Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Akses Jalan Ditutup Pemilik Lahan, Pelajar di Kupang Terpaksa Tempuh Jalur Berbahaya

Kompas.com - 18/03/2021, 20:37 WIB
Robertus Belarminus

Editor

KOMPAS.com - Para pelajar SD dan SMKN 7 di Kecamatan Alak Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur terpaksa melintasi jalur berbahaya lantaran akses jalan yang selama ini digunakan ke sekolah ditutup pemilik lahan. 

Para pelajar saat ini mesti melewati jembatan darurat, di mana mereka mesti saling berpegangan tangan, karena takut jembatan tersebut ambruk.

Siprianus, seorang warga yang ditemui di lokasi ketika melakukan aksi penolakan penutupan akses jalan menuju sekolah, mengatakan, penutupan akses jalan itu sebenarnya sudah berjalan sejak 2020.

"Sudah lama sebenarnya masalah ini. Penutupan akses jalan ke sekolah ini sudah berlangsung sejak 2020," kata Siprianus, kepada wartawan, seperti dilansir dari Antara, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: 1,1 Juta Warga Jawa Timur Sudah Divaksin, Paling Banyak di Indonesia

Siprianus menuturkan, para pelajar menjadi kesulitan menuju ke sekolah karena melintasi kali mati dan agak curam.

Sebelum akses jalan menuju sekolah itu ditutup, anak-anak mereka tak perlu berjalan jauh, karena jarak dari rumah ke sekolah hanya kurang lebih satu kilometer.

"Kini untuk mempersingkat waktu anak-anak kami dan guru-guru yang mengajar di sekolah itu terpaksa harus melewati kali mati," ujar dia.

Pengamatan Antara di lokasi, sejumlah pelajar yang melewati jembatan darurat itu, mereka harus melintasi kali mati yang di pinggirnya terdapat batu-batu karang.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com