dijenguk oleh Bupati Brebes Idza Priyanti, R dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes pada Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Punya Dua Ciri Khusus Ini, Keluarga Yakin Pria yang Dirawat di RSJ Banda Aceh Adalah Abrip Asep

Idza juga menjamin biaya pengobatan R ditanggung Pemerintah Kabupaten Brebes.

"Karena luka akibat penyiraman yang diduga air keras menyebabkan sebagian tubuhnya melepuh dan tidak mampu bergerak," paparnya.

Tim dokter RSUD Brebes bakal menyiapkan psikoterapis untuk memulihkan trauma R.

"Korban akan ditangani oleh dokter spesialis bedah dan psikoterapi yang ada di RSUD Brebes," jelas Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes, dr Aries Suparmiyati.

Dari analisis sementara, Anies menyampaikan bahwa luka bakar yang diderita R cukup berat.

Baca juga: 16 Tahun Pasca-tsunami Aceh, Pria Diduga Polisi Ini Ditemukan di RSJ, Sempat Dinyatakan Hilang

"Kami akan memberikan pelayanan terbaik, dengan harapan korban bisa sembuh dan kembali beraktivitas," tandasnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Tegal, Tresno Setiadi | Editor: Khairina)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Lansia di Blora Enggan Divaksin Covid-19 karena Termakan Hoaks

Banyak Lansia di Blora Enggan Divaksin Covid-19 karena Termakan Hoaks

Regional
'2 Kali Tes PCR, Pasien yang Meninggal Itu Positif Covid-19, tapi Mereka Tidak Percaya'

"2 Kali Tes PCR, Pasien yang Meninggal Itu Positif Covid-19, tapi Mereka Tidak Percaya"

Regional
Duduk Perkara Kapolda Sumsel Dipercaya untuk Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Berawal dari Kabar Kadinkes

Duduk Perkara Kapolda Sumsel Dipercaya untuk Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Berawal dari Kabar Kadinkes

Regional
Pendiri Sekolah SPI di Batu Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual, Terancam 15 Tahun Penjara

Pendiri Sekolah SPI di Batu Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual, Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Asal-usul Sumbangan Rp 2 Triliun hingga Permintaan Maaf Kapolda Sumsel

Asal-usul Sumbangan Rp 2 Triliun hingga Permintaan Maaf Kapolda Sumsel

Regional
Segera Beroperasi, KA Bandara YIA Akan Layani 56 Perjalanan Setiap Hari

Segera Beroperasi, KA Bandara YIA Akan Layani 56 Perjalanan Setiap Hari

Regional
Kasus Covid-19 Terus Melonjak, 7 Daerah di Sulut Jadi Zona Merah

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, 7 Daerah di Sulut Jadi Zona Merah

Regional
Disebut BST-nya Dipotong Rp 100.000, Penerima Kaget, Padahal Ikhlas Beri ke Warga Tak Mampu Lainnya

Disebut BST-nya Dipotong Rp 100.000, Penerima Kaget, Padahal Ikhlas Beri ke Warga Tak Mampu Lainnya

Regional
Prihatin 2 Anak Penghuni Panti Asuhan Jadi Korban Penganiayaan, Anggota DPRD Gresik Datangi Kantor Dinas KBPPPA

Prihatin 2 Anak Penghuni Panti Asuhan Jadi Korban Penganiayaan, Anggota DPRD Gresik Datangi Kantor Dinas KBPPPA

Regional
Warga di Pekanbaru Bisa Pinjam dan Gunakan Tabung Oksigen Gratis

Warga di Pekanbaru Bisa Pinjam dan Gunakan Tabung Oksigen Gratis

Regional
Demi Hidupi Anak dan Istri, Pria yang Awalnya Tak Percaya Covid-19 Ini Akhirnya Mau Divaksin

Demi Hidupi Anak dan Istri, Pria yang Awalnya Tak Percaya Covid-19 Ini Akhirnya Mau Divaksin

Regional
Musnahkan 10 Bak Rendaman Material Emas Saat Sisiri Gunung Botak, Polisi: Jangan Ada Aktivitas Ilegal

Musnahkan 10 Bak Rendaman Material Emas Saat Sisiri Gunung Botak, Polisi: Jangan Ada Aktivitas Ilegal

Regional
Kronologi Pasien Demam Meninggal di Mobil, Ditolak 3 RS karena Penuh, Saturasi Oksigen 78 Persen

Kronologi Pasien Demam Meninggal di Mobil, Ditolak 3 RS karena Penuh, Saturasi Oksigen 78 Persen

Regional
Pantau Isolasi Lingkungan, Bobby Nasution: Saya Lihat Warga Senang

Pantau Isolasi Lingkungan, Bobby Nasution: Saya Lihat Warga Senang

Regional
Mantan Anggota DPRD Kota Magelang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Senilai Rp 11,6 Miliar

Mantan Anggota DPRD Kota Magelang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Senilai Rp 11,6 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X