Komoditas Lada Dicaplok Negara Lain, Gubernur Babel Ancam ke Pengadilan Internasional

Kompas.com - 18/03/2021, 23:16 WIB
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman di kantor DPRD, Senin (1/2/2021). KOMPAS.com/HERU DAHNURGubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman di kantor DPRD, Senin (1/2/2021).

BANGKA, KOMPAS.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman membuka opsi untuk menempuh jalur hukum hingga ke pengadilan internasional jika ditemukan pihak-pihak asing yang mempermainkan harga lada dari Bangka Belitung.

Selama ini harga lada anjlok karena maraknya lada oplosan serta sistem pelabelan tidak sesuai negara produsen.

"Kita akan ke pengadilan internasional jika ditemukan lada yang berasal dari Babel tetapi berlabelkan negara lain, karena kekuatan kita dari IG (Indikasi Geografis)," kata Erzaldi saat sosialisasi program budidaya rempah di Bangka Tengah, Rabu (17/3/2021).

Menurut Erzaldi, masyarakat khususnya para petani harus jeli dan bersikap cerdas. Agar harga lada bisa terus naik dan tidak dipermainkan orang lain.

Baca juga: Puluhan Rumah di Bangka Selatan Rusak Diterjang Puting Beliung

Ia menilai, agar harga bisa terkendali, maka petani Bangka Belitung harus memegang kendali.

"Seperti lada, jangan sampai tidak terkendali. Kita harus kembalikan harga Lada Muntok White Pepper ini kembali seperti dulu lagi. Lada di Eropa sudah tidak lagi dikenal berasal dari Babel, sejak tambang rakyat mulai dibuka. Karena lada asal Babel menjadi peluang negara lain untuk dijadikan campuran. Saya tegaskan saya tidak ingin lada kita dicampur-campur orang lain," tegas Erzaldi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu upaya pemerintah untuk mengembalikan kejayaan lada yakni dengan Indikator Geografis dari buku putih yang sudah didapatkan bulan lalu.

Buku tersebut jadi panduan karena telah disahkan Kemenkum HAM.

Indikator Geografis

Kepala Dinas Pertanian Juaidi mengatakan, harga lada Babel saat ini berkisar di angka Rp 68.000 sampai Rp 69.000.

"Itu harga rata-rata penjualan ke pengumpul," ujar Juaidi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta Menkominfo Blokir PUBG, Gubernur Aceh: Agar Syariat Islam Terlaksana...

Minta Menkominfo Blokir PUBG, Gubernur Aceh: Agar Syariat Islam Terlaksana...

Regional
'Korban Disuruh Vaksin Dulu Baru Akan Diterima Laporan Dugaan Percobaan Pemerkosaan Itu'

"Korban Disuruh Vaksin Dulu Baru Akan Diterima Laporan Dugaan Percobaan Pemerkosaan Itu"

Regional
Pria Dikira Mencuri dan Dibakar hingga Tewas, Ternyata Tak Ada Warga yang Kehilangan Motor

Pria Dikira Mencuri dan Dibakar hingga Tewas, Ternyata Tak Ada Warga yang Kehilangan Motor

Regional
Seorang Pria Tewas Dikeroyok karena Mengajak Jalan Kekasih Orang Lain, Begini Kronologinya

Seorang Pria Tewas Dikeroyok karena Mengajak Jalan Kekasih Orang Lain, Begini Kronologinya

Regional
Belitung Perpanjang PPKM Level 3, Ini Aturan yang Baru

Belitung Perpanjang PPKM Level 3, Ini Aturan yang Baru

Regional
Terseret Arus Saluran Irigasi, Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam

Terseret Arus Saluran Irigasi, Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam

Regional
Ini Peran Bos Pinjol Ilegal yang Ditangkap Polisi

Ini Peran Bos Pinjol Ilegal yang Ditangkap Polisi

Regional
Pria yang Aniaya dan Nyaris Bacok Polisi Ditangkap

Pria yang Aniaya dan Nyaris Bacok Polisi Ditangkap

Regional
Warga Magetan Temukan Banyak Batu Besar di Bukit Sepundung, Pemkab Lakukan Observasi

Warga Magetan Temukan Banyak Batu Besar di Bukit Sepundung, Pemkab Lakukan Observasi

Regional
Semarang Masih Sering Terendam Banjir, Ini Perintah Hendi

Semarang Masih Sering Terendam Banjir, Ini Perintah Hendi

Regional
Menurut Ridwan Kamil, Pinjol Marak karena Sulit Pinjam Uang di Bank

Menurut Ridwan Kamil, Pinjol Marak karena Sulit Pinjam Uang di Bank

Regional
Solar Langka di Sulut hingga Terjadi Antrean Truk, Ini Janji Pertamina

Solar Langka di Sulut hingga Terjadi Antrean Truk, Ini Janji Pertamina

Regional
Terjadi Lagi, 14 Orang Terjebak di Waduk Jatiluhur

Terjadi Lagi, 14 Orang Terjebak di Waduk Jatiluhur

Regional
Pengacara: Bupati Kuansing Ketakutan Merasa Diikuti sampai Matikan Ponsel

Pengacara: Bupati Kuansing Ketakutan Merasa Diikuti sampai Matikan Ponsel

Regional
Kota Semarang PPKM Level 1, Mal Sudah Diizinkan Beroperasi 100 Persen

Kota Semarang PPKM Level 1, Mal Sudah Diizinkan Beroperasi 100 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.