Pantai Karawang Lagi-lagi Kena Tumpahan Minyak, PHE ONWJ Sebut Bukan dari Anjungannya

Kompas.com - 19/03/2021, 09:40 WIB
Tim gabungan tengah membersihkan ceceran minyak di Pantau Pulau Putri, Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Kamis (25/2/2021). KOMPAS.COM/FARIDATim gabungan tengah membersihkan ceceran minyak di Pantau Pulau Putri, Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Kamis (25/2/2021).

KARAWANG, KOMPAS.com - Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java menyebut tumpahan minyak mentah yang muncul di sejumlah pantai di Karawang pada 21 Februari 2021 lalu bukan dari anjungan yang dikelolanya.

Corporate Secretary PHE Whisnu Bahriansyah mengatakan, hasil uji laboratorium sampel tumpahan minyak mentah yang ditemukan di sejumlah pantai di Karawang tak berkorelasi dengan minyak yang dikelola PHE ONWJ.

Pihaknya, kata Whisnu menguji sampel yang diambil di Pulau Putri, Karawang dan Pulau Kelor Kepulauan Seribu. Pihaknya juga menguji crude atau minyak mentah pada anjungan MM dan Papa.

"Hasilnya, tumpahan minyak di perairan Karawang dan Pulau Putri tak berkorelasi dengan crude YYA, KLA, Papa, dan MM milik PHE ONWJ," ujar Whisnu di Hotel Britz Karawang, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Whisnu mengungkapkan, sampel diuji dengan metode Gas Chromatography Mas Spectroscopy (GC MS), yakni pengujuan untuk melihat karakteristik minyak yang dinilai berdasarkan beberapa variabel, seperti biomarker, distribusi sterane, dan rasio pristana.

Whisnu menyebut PHE Offshore South East Sumatera (OSES) juga melakukan hal serupa. Hasilnya pun minyak mentah yang ditemukan di perairan Karawang tidak berkorelasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Whisnu menyebut telah melapirkan hasil uji minyak mentah yang berceceran di Karawang kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang. "Kami sudah melapor ke DLHK," ungkap dia.

Untuk selanjutnya, kata Whisnu, PHE ONWJ menyerahkan investigasi dari mana minyak mentah yang berceceran di perairan dan pantai Karawang berasal. Sebab pihaknya hanya memastikan minyak mentah itu bukan berasal dari anjungan yang dikelolanya.

"Selanjutnya bukan lagi kewenangan kami," ujarnya.

Baca juga: Tumpahan Minyak Cemari Pantai Karawang, Petani Tambak Khawatir Ikan Mabuk

PHE ONWJ menerjunkan tim pembersihan sejak Senin (22/2/2021) lalu sebanyak 120 orang. Tim terdiri dari personel PHE ONWJ, Pertamina Patra Niaga dan Elnusa, termasuk para pekerja dari masyarakat lokal di 13 titik temuan.

Ke-13 titik itu yaitu di Pantai Mutiara di Pusaka Jaya Utara, Pantai Jalasena dan Pantai Samudera Baru di Sungai Buntu, area Pantai Cemarajaya dan Pisangan, Pantai Tanjungsari, Pantai Karangsari, dan Pantai Tirtajaya di Sedari, Pantai Singkih di Tambaksumur, Pantai Sarakan di Tambaksari ; Pantai Pulau Putri di Segarjaya, Pantai Muara Bungin dan Pantai Sompek di Pakisjaya Pantai Bakti di Muara Gembong Bekasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Regional
Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Regional
Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Regional
Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Regional
Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Regional
Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Regional
Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Regional
Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Regional
Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Regional
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Regional
Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Regional
Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Regional
BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

Regional
Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Regional
Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.