Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Akses Jalan Ditutup Pemilik Lahan, Pelajar di Kupang Terpaksa Tempuh Jalur Berbahaya

Kompas.com - 18/03/2021, 20:37 WIB

 

Para pelajar yang melintasi jembatan darurat itu juga harus saling berpegangan tangan, sebab mereka takut jika jembatan darurat itu ambruk.

Guru SD Petra Neldiana Mau mengatakan, memang sangat berbahaya melintasi jalur ini.

Apalagi, kalau musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi, para pelajar dan dirinya terpaksa tak melewati jalur itu karena sangat berbahaya.

"Ada akses jalan lain, tetapi itu jauh sekali, jaraknya 5 kilometer dan anak-anak harus berjalan sejauh itu untuk ke sekolah," tambah dia.

Baca juga: Panglima TNI: Setelah Divaksin Harapan Kita Imunitas Naik, Lebih Kuat Menghadapi Covid-19, tapi...

Siprianus menuturkan, masalah ini sebenarnya sudah pernah disampaikan ke DPRD Kota Kupang.

DPRD menghadirkan pihak Badan Pertanahan Nasinal (BPN) untuk mencari tahu akses jalan itu.

BPN kemudian melakukan pengukuran ulang di lokasi itu. Hasilnya pembangunan pagar pembatas itu memakan akses publik.

Oleh karena itu, ia berharap agar Pemerintah Kota Kupang harus turun tangan dalam masalah ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Mahasiswa dari Norwegia dan Swedia Memainkan Gendang Belek di Lombok Tengah...

Saat Mahasiswa dari Norwegia dan Swedia Memainkan Gendang Belek di Lombok Tengah...

Regional
Minyakita di Kendal Langka, Disinyalir Ada Beberapa Pedagang Besar Menimbun

Minyakita di Kendal Langka, Disinyalir Ada Beberapa Pedagang Besar Menimbun

Regional
Kesal Sering Dirundung, Siswa SMK di Palembang Tusuk Teman Sekelas hingga Tewas

Kesal Sering Dirundung, Siswa SMK di Palembang Tusuk Teman Sekelas hingga Tewas

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Batang Beha dan Nanitu Kinali

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Batang Beha dan Nanitu Kinali

Regional
Fakta Fortuner Tabrak Pemotor, dari Sopir Ternyata Menantu Kasat Samapta hingga Pelat Polri Palsu

Fakta Fortuner Tabrak Pemotor, dari Sopir Ternyata Menantu Kasat Samapta hingga Pelat Polri Palsu

Regional
Ditemukan Mayat Pria Tanpa Identitas di Parit Kompleks Kampus Unsoed

Ditemukan Mayat Pria Tanpa Identitas di Parit Kompleks Kampus Unsoed

Regional
Status Gunung Karangetang di Sitaro Sulut Naik Jadi Siaga

Status Gunung Karangetang di Sitaro Sulut Naik Jadi Siaga

Regional
Kondisi Bayi yang Dibuang Pelajar SMP ke Jurang, Masih Hidup Terbungkus Kresek hingga Dirawat di Rumah Sakit

Kondisi Bayi yang Dibuang Pelajar SMP ke Jurang, Masih Hidup Terbungkus Kresek hingga Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Runtuhnya Kerajaan Kutai, Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Runtuhnya Kerajaan Kutai, Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Regional
Bernostalgia di Kafe Gethe, 'Permata Terpendam' Kuno nan Unik di Tengah Kota Semarang

Bernostalgia di Kafe Gethe, "Permata Terpendam" Kuno nan Unik di Tengah Kota Semarang

Regional
Pj Bupati Nduga Sebut 15 Pekerja Bangunan Diancam KKB, Begini Kronologinya...

Pj Bupati Nduga Sebut 15 Pekerja Bangunan Diancam KKB, Begini Kronologinya...

Regional
Kakek di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Tenggelam Saat Cari Ikan

Kakek di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Tenggelam Saat Cari Ikan

Regional
Pengemudi Fortuner Penabrak Pemotor Ternyata Menantu Polisi, Pakai Pelat Palsu dan Warna Mobil Diubah

Pengemudi Fortuner Penabrak Pemotor Ternyata Menantu Polisi, Pakai Pelat Palsu dan Warna Mobil Diubah

Regional
Minyakita di Balikpapan Dijual Bersyarat, dari Harus Beli Sabun Cuci hingga Minyak Goreng Premiun Merek Lain

Minyakita di Balikpapan Dijual Bersyarat, dari Harus Beli Sabun Cuci hingga Minyak Goreng Premiun Merek Lain

Regional
Sejumlah Sapi di Blora Terjangkit LSD, Pemkab Ungkap Kendala Saat Terjun ke Lapangan

Sejumlah Sapi di Blora Terjangkit LSD, Pemkab Ungkap Kendala Saat Terjun ke Lapangan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.