Perangkat Desa Terdakwa Penolakan Jenazah Covid-19 Minta Dibebaskan, Bupati Banyumas: Biarlah Hukum Tetap Berjalan

Kompas.com - 18/03/2021, 15:28 WIB
Perangkat Desa, Slamet (kanan depan) yang jadi terdakwa kasus penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19 menangis di Balai Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (18/3/2021). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINPerangkat Desa, Slamet (kanan depan) yang jadi terdakwa kasus penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19 menangis di Balai Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (18/3/2021).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Bupati Banyumas Achmad Husein angkat bicara terkait surat terbuka untuk presiden agar membebaskan perangkat desa yang menjadi terdakwa kasus penolakan pemakaman jenazah.

"Menurut pikiran saya, biarlah hukum tetap berjalan," kata Husein melalui pesan singkat, Kamis (18/3/2021).

Husein mengaku, sebelumnya Paguyuban Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Banyumas sempat meminta dirinya agar kasus tersebut tidak dilanjutkan.

"Di awal waktu itu, sesuai permintaan PPDI, saya sudah menyurati Kapolresta untuk mempertimbangkan permintaan teman-teman PPDI, namun kasus tetap berjalan," ujar Husein.

Husein mengaku tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.

Baca juga: Sambil Menangis, Perangkat Desa Terdakwa Penolakan Jenazah Covid-19 Minta Dibebaskan

Diberitakan sebelumnya, Paguyuban Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Banyumas mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

PPDI meminta Presiden membebaskan perangkat Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas atas nama Slamet (46) dari jerat hukum dalam kasus penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Slamet menjadi salah satu dari tiga terdakwa dalam kasus penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, April 2020 silam.

Di hadapan wartawan di Balai Desa Glempang, Kamis (18/3/2021), Slamet mengaku sangat menyesal.

Ia mengaku turut menghadang ambulans karena semata-mata karena membela masyarakat yang takut terpapar Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gugur Bunga Berkumandang, Iringi Kepergian Nakes RSUP Sardjito Yogyakarta yang Meninggal karena Covid-19

Gugur Bunga Berkumandang, Iringi Kepergian Nakes RSUP Sardjito Yogyakarta yang Meninggal karena Covid-19

Regional
2 Penumpang Lion Air Rute Surabaya-Pontianak Diduga Gunakan Surat PCR Palsu

2 Penumpang Lion Air Rute Surabaya-Pontianak Diduga Gunakan Surat PCR Palsu

Regional
Kelelahan Layani Antrean Pasien, Puluhan Nakes Positif Covid-19

Kelelahan Layani Antrean Pasien, Puluhan Nakes Positif Covid-19

Regional
Rusunawa Hampir Penuh, GOR Tegal Selatan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Rusunawa Hampir Penuh, GOR Tegal Selatan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Regional
Masuk Zona Merah Covid-19, Pemkab Ponorogo Larang Hajatan dan Tutup Destinasi Pariwisata

Masuk Zona Merah Covid-19, Pemkab Ponorogo Larang Hajatan dan Tutup Destinasi Pariwisata

Regional
Sabtu Besok, Polres Majalengka Gelar Vaksinasi Massal

Sabtu Besok, Polres Majalengka Gelar Vaksinasi Massal

Regional
Ridwan Kamil Siapkan Sanksi bagi Industri yang Tak Lapor Kasus Covid-19

Ridwan Kamil Siapkan Sanksi bagi Industri yang Tak Lapor Kasus Covid-19

Regional
Diparkir Bertahun-tahun, 80 Motor di Parkiran Bandara Ngurah Rai Sampai Berdebu

Diparkir Bertahun-tahun, 80 Motor di Parkiran Bandara Ngurah Rai Sampai Berdebu

Regional
Karimun Zona Oranye, Pembelajaran Tatap Muka Dipertimbangkan Kembali

Karimun Zona Oranye, Pembelajaran Tatap Muka Dipertimbangkan Kembali

Regional
Dokter Sochib Meninggal karena Covid-19, IDI Lamongan: Sejak Pandemi Sudah 6 Dokter Gugur

Dokter Sochib Meninggal karena Covid-19, IDI Lamongan: Sejak Pandemi Sudah 6 Dokter Gugur

Regional
Info Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Massal di Bangka Belitung

Info Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Massal di Bangka Belitung

Regional
Lukas Enembe Protes Sekda Ditunjuk Jadi Plh Gubernur Papua, Ini Alasannya

Lukas Enembe Protes Sekda Ditunjuk Jadi Plh Gubernur Papua, Ini Alasannya

Regional
RS Diminta Tambah Ruang Isolasi, DPRD Jabar: Jangan Tunggu Pasien Covid-19 Meninggal Dulu

RS Diminta Tambah Ruang Isolasi, DPRD Jabar: Jangan Tunggu Pasien Covid-19 Meninggal Dulu

Regional
Lion Air dan Citilink Dilarang Bawa Penumpang dari Surabaya ke Pontianak, Ini Penyebabnya

Lion Air dan Citilink Dilarang Bawa Penumpang dari Surabaya ke Pontianak, Ini Penyebabnya

Regional
Tambang di Kawasan Industri Nikel Longsor, Seorang Pekerja Hilang Tercebur ke Laut

Tambang di Kawasan Industri Nikel Longsor, Seorang Pekerja Hilang Tercebur ke Laut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X